Akhirnya, Allah akan menjadi segala-galanya dalam semuanya
1 Korintus 15:28
Kebangkitan: Jantung dari Iman Kristen
“Ketika segala sesuatu diletakkan di bawah Kristus, setelah itu Anak sendiri juga akan menaklukkan diri kepada Dia, yang menaklukkan semuanya di bawah Kristus sehingga Allah akan menjadi segala-galanya di dalam semuanya.”1 Korintus 15:28 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tetapi kalau segala sesuatu telah ditaklukkan di bawah Kristus, maka Ia sendiri sebagai Anak akan menaklukkan diri-Nya di bawah Dia, yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah- Nya, supaya Allah menjadi semua di dalam semua.”1 Korintus 15:28 · TB
Terjemahan Baru
“Tetapi setelah seluruhnya ditaklukkan ke bawah pemerintahan Kristus, maka Ia sendiri, yaitu Anak Allah, akan menaklukkan diri-Nya kepada Allah yang sudah membuat segala-galanya takluk kepada-Nya. Maka Allah sendiri pun akan memerintah semuanya.”1 Korintus 15:28 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Sesudah segala sesuatu berada di bawah kuasa Anak Allah, maka Kristus sendiri akan menunjukkan bahwa diri-Nya pun berada di bawah kuasa Allah Bapa yang sudah meletakkan segala sesuatu di bawah kuasa Anak-Nya. Dengan demikian nyatalah bahwa Allah adalah Yang Mahakuasa dan Mahatinggi.”1 Korintus 15:28 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And when all things shall be subdued unto him, then shall the Son also himself be subject unto him that put all things under him, that God may be all in all.”1 Korintus 15:28 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 1 Korintus 15:28?
Paulus menjelaskan bahwa pada akhirnya Kristus akan menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, dan dengan demikian Allah akan menjadi segala-galanya di dalam semuanya. Ini menunjukkan tujuan akhir dari rencana Allah: Allah yang memerintah semuanya dan semua makhluk tunduk kepada-Nya dengan penuh sukacita.
Latar belakang
Tujuan akhir yang luar biasa
'Allah akan menjadi segala-galanya di dalam semuanya' — kalimat ini menggambarkan kondisi akhir segala sesuatu. Tidak ada lagi pemisahan, tidak ada lagi musuh, tidak ada lagi kematian. Hanya Allah yang mengisi semuanya.
Di mana
Korintus
Jemaat yang perlu termotivasi oleh gambaran besar tujuan Allah
Kapan
~55 M
Puncak eskatologi Paulus di pasal ini
Yang berbicara
Paulus
Rasul yang memuncaki gambaran eskatologi dengan visi Allah sebagai segalanya
Kepada
Jemaat Korintus
Perlu melihat tujuan akhir dari seluruh rencana keselamatan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ὑποταγήσεται
hypotagēsetai · subjected himself
akan tunduk — tindakan sukarela, bukan paksaan
πάντα ἐν πᾶσιν
panta en pasin · all in all
segala-galanya dalam semuanya — kepenuhan total
ὁ θεός
ho theos · God
Allah — dengan artikel, spesifik, Bapa
Panta en pasin adalah puncak kosmologis: bukan penghancuran semua, tapi pemenuhan semua dalam Allah yang adalah sumber segala sesuatu.
Tahukah kamu
Bukan panteisme
Ayat ini sering disalahpahami sebagai 'semua menjadi Allah' (panteisme) atau 'Allah menyerap segalanya'. Tapi Paulus bicara soal Allah menjadi sumber, pusat, dan pengisi dari segala sesuatu — bukan semua menjadi satu entitas.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 1 Korintus 15:28
Efesus 1:23
segala-galanya di dalam semuanya
“Yaitu jemaat yang adalah tubuh-Nya, kepenuhan Dia yang memenuhi semua dan segala sesuatu.”
Kolose 3:11
segala-galanya di dalam semuanya
“Dalam hal ini tiada lagi orang Yunani atau orang Yahudi... tetapi Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu.”
Wahyu 21:3
Allah akan menjadi segala-galanya
“Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama mereka.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 1 Korintus 15:28
✕ Sering dikira
"Kristus tunduk kepada Bapa berarti Ia lebih rendah dari Bapa."
✓ Yang sebenarnya
Tunduk (hypotassō) soal fungsi dan urutan misi, bukan soal hakikat atau nilai. Anak yang menyelesaikan tugasnya tidak otomatis lebih rendah dari bapanya.
✕ Sering dikira
"Allah menjadi segalanya berarti manusia kehilangan identitas."
✓ Yang sebenarnya
Konteks Paulus adalah komunio penuh, bukan penyerapan — seperti cahaya yang memenuhi ruangan tanpa menghilangkan benda-benda di dalamnya.
Renungan
Renungan Singkat 1 Korintus 15:28
Kita hidup untuk tujuan akhir yang mulia: Allah menjadi segala-galanya. Saat ini, kita bisa mulai mengalami 'Allah sebagai segala-galanya' dengan menjadikan Dia prioritas utama dalam hidup kita, mengalahkan keinginan diri sendiri, dan membiarkan Dia memenuhi setiap area kehidupan.
Ya Allah, jadikanlah Engkau segala-galanya dalam hidupku. Aku ingin Engkau memerintah sepenuhnya, dan semua yang kulakukan memuliakan-Mu. Amin.