Tuhan Mencari dengan Pelita
Zefanya 1:12
Hari TUHAN: Keadilan Dimulai dari Kota
““Pada waktu itu, Aku akan mencari Yerusalem dengan pelita dan menghukum orang-orang yang membeku seperti anggur pada endapannya, dan yang berkata dalam hatinya: ‘TUHAN tidak akan berbuat baik dan tidak akan berbuat jahat!’””Zefanya 1:12 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Pada waktu itu Aku akan menggeledah Yerusalem dengan memakai obor dan akan menghukum orang-orang yang telah mengental seperti anggur di atas endapannya dan yang berkata dalam hatinya: TUHAN tidak berbuat baik dan tidak berbuat jahat!”Zefanya 1:12 · TB
Terjemahan Baru
“Pada waktu itu Aku akan mengambil obor, dan menggeledah kota Yerusalem. Akan Kuhukum penduduknya yang acuh tak acuh itu serta yang puas dengan dirinya sendiri, dan yang berpikir bahwa Aku, TUHAN tak pernah bertindak begini atau begitu.”Zefanya 1:12 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“And it shall come to pass at that time, that I will search Jerusalem with candles, and punish the men that are settled on their lees: that say in their heart, The LORD will not do good, neither will he do evil.”Zefanya 1:12 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Zefanya 1:12?
Tuhan akan menyelidiki Yerusalem dengan pelita untuk menghukum orang-orang yang 'membeku seperti anggur pada endapannya', yaitu mereka yang merasa aman dan tidak peduli, berpikir Tuhan tidak akan berbuat baik atau jahat. Ini adalah sikap apatis dan tidak percaya bahwa Tuhan peduli pada keadilan.
Latar belakang
Orang Yang Tidak Peduli
Tuhan akan mencari Yerusalem seperti menyelidiki dengan pelita untuk menghukum mereka yang 'membeku seperti anggur di endapannya', yaitu yang diam saja, tidak peduli, dan berpikir Tuhan tidak campur tangan. Mereka hidup nyaman, tidak mengharapkan kebaikan maupun keburukan dari Tuhan.
Di mana
Yerusalem
Kota Yerusalem secara umum
Kapan
~620 SM
Periode Kerajaan Yehuda, menjelang pembuangan Babel
Yang berbicara
Tuhan
Penguasa semesta, berfirman melalui nabi.
Kepada
Orang-orang yang Leluasa
Mereka yang merasa aman dan berkata: 'Tuhan tak akan berbuat apa-apa'—orang berpuas diri.
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
נֵר
ner · pelita
lampu kecil yang memberi cahaya untuk memeriksa sesuatu secara detail
קָפָא
qafa · membeku
mengeras atau mengental, seperti anggur yang tidak diaduk
שֶׁמֶר
shemer · endapannya
ampas atau selaput tebal di dasar wadah anggur
Pelita Tuhan menyinari kedalaman hati yang 'mengendap'—kepuasan diri yang tidak mau diganggu. Anggur yang tidak diaduk menjadi kental dan rusak, begitu pula jiwa yang tidak mau digerakkan oleh firman Tuhan menjadi beku dan tidak berubah.
Tahukah kamu
Anggur Endapan
Anggur di zaman kuno dibiarkan di atas endapannya agar pekat; memindahkannya akan merusak rasa. Analogi ini berarti mereka tidak pernah 'dikocok' oleh kesulitan, sehingga menjadi keras dan apatis.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Zefanya 1:12
Mazmur 139:23-24
Allah menyelidiki batin
“Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku; ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku.”
Wahyu 3:16
sikap hangat-hangat
“Karena engkau suam-suam kuku, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.”
Yesaya 29:13
hati yang tidak peka
“Bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya, tetapi hati mereka jauh dari pada-Ku.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Zefanya 1:12
✕ Sering dikira
Tuhan hanya menghukum orang jahat secara terang-terangan.
✓ Yang sebenarnya
Ia juga menghukum mereka yang pasif dan acuh tak acuh terhadap keadilan dan kebenaran.
✕ Sering dikira
Orang itu berzikir bahwa Tuhan tidak akan berbuat baik atau jahat—itu sama dengan atheisme.
✓ Yang sebenarnya
Mereka percaya Tuhan ada, tetapi menganggap Dia tidak terlibat dalam urusan manusia, sehingga mereka hidup tak peduli.
Renungan
Renungan Singkat Zefanya 1:12
Jika kita merasa nyaman dan tidak peduli dengan dosa di sekitar kita, kita bisa menjadi seperti anggur yang mengendap, tidak berguna. Ayat ini menantang kita untuk tidak acuh terhadap kebenaran, tetapi aktif mencari keadilan dan hidup setia di hadapan Tuhan, karena Dia melihat semuanya dengan terang.
Tuhan, bangunkan hatiku dari sikap tidak peduli; berikan aku kepekaan untuk mengasihi keadilan dan berjalan dalam terang-Mu. Amin.