Yoab Berlari ke Tenda Suci
1 Raja-raja 2:28
Salomo Memantapkan Takhta
PerikopSalomo dan Adonia · 1 Raja-raja 2:12-46 →“Ketika berita itu sampai kepada Yoab -- karena Yoab telah memihak Adonia meskipun dia tidak memihak kepada Absalom -- Yoab berlari ke tenda TUHAN, dan memegang tanduk-tanduk mazbah.”1 Raja-raja 2:28 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Ketika kabar itu sampai kepada Yoab--memang Yoab telah memihak kepada Adonia, sekalipun ia tidak memihak kepada Absalom--maka larilah Yoab ke kemah TUHAN, lalu memegang tanduk-tanduk mezbah.”1 Raja-raja 2:28 · TB
Terjemahan Baru
“Yoab mendengar tentang semua yang telah terjadi itu. Ia menjadi takut karena ia memihak kepada Adonia. Tapi, dahulu ia tidak memihak kepada Absalom. Maka ia lari ke Kemah TUHAN dan memegang ujung-ujung mezbah.”1 Raja-raja 2:28 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Ketika berita kematian Adonia sampai kepada Yoab, dia segera melarikan diri ke kemah TUHAN dan memegang tanduk-tanduk di sudut mezbah untuk meminta perlindungan TUHAN. Karena walaupun Yoab sebelumnya tidak mendukung Absalom untuk menjadi raja, dia mendukung Adonia.”1 Raja-raja 2:28 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Then tidings came to Joab: for Joab had turned after Adonijah, though he turned not after Absalom. And Joab fled unto the tabernacle of the LORD, and caught hold on the horns of the altar.”1 Raja-raja 2:28 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 1 Raja-raja 2:28?
Yoab, yang telah mendukung Adonia, mendengar berita tentang eksekusi Adonia dan pelarian Abyatar, lalu lari ke kemah suci dan memegang tanduk mezbah untuk mencari perlindungan. Tindakannya menunjukkan bahwa ia merasa terancam oleh pemerintahan baru Salomo.
Latar belakang
Yoab Berpegang pada Tanduk Mazbah
Yoab, mantan panglima Daud yang memihak Adonia, mendengar bahwa Adonia sudah dibunuh. Karena takut, dia lari ke tenda TUHAN dan memegang tanduk mazbah, berharap mendapat perlindungan di tempat kudus.
Di mana
Yerusalem
Di dekat tenda TUHAN, tempat mazbah
Kapan
~970 SM
Kerajaan Bersatu
Yang berbicara
Penulis 1 Raja-raja
Narator alkitabiah yang mencatat sejarah Israel
Kepada
Pembaca Kitab
Umat Tuhan yang membaca kisah ini
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
אֹהֶל (ohel)
ohel · Tenda
Tenda atau kemah, dalam konteks ini merujuk pada Kemah Suci sebagai tempat tinggal TUHAN.
קֶרֶן (qeren)
qeren · Tanduk
Tonjolan berbentuk tanduk di sudut mazbah, simbol kekuatan dan tempat berlindung.
מִזְבֵּחַ (mizbeach)
mizbeach · Mazbah
Meja korban bakaran, tempat suci untuk mempersembahkan korban kepada Allah.
Ketiga kata ini menunjukkan bahwa Yoab berlindung di tempat yang sangat kudus, namun kegigihannya pada mazbah tidak bisa menghapus dosanya di hadapan Allah.
Tahukah kamu
Tanduk Mazbah
Tanduk mazbah adalah tonjolan di keempat sudut mazbah yang dianggap suci. Memegangnya adalah bentuk permohonan perlindungan, tetapi tidak selalu menyelamatkan dari hukuman yang adil.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 1 Raja-raja 2:28
Keluaran 21:14
Prinsip perlindungan mazbah
“Tetapi jika seseorang membunuh sesamanya dengan sengaja, maka engkau harus mengambil dia dari atas mazbah-Ku untuk dibunuh.”
1 Raja-raja 1:50
Tindakan serupa Adonia
“Tetapi Adonia takut kepada Salomo, lalu bangun dan pergi memegang tanduk-tanduk mazbah.”
Ibrani 10:31
Konsekuensi dosa berat
“Ngeri sekali jatuh ke dalam tangan Allah yang hidup.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 1 Raja-raja 2:28
✕ Sering dikira
Menganggap Yoab selamat karena memegang mazbah, seperti suaka.
✓ Yang sebenarnya
Hukum Suaka tidak berlaku untuk pembunuh berencana, seperti yang terjadi pada Yoab.
✕ Sering dikira
Mengira tenda TUHAN adalah Bait Suci yang permanen.
✓ Yang sebenarnya
Pada masa itu, Bait Suci belum dibangun; yang ada adalah Kemah Suci di Yerusalem.
Renungan
Renungan Singkat 1 Raja-raja 2:28
Keputusan yang salah bisa membawa kita pada rasa takut dan mencari perlindungan yang salah. Daripada lari dari konsekuensi, lebih baik kita berdamai dengan Tuhan dan memperbaiki kesalahan kita.
Ya Tuhan, jauhkanlah aku dari ketakutan yang membuatku berlari dari tanggung jawab; berilah aku keberanian untuk menghadapi kesalahanku. Amin.