Kembali ke Kana, tempat mujizat pertama
Yohanes 4:46
Iman yang Lahir Tanpa Melihat Tanda
“Karena itu, Yesus datang lagi ke Kana, Galilea, tempat Dia pernah membuat air menjadi air anggur. Di Kapernaum ada seorang pegawai istana yang anak laki-lakinya sedang sakit.”Yohanes 4:46 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Maka Yesus kembali lagi ke Kana di Galilea, di mana Ia membuat air menjadi anggur. Dan di Kapernaum ada seorang pegawai istana, anaknya sedang sakit.”Yohanes 4:46 · TB
Terjemahan Baru
“Kemudian Yesus kembali ke Kana di Galilea, di mana Ia pernah mengubah air menjadi anggur. Di kota itu ada seorang pegawai pemerintah, anaknya sedang sakit di Kapernaum.”Yohanes 4:46 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Ketika berada di Galilea, Yesus kembali lagi ke desa Kana di mana Dia pernah mengubah air menjadi anggur. Desa itu tidak jauh dari kota Kapernaum. Ada seorang pejabat pemerintah yang tinggal di Kapernaum, dan pada waktu itu anak laki-lakinya sedang sakit,”Yohanes 4:46 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“So Jesus came again into Cana of Galilee, where he made the water wine. And there was a certain nobleman, whose son was sick at Capernaum.”Yohanes 4:46 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yohanes 4:46?
Yesus kembali ke Kana, tempat Ia mengubah air menjadi anggur. Di sana ada seorang pegawai istana yang anaknya sakit di Kapernaum. Ini menunjukkan kontras antara sambutan orang Galilea yang dangkal dengan kebutuhan nyata dari pegawai istana ini. Kana menjadi saksi kedua kuasa Yesus atas penyakit, kali ini dari kejauhan.
Latar belakang
Dari pesta ke krisis
Yesus kembali ke Kana — tempat mujizat pertama (air jadi anggur di pesta pernikahan). Kali ini konteksnya sangat berbeda: bukan pesta, tapi krisis. Seorang pegawai istana dari Kapernaum, jauh dari jabatannya, datang memohon karena anaknya hampir mati.
Di mana
Kana, Galilea
Kota tempat mujizat air menjadi anggur, kini ada ayah yang putus asa
Kapan
~30 M
Awal pelayanan Yesus
Yang berbicara
Narator (Yohanes)
Murid yang menghubungkan kejadian ini dengan mujizat pertama
Kepada
Pembaca Injil Yohanes
Komunitas percaya akhir abad pertama
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
βασιλικός
basilikos · pegawai istana
orang raja, pejabat di bawah Herodes atau Romawi
ἠσθένει
ēsthenei · sakit
sedang sakit, lemah — kondisi yang berkelanjutan
τὸ ὕδωρ οἶνον
to hydōr oinon · air menjadi anggur
referensi ke mujizat Kana pertama
Kata basilikos (pegawai istana) disampaikan dua kali dalam ayat ini — menegaskan status sosialnya yang tinggi. Tapi kata ēsthenei (sedang sakit) menyetarakan semua orang: di hadapan penyakit anak, status tidak ada artinya.
Tahukah kamu
'Pegawai istana' siapa?
Kata Yunaninya basilikos — orang raja, pegawai Herodes Antipas. Ini orang penting dengan status dan kekuasaan. Tapi di hadapan kematian anaknya, jabatan itu tidak berarti. Ia berlari ke Yesus seperti orang biasa.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yohanes 4:46
Yohanes 2:11
kembali ke lokasi mujizat pertama
“Itulah tanda mujizat pertama yang dibuat Yesus di Kana.”
Matius 8:5-13
pejabat yang memohon kesembuhan dari jauh
“Seorang perwira datang memohon kepada Yesus.”
Markus 5:23
orang tua yang memohon kesembuhan anak
“Anakku perempuan akan mati. Datanglah dan letakkanlah tangan-Mu atasnya.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yohanes 4:46
✕ Sering dikira
"Ini adalah mujizat yang sama dengan di Matius 8, hanya versi berbeda."
✓ Yang sebenarnya
Kemungkinan dua kejadian yang berbeda — perwira Romawi Matius berbeda konteks dan respons dengan pegawai istana Herodes di Yohanes.
✕ Sering dikira
"Pegawai istana ini adalah orang Romawi kafir."
✓ Yang sebenarnya
Basilikos bisa juga Yahudi yang bekerja untuk Herodes Antipas — tidak bisa dipastikan hanya dari kata itu.
Renungan
Renungan Singkat Yohanes 4:46
Tuhan dapat bekerja dalam hidup kita bahkan tanpa kehadiran fisik-Nya yang terlihat oleh mata. Pegawai istana ini mengajarkan kita untuk datang kepada Yesus dengan iman, apa pun keadaan kita, dan percaya bahwa Dia sanggup menolong.
Bapa, aku datang kepada-Mu dengan segala kebutuhanku. Ajar aku untuk percaya sepenuhnya pada kuasa-Mu, bahkan ketika Engkau tidak terlihat. Amin.