Diutus seperti Yesus diutus Bapa
Yohanes 20:21
Kubur yang Kosong dan Tuhan yang Bangkit
“Kemudian, Yesus berkata kepada mereka lagi, “Damai sejahtera bagi kamu. Sama seperti Bapa telah mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.””Yohanes 20:21 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu."”Yohanes 20:21 · TB
Terjemahan Baru
“Lalu Yesus berkata kepada mereka sekali lagi, "Salam sejahtera bagimu. Seperti Bapa mengutus Aku, begitu juga Aku mengutus kalian."”Yohanes 20:21 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Lalu Yesus berkata lagi kepada kami, “Biarlah ada ketenangan di hati kalian. Sama seperti Bapa sudah mengutus Aku, begitu jugalah sekarang Aku mengutus kalian.””Yohanes 20:21 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Then said Jesus to them again, Peace be unto you: as my Father hath sent me, even so send I you.”Yohanes 20:21 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yohanes 20:21?
Yesus mengulangi salam damai dan mengutus murid-murid-Nya sama seperti Bapa mengutus Dia. Ini adalah momen pengutusan resmi agar mereka melanjutkan misi-Nya di dunia.
Latar belakang
Pengiriman yang mengubah segalanya
Yesus mengulang salam damai, lalu langsung memberikan misi: 'Sama seperti Bapa telah mengutus Aku, Aku mengutus kamu.' Pola pengiriman ini adalah inti dari apa yang disebut 'Amanat Agung' dalam Injil Yohanes. Mereka tidak diutus dengan kekuatan sendiri, tapi dengan otoritas dan pola yang sama seperti Yesus sendiri diutus. Ini pengiriman yang sangat serius.
Di mana
Ruangan tertutup, Yerusalem
Momen pengiriman misi setelah sukacita kebangkitan
Kapan
~30 M
Malam Minggu Paskah pertama
Yang berbicara
Yesus kepada murid-murid
Yesus yang bangkit memberikan mandat misi kepada murid-murid
Kepada
Para murid yang dikumpulkan
Kelompok yang akan menjadi inti gerakan Kristen mula-mula
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἀπέσταλκέν
telah mengutus · has sent
Perfect tense dari apostellō — pengutusan yang sudah berlangsung dan dampaknya terus ada; akar kata 'apostolos' (rasul)
πέμπω
Aku mengutus · I am sending
Present tense — pengiriman yang terjadi sekarang, aktif, di momen ini
κἀγώ
demikian juga Aku · even so
Ekspresi paralel yang kuat — pola pengutusan Bapa-Anak diulangi dalam pengutusan Anak-murid
ἀπέσταλκέν (sudah diutus) berhadapan dengan πέμπω (sekarang mengutus) — pengutusan ilahi yang membentang dari Bapa ke Anak ke murid. Rantai misi yang tidak putus.
Tahukah kamu
Dua kata 'mengutus' yang berbeda dalam satu kalimat
Bahasa Yunani aslinya pakai dua kata berbeda: 'Bapa telah ἀπέσταλκέν (apostellō) Aku, Aku πέμπω (pempō) kamu.' Apostellō biasanya untuk misi formal dengan otoritas penuh; pempō lebih umum. Kombinasi ini menunjukkan bahwa pengiriman murid-murid adalah misi yang sah tapi dalam kadar dan cara yang berbeda.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yohanes 20:21
Yohanes 17:18
Dalam doa imam besar malam sebelumnya Yesus sudah menyampaikan pola pengiriman yang sama
“Sama seperti Engkau mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku mengutus mereka ke dalam dunia.”
Matius 28:19
Amanat Agung versi Matius — pengiriman yang sama dalam kata-kata berbeda
“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku...”
Yohanes 20:17
Penyatuan status antara Yesus dan murid di hadapan Bapa — yang mendahului pengiriman ini
“...Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yohanes 20:21
✕ Sering dikira
Murid-murid diutus dengan kekuatan dan otoritas yang sama persis seperti Yesus — mereka setara dengan Yesus.
✓ Yang sebenarnya
Pola pengirimannya sama, tapi levelnya berbeda. Yesus adalah Anak Allah yang mengutus; murid-murid adalah hamba yang diutus. Otoritasnya bersumber dari Yesus, bukan mandiri.
✕ Sering dikira
Pengiriman ini hanya untuk dua belas rasul asli, bukan untuk semua pengikut Yesus.
✓ Yang sebenarnya
Teks tidak membatasi — dan komunitas Kristiani awal menafsirkan pengiriman ini sebagai mandat untuk seluruh gereja.
Renungan
Renungan Singkat Yohanes 20:21
Kita juga diutus untuk menjadi saksi-Nya. Panggilan itu tidak harus besar, tapi bisa dimulai dari hal-hal kecil di lingkungan kita.
Bapa, utuslah aku untuk menjadi saluran kasih-Mu di tengah dunia, Amin.