Nabi tua menguburkan abdi Allah
1 Raja-raja 13:31
Nabi yang Tidak Patuh dan Akibatnya
PerikopAllah Berbicara Melawan Betel · 1 Raja-raja 13:1-34 →“Setelah dia menguburkannya, dia berkata kepada anak-anak laki-lakinya, katanya, “Saat aku mati, kuburkanlah aku dalam kuburan tempat abdi Allah itu dikuburkan. Letakkanlah tulang-tulangku di samping tulang-tulangnya.”1 Raja-raja 13:31 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Setelah ia menguburkannya, ia berkata kepada anak-anaknya: "Kalau aku mati, kuburkanlah aku dalam kubur ini bersama dengan abdi Allah itu, dan taruhlah tulang-tulangku di sisi tulang-tulangnya.”1 Raja-raja 13:31 · TB
Terjemahan Baru
“Kemudian kata nabi tua itu kepada anak-anaknya, "Apabila aku meninggal, kuburlah aku di kuburan ini di samping nabi itu.”1 Raja-raja 13:31 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Sesudah penguburan selesai, nabi tua itu berkata kepada anak-anaknya, “Suatu hari nanti waktu aku meninggal, kuburkanlah aku di sini, di kuburan yang sama, di samping tulang-tulangnya.”1 Raja-raja 13:31 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And it came to pass, after he had buried him, that he spake to his sons, saying, When I am dead, then bury me in the sepulchre wherein the man of God is buried; lay my bones beside his bones:”1 Raja-raja 13:31 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 1 Raja-raja 13:31?
Setelah menguburkan abdi Allah, nabi tua itu meminta anak-anaknya untuk menguburkannya di kuburan yang sama dan meletakkan tulang-tulangnya di samping tulang-tulang abdi Allah. Ini menunjukkan keyakinannya bahwa perkataan abdi Allah itu akan digenapi dan ia ingin berbagi tempat peristirahatan terakhir dengan orang yang setia kepada Tuhan, meskipun awalnya ia menyesatkannya.
Latar belakang
Permintaan Terakhir Nabi Tua
Setelah menguburkan abdi Allah di kuburannya sendiri, nabi tua berkata kepada anak-anaknya agar kelak ia dikuburkan di kuburan yang sama, di sebelah tulang-tulang abdi Allah tersebut. Ini menunjukkan bahwa ia mengakui kebenaran perkataan abdi Allah itu.
Di mana
Betel
Setelah menguburkan abdi Allah di kuburannya sendiri
Kapan
~930 SM
Kerajaan Terpecah
Yang berbicara
Nabi tua dari Betel
Nabi tua yang tinggal di Betel, yang menipu abdi Allah muda
Kepada
Anak-anaknya
Anak-anak lelaki nabi tua yang menemaninya
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
קֶבֶר
qever · kuburan
tempat penguburan, makam
עֲצָמוֹתַי
atzamotai · tulang-tulangku
tulang-tulangku, merujuk pada sisa-sisa tubuh
אֵצֶל
etzel · samping
dekat, di samping, bersama
Kata-kata ini menunjukkan hubungan dekat antara nabi tua dan abdi Allah, melampaui kematian, dan mungkin mencerminkan harapan akan kebangkitan.
Tahukah kamu
Kuburan yang Sama
Tindakan nabi tua meminta dikuburkan di kuburan yang sama merupakan bentuk penghormatan dan mungkin juga kepercayaan bahwa tulang-tulangnya akan aman karena dekat dengan abdi Allah yang setia.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 1 Raja-raja 13:31
2 Raja-raja 23:17-18
Nubuat digenapi
“Dan ia berkata: 'Tugu apakah yang kulihat itu?' Orang-orang di kota itu menjawab: 'Itulah kuburan abdi Allah yang datang dari Yehuda dan yang telah menyerukan segala hal yang engkau lakukan terhadap mezbah Betel ini.'”
Yesaya 26:19
Harapan kebangkitan
“Mayat-mayat-Mu akan hidup kembali; bangkitlah dan bersorak-sorai, hai orang-orang yang diam dalam debu!”
Rut 1:17
Ikatan setia
“Ke mana engkau pergi, ke situ juga aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ juga aku bermalam.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 1 Raja-raja 13:31
✕ Sering dikira
Nabi tua itu hanya ingin dikuburkan di tempat yang dianggap keramat agar ia sendiri dianggap suci.
✓ Yang sebenarnya
Motivasinya lebih kepada penghormatan dan identifikasi dengan nabi yang setia, bukan sekadar mencari kesucian pribadi.
✕ Sering dikira
Permintaan ini berarti nabi tua itu selamat dan tidak dihukum.
✓ Yang sebenarnya
Alkitab tidak menyatakan bahwa nabi tua itu diampuni; ia tetap nabi yang menipu, tetapi perkataannya tetap dihormati.
Renungan
Renungan Singkat 1 Raja-raja 13:31
Kita bisa belajar dari nabi tua yang akhirnya mengakui kesalahannya dan menghormati abdi Allah. Dalam hidup, mungkin kita pernah menyesatkan orang lain, tetapi masih ada kesempatan untuk menghormati kebenaran dan bertobat.
Tuhan, ajar aku untuk selalu menghormati kebenaran-Mu, bahkan ketika aku pernah gagal, dan beri aku kerendahan hati untuk mengakui kesalahan serta menghargai mereka yang setia kepada-Mu. Amin.