Elia berdoa di puncak gunung, membungkuk

1 Raja-raja 18:42

Elia Menghadapi Nabi-Nabi Baal di Gunung Karmel

Ahab pergi untuk makan dan minum. Adapun Elia naik ke puncak Gunung Karmel dan membungkuk ke tanah, dengan wajahnya di antara dua lututnya.

1 Raja-raja 18:42 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 1 Raja-raja 18:42?

Elia kemudian berdoa dengan merendahkan diri, meletakkan wajah di antara lututnya, sambil berdoa untuk hujan. Ini menunjukkan kerendahan hati dan ketekunan dalam doa, di tengah iman yang sudah dinyatakan.

Latar belakang

Elia berdoa dengan sangat tekun

Elia naik ke puncak Karmel dan membungkuk dengan wajah di antara lututnya, sikap doa yang menunjukkan kerendahan hati dan pergumulan. Ia berdoa agar hujan turun, dan melalui hambanya ia memeriksa langit tujuh kali, menunjukkan ketekunan dalam iman.

Di mana

Gunung Karmel

Puncak gunung, setelah Ahab pergi makan

Kapan

~860 SM

Kerajaan Terpecah

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Ahab naik untuk makan
Hujan turun deras
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis 1 Raja-raja

tradisi Yahudi, mungkin Yeremia

P

Kepada

Pembaca Alkitab

setiap orang yang ingin mengenal karya Tuhan

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

גָּחַן

gāchan · membungkuk

membungkuk, merendahkan diri

פָּנִים

pānīm · wajah

muka, di hadapan

בֶּרֶךְ

berekh · lutut

lutut

Gabungan membungkuk, wajah, dan lutut menekankan sikap doa yang merendah total—seluruh tubuh tunduk di hadapan Tuhan, bukan sekadar kata-kata.

Tahukah kamu

Posisi doa yang unik

Posisi ini tidak umum dalam doa Israel, tetapi menunjukkan intensitas. Beberapa tradisi melihat ini sebagai sikap melahirkan—mendoakan kelahiran hujan.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 1 Raja-raja 18:42

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 1 Raja-raja 18:42

✕  Sering dikira

Elia harus berdoa keras untuk dijawab.

✓  Yang sebenarnya

Doa adalah sarana, tetapi Tuhan berdaulat; Elia berdoa sesuai kehendak Tuhan.

✕  Sering dikira

Posisi doa ini wajib untuk semua orang.

✓  Yang sebenarnya

Alkitab tidak mewajibkan posisi tertentu; yang penting hati yang merendah.

Renungan

Renungan Singkat 1 Raja-raja 18:42

Doa yang tekun dan rendah hati sangatlah penting, bahkan setelah kita melihat mujizat. Jangan berhenti berdoa, karena Tuhan ingin kita terus bergantung pada-Nya dalam segala situasi.

Tuhan, ajarkan kami untuk tekun dan rendah hati dalam doa, seperti Elia yang berdoa tanpa lelah sampai jawaban datang. Amin.