Adonia menobatkan diri
1 Raja-raja 1:5
Ambisi Adonia yang Tak Sabar
“Lalu, Adonia, anak Hagit, meninggi-ninggikan dirinya dan berkata, “Aku akan menjadi raja.” Dia memperlengkapi dirinya dengan kereta-kereta, pasukan berkuda, dan lima puluh orang yang berlari di depannya.”1 Raja-raja 1:5 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Lalu Adonia, anak Hagit, meninggikan diri dengan berkata: "Aku ini mau menjadi raja." Ia melengkapi dirinya dengan kereta-kereta dan orang-orang berkuda serta lima puluh orang yang berlari di depannya.”1 Raja-raja 1:5 · TB
Terjemahan Baru
“Karena Absalom sudah meninggal, maka Adonia, putra Daud yang kedua menjadi yang tertua. Ibunya bernama Hagit. Adonia adalah orang yang tampan. Ayahnya tidak pernah memarahinya kalau ia berbuat salah. Adonia ingin sekali menjadi raja, maka ia menyediakan untuk dirinya sejumlah kereta perang dan tentara berkuda serta lima puluh pengawal pribadi.”1 Raja-raja 1:5 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Daud dan Hagit, istrinya, mempunyai anak bernama Adonia, adik Absalom. Adonia sangat tampan. Daud begitu memanjakan dia sehingga tidak pernah menegurnya dengan keras meskipun dia melakukan kesalahan. Akibatnya, Adonia menjadi sombong, dan dia berkata, “Aku akan menjadi raja.” Dia pun membeli beberapa kereta mewah serta membayar beberapa pengendara dan lima puluh pengawal untuk berlari di depan keretanya.”1 Raja-raja 1:5 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Then Adonijah the son of Haggith exalted himself, saying, I will be king: and he prepared him chariots and horsemen, and fifty men to run before him.”1 Raja-raja 1:5 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 1 Raja-raja 1:5?
Ayat ini memperkenalkan Adonia, anak Hagit, yang meninggikan diri dan menyatakan dirinya sebagai raja. Dia mempersiapkan kereta, pasukan berkuda, dan lima puluh orang yang berlari di depannya, sebuah pertunjukan kekuasaan yang mirip dengan cara Absalom melakukan sebelumnya. Tindakan Adonia ini menunjukkan ambisinya untuk merebut takhta yang seharusnya diwariskan kepada Salomo, dan menjadi awal konflik suksesi.
Latar belakang
Pangeran yang menyalip
Adonia, putra Daud yang lebih tua dari Salomo, mengangkat dirinya sebagai raja tanpa persetujuan Daud. Ia menyiapkan kereta, pasukan berkuda, dan 50 pengawal—gaya seorang raja—padahal takhta belum diserahkan.
Di mana
Yerusalem
Kota Yerusalem, area istana
Kapan
~970 SM
Kerajaan Israel Bersatu
Yang berbicara
Penulis 1 Raja-raja
Sejarawan/teolog Ibrani, mencatat sejarah kerajaan
Kepada
Pembaca Israel
Umat Tuhan yang mempelajari sejarah nenek moyang
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
נָשָׂא
nasa · meninggi-ninggikan
mengangkat diri, mempromosikan diri sendiri
רֶכֶב
rekhev · kereta
kendaraan perang, simbol kekuasaan militer
פָּרָשִׁים
parashim · berkuda
pasukan berkuda, penanda kekuatan elit
Kata-kata ini membentuk gambaran ambisi yang 'mengangkat diri' lewat pamer kekuatan, bukan menunggu penetapan ilahi atau ayahnya.
Tahukah kamu
Kebiasaan pangeran
Absalom, kakak Adonia, juga melakukan hal serupa (2 Samuel 15:1) dengan kereta dan 50 orang. Rupanya ini trik umum untuk menunjukkan ambisi takhta di Israel kuno.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 1 Raja-raja 1:5
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 1 Raja-raja 1:5
✕ Sering dikira
Adonia adalah putra sulung yang sah jadi raja.
✓ Yang sebenarnya
Meski lebih tua, Daud telah bersumpah Salomo yang menjadi raja; adat Sulung tidak otomatis berlaku.
✕ Sering dikira
Pesta Adonia adalah perayaan yang sah.
✓ Yang sebenarnya
Itu korban dan undangan di luar sepengetahuan Daud, bagian dari kudeta yang direncanakan.
Renungan
Renungan Singkat 1 Raja-raja 1:5
Ambisi yang tidak dikendalikan dapat menuntun kita untuk bertindak salah, seperti yang dilakukan Adonia yang merebut kekuasaan tanpa restu ayah dan Tuhan. Mari kita periksa hati kita: apakah kita lebih mementingkan posisi, pengakuan, atau kehendak Tuhan? Ambisi yang sehat adalah yang sejalan dengan rencana Allah dan dilakukan dengan cara yang benar.
Tuhan, tuntunlah kami agar ambisi kami tidak menyesatkan kami dari kehendak-Mu. Berikanlah kerendahan hati untuk menunggu waktu-Mu. Amin.