Upah paradoks
1 Korintus 9:18
Hadiah yang tak terduga
“Kalau begitu, apakah upahku? Upahku adalah ketika aku memberitakan Injil, aku boleh memberitakan Injil tanpa upah dan tidak menyalahgunakan hakku dalam Injil.”1 Korintus 9:18 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Kalau demikian apakah upahku? Upahku ialah ini: bahwa aku boleh memberitakan Injil tanpa upah, dan bahwa aku tidak mempergunakan hakku sebagai pemberita Injil.”1 Korintus 9:18 · TB
Terjemahan Baru
“Kalau begitu, upah saya apa? Ini upahnya: bahwa saya dapat memberitakan Kabar Baik itu tanpa memberatkan seorang pun untuk membiayai saya, karena saya tidak menuntut hak-hak saya sebagai pemberita Kabar Baik itu.”1 Korintus 9:18 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Jadi, apa upah saya dalam pelayanan ini? Inilah upah saya: Saya senang memberitakan Kabar Baik tentang Kristus tanpa dibayar dan tanpa menuntut upah jasmani apa pun, meski itu hak yang wajar atas pekerjaan rohani ini.”1 Korintus 9:18 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“What is my reward then? Verily that, when I preach the gospel, I may make the gospel of Christ without charge, that I abuse not my power in the gospel.”1 Korintus 9:18 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 1 Korintus 9:18?
Paulus menjelaskan bahwa upahnya adalah memberitakan Injil secara gratis, tanpa memakai haknya untuk mendapat dukungan materi. Ini adalah pilihan sukarela yang menunjukkan kemurnian motivasinya dan dedikasinya pada Injil.
Latar belakang
Upah yang membalik logika
Paulus mengajukan pertanyaan retoris: apakah upahnya? Jawabannya mengejutkan dan paradoks—upahnya adalah memberitakan Injil tanpa bayaran. Kepuasan dan sukacitanya justru datang dari tidak menuntut haknya. Inilah 'gaji' yang dia kejar, bukan uang atau pengakuan.
Di mana
Korintus, Yunani
Jemaat yang mendengarkan definisi Paulus tentang upah sejati
Kapan
~50 M
Mendefinisikan ulang konsep upah
Yang berbicara
Paulus
Rasul yang menemukan sukacita dalam melayani tanpa bayaran
Kepada
Jemaat Korintus
Jemaat yang heran mengapa Paulus menolak dukungan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
μισθός (misthos)
mis-thos · reward
upah, ganjaran, atau kompensasi; apa yang diterima sebagai hasil kerja
δωρεάν (dōreán)
do-re-an · free of charge
tanpa biaya atau gratis; tanpa meminta bayaran
κατακρήζομαι (katakhrḗzomai)
ka-ta-khra-zo-mai · make use of
untuk menyalahgunakan atau mengambil keuntungan dari hak
'Misthos' Paulus adalah memberitakan Injil 'dōreán' (tanpa bayaran) tanpa 'katakhrâomai' (menyalahgunakan) haknya—upah yang membalik seluruh logika dunia.
Tahukah kamu
Membalik nilai-nilai dunia
Bagi kebanyakan orang dalam dunia, upah berarti mendapat uang. Paulus membalik total logika ini: upahnya adalah kepuasan melayani Kristus secara murni tanpa beban finansial atau motif pribadi.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 1 Korintus 9:18
2 Korintus 11:7-8
memberitakan Injil tanpa upah
“Atau apakah aku telah berbuat salah karena aku merendahkan diri supaya kamu ditinggikan, yaitu karena aku memberitakan Injil Allah kepada kamu tanpa meminta upah?”
Matius 10:8
tanpa bayaran
“Dengan cuma-cuma kamu telah menerima, dengan cuma-cuma pula kamu harus memberikan”
1 Tesalonika 2:8-9
melayani tanpa upah
“Demikian kasih sayang kami kepada kamu sehingga kami berkenan untuk memberikan tidak hanya Injil Allah, tetapi juga nyawa kami sendiri kepada kamu... Sebab kamu ingat, saudara-saudara, akan usaha dan kerja keras kami”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 1 Korintus 9:18
✕ Sering dikira
"Upah Paulus adalah uang yang dia kumpulkan dari masyarakat"
✓ Yang sebenarnya
Upahnya justru adalah kepuasan dan kehormatan melayani Kristus tanpa mengharapkan kompensasi materi
✕ Sering dikira
"Paulus melarang semua pelayan Injil menerima upah dari jemaat"
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah pilihan pribadi Paulus; hak untuk menerima upah tetap sah, seperti yang dibuktikannya sebelumnya
Renungan
Renungan Singkat 1 Korintus 9:18
Ada sukacita besar ketika kita melayani tanpa mengharapkan imbalan. Renungkan cara-cara kreatif untuk melayani orang lain secara gratis, sebagai ungkapan kasih yang murni.
Bapa, berikan kami sukacita dalam melayani tanpa pamrih, seperti Paulus yang bermegah karena memberitakan Injil dengan cuma-cuma. Amin.