~2000-an SM

Sara

Ibu bangsa-bangsa yang sempat tertawa

Siapa Itu Sara?

Sara, yang awalnya bernama Sarai, adalah istri Abraham dan tokoh penting dalam kisah awal bangsa Israel. Ia disebut sebagai ibu bangsa-bangsa, meskipun pada awalnya ia mengalami masa mandul yang panjang. Kisahnya dimulai ketika ia ikut Abraham ke Mesir (Kejadian 12), di mana karena takut, Abraham menyebutnya sebagai saudaranya, dan Sara pun dibawa ke istana Firaun sebelum Tuhan menegur Firaun. Perjalanan imannya penuh liku, tetapi ia tetap setia mendampingi Abraham dalam panggilan Tuhan.

Ketika janji keturunan tertunda, Sara mengambil inisiatif dengan memberikan hambanya, Hagar, kepada Abraham, yang melahirkan Ismael (Kejadian 16). Namun, tindakan ini membawa konflik dalam keluarganya. Bertahun-tahun kemudian, saat Sara sudah sangat tua, Tuhan mengulangi janji-Nya bahwa ia akan memiliki anak. Mendengar itu, Sara tertawa dalam hatinya karena merasa mustahil (Kejadian 18). Namun, Tuhan menegaskan bahwa tidak ada yang mustahil bagi-Nya, dan tepat seperti firman-Nya, Sara mengandung dan melahirkan Ishak di usia 90 tahun (Kejadian 21).

Kisah Sara relevan karena menunjukkan bahwa iman tidak selalu mulus; ia sempat ragu, tertawa, dan mencoba mengatur rencana Tuhan dengan caranya sendiri. Namun, Tuhan tetap setia pada janji-Nya, dan Sara belajar bahwa harapan tidak pernah hilang meski keadaan tampak mustahil. Bagi pembaca modern, Sara mengingatkan bahwa Tuhan bekerja dalam waktu-Nya, dan bahwa keraguan atau tawa kita tidak membatalkan rencana-Nya. Ia juga mengajarkan bahwa identitas kita tidak ditentukan oleh kesuburan, status, atau usia, tetapi oleh panggilan dan kasih setia Tuhan.

Kisah Sara di Alkitab

  1. Ikut Abraham ke MesirKejadian 12
  2. Hagar dan IsmaelKejadian 16
  3. Tertawa mendengar janjiKejadian 18
  4. Kelahiran IshakKejadian 21

Tokoh terkait