Elia di Padang Gurun
1 Raja-raja 19:4
Elia Melarikan Diri dan Bertemu Tuhan
“Namun, dia sendiri pergi ke padang gurun, sehari perjalanan jauhnya dan tiba, serta duduk di bawah sebuah pohon arar, dia meminta supaya dia mati saja, katanya, “Cukuplah sekarang, ya TUHAN! Ambillah nyawaku, karena aku tidak lebih baik daripada nenek moyangku.””1 Raja-raja 19:4 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tetapi ia sendiri masuk ke padang gurun sehari perjalanan jauhnya, lalu duduk di bawah sebuah pohon arar. Kemudian ia ingin mati, katanya: "Cukuplah itu! Sekarang, ya TUHAN, ambillah nyawaku, sebab aku ini tidak lebih baik dari pada nenek moyangku."”1 Raja-raja 19:4 · TB
Terjemahan Baru
“lalu berjalan kaki ke padang gurun selama sehari dan berhenti di bawah sebuah pohon yang rindang. Di situ ia duduk dan ingin supaya mati saja. "Saya tidak tahan lagi, TUHAN," katanya kepada TUHAN. "Ambillah nyawa saya. Saya tidak lebih baik dari leluhur saya!"”1 Raja-raja 19:4 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Elia melanjutkan perjalanan sendiri. Dia berjalan kaki satu hari lamanya hingga tiba di padang belantara. Kemudian duduklah Elia di bawah pohon yang pendek, lalu berkata, “Aku sudah tidak tahan lagi! Aku ingin mati saja. Ambillah nyawaku sekarang, TUHAN, karena bagiku hidupku ini tidak lebih baik daripada terbaring mati bersama nenek moyangku.””1 Raja-raja 19:4 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“But he himself went a day’s journey into the wilderness, and came and sat down under a juniper tree: and he requested for himself that he might die; and said, It is enough; now, O LORD, take away my life; for I am not better than my fathers.”1 Raja-raja 19:4 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 1 Raja-raja 19:4?
Elia pergi sendirian ke padang gurun, duduk di bawah pohon arar, dan meminta mati karena merasa putus asa dan tidak lebih baik dari nenek moyangnya. Ini adalah titik terendah dalam hidupnya.
Latar belakang
Putus Asa di Bawah Pohon
Elia, setelah lari dari ancaman Izebel, sampai di padang gurun dan duduk di bawah pohon arar. Ia meminta agar Tuhan mengambil nyawanya, merasa dirinya tidak lebih baik dari nenek moyangnya.
Di mana
Padang gurun dekat Bersyeba
Di bawah pohon arar, sendirian
Kapan
~850 SM
Zaman Kerajaan Terpecah
Yang berbicara
Penulis 1 Raja-raja
Sejarawan Israel yang mencatat kisah para raja dan nabi
Kepada
Pembaca kitab
Umat Tuhan yang membaca sejarah bangsa Israel
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
רֹתֶם
rothem · arar
pohon gurun yang memberikan naungan
שָׁאַל אֶת נַפְשׁוֹ
sha'al et nafsho · meminta supaya mati
meminta nyawanya sendiri
רַב
rav · cukuplah
sudah cukup, sudah lebih dari cukup
Kata 'cukuplah' (rav) menunjukkan kelelahan ekstrem, dan 'meminta mati' mencerminkan keputusasaan yang dalam, bukan sekadar keinginan fisik.
Tahukah kamu
Pohon Arar
Pohon arar (broom tree) sering tumbuh di padang gurun, dan akarnya digunakan untuk membuat arang.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 1 Raja-raja 19:4
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 1 Raja-raja 19:4
✕ Sering dikira
Elia takut dan lari karena pengecut.
✓ Yang sebenarnya
Elia sangat lelah dan putus asa, tetapi Tuhan tidak menghakiminya.
✕ Sering dikira
Tuhan marah pada Elia karena meminta mati.
✓ Yang sebenarnya
Tuhan merespons dengan memberi makan, bukan hukuman.
Renungan
Renungan Singkat 1 Raja-raja 19:4
Rasa putus asa bisa datang bahkan setelah kesuksesan besar. Saat merasa tidak berguna, ingatlah bahwa Tuhan masih punya rencana dan tidak pernah meninggalkan kita.
Tuhan, saat aku merasa putus asa, ingatkan aku bahwa hidupku berarti dan Engkau selalu menyertaiku. Amin.