Pembuangan undi di Silo

Yosua 18:6

Pembagian Tanah Selesai

Kamu harus mencatat daerah itu dalam tujuh bagian, lalu bawalah ke sini kepadaku. Aku akan membuang undi bagimu di sini di hadapan TUHAN, Allah kita.

Yosua 18:6 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yosua 18:6?

Yosua akan membuang undi di hadapan Tuhan untuk menentukan bagian masing-masing suku, menunjukkan bahwa keputusan pembagian tanah diserahkan kepada kehendak Allah.

Latar belakang

Yosua bersiap membuang undi

Yosua memerintahkan para pengintai untuk membawa catatan wilayah, lalu dia akan membuang undi di hadapan TUHAN untuk membagi tanah. Ini menunjukkan bahwa pembagian ditentukan Allah, bukan manusia.

Di mana

Silo

Di Tenda Pertemuan, siang hari

Kapan

~1400 SM

Perebutan Kanaan

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Penaklukan kota-kota utama
Pembagian warisan tujuh suku
Kamu di sini
Y

Yang berbicara

Yosua

Pemimpin Israel, penerus Musa

O

Kepada

Orang Israel

Umat pilihan Allah, baru masuk Kanaan

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

תִּכְתְּבוּ

tikhte'vu · mencatat

menuliskan, mendeskripsikan

הָבִיאוּ

havi'u · bawalah

membawa ke sini

גּוֹרָל

goral · undi

undian, batu kecil; nasib

Undian bukan sekadar kebetulan—itu cara Allah menunjukkan kehendak-Nya. Manusia bekerja (mencatat, membawa), tetapi Allah yang memutuskan.

Tahukah kamu

Undian sebagai keputusan ilahi

Dalam budaya kuno, undian sering digunakan untuk menetapkan keputusan penting, dan orang Israel percaya TUHAN mengendalikan hasilnya.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yosua 18:6

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yosua 18:6

✕  Sering dikira

Undian dianggap hanya permainan untung-untungan.

✓  Yang sebenarnya

Bagi umat Israel, undian adalah cara serius untuk mengetahui kehendak Allah.

✕  Sering dikira

Yosua membuang undi sendiri tanpa partisipasi rakyat.

✓  Yang sebenarnya

Rakyat terlibat dalam mencatat dan melaporkan, lalu Yosua membuang undi di hadapan umum.

Renungan

Renungan Singkat Yosua 18:6

Saat menghadapi pilihan sulit, kita dapat membawanya dalam doa dan meminta petunjuk Tuhan. Biarkan Allah yang menentukan arah, bukan hanya keinginan kita sendiri.

Ya Tuhan, pimpin setiap keputusan kami, supaya semuanya sesuai dengan kehendak-Mu. Amin.