'Lihatlah Orang ini!' — Ecce Homo
Yohanes 19:5
Jalan Salib: Dari Ruang Sidang ke Golgota
“Lalu, Yesus keluar dengan memakai mahkota duri dan jubah ungu. Pilatus berkata kepada mereka, “Lihatlah Orang ini!””Yohanes 19:5 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Lalu Yesus keluar, bermahkota duri dan berjubah ungu. Maka kata Pilatus kepada mereka: "Lihatlah manusia itu!"”Yohanes 19:5 · TB
Terjemahan Baru
“Maka Yesus keluar dengan memakai mahkota duri dan jubah ungu. Pilatus berkata kepada mereka, "Lihatlah orang itu."”Yohanes 19:5 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Lalu Yesus keluar dengan masih memakai mahkota duri dan baju ungu tadi. Pilatus berkata kepada mereka, “Inilah dia!””Yohanes 19:5 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Then came Jesus forth, wearing the crown of thorns, and the purple robe. And Pilate saith unto them, Behold the man!”Yohanes 19:5 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yohanes 19:5?
Yesus keluar dengan mahkota duri dan jubah ungu, dan Pilatus berkata, 'Lihatlah Orang ini!' Ini memperlihatkan Yesus yang menderita namun tetap agung, sebagai Raja yang disalahpahami oleh dunia.
Latar belakang
Kalimat yang mengubah sejarah seni
Pilatus memperlihatkan Yesus dalam kondisi sesudah disesah — berdarah, memakai mahkota duri dan jubah ungu — sambil berkata dalam bahasa Latin: 'Ecce Homo' (Lihatlah Orang ini!). Pilatus mungkin berharap pemandangan menyedihkan ini mengundang belas kasihan massa. Kalimat ini kemudian menjadi salah satu frasa paling terkenal dalam sejarah Barat.
Di mana
Pretoria (Istana Gubernur), Yerusalem
Pintu masuk istana gubernur menghadap kerumunan di luar
Kapan
~30 M
Sengsara Yesus — momen 'Ecce Homo' yang ikonik
Yang berbicara
Pilatus
Gubernur Romawi yang menampilkan Yesus kepada kerumunan dalam kondisi mengenaskan
Kepada
Kerumunan di depan istana
Imam-imam kepala, perwira Romawi, dan rakyat yang berdiri di luar
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἰδού
lihatlah · behold / look
Perintah untuk memperhatikan; meminta audiens fokus ke satu objek
ἄνθρωπον
orang / manusia · man / human
Manusia biasa; Pilatus mereduksi Yesus jadi 'orang' semata, padahal Ia Anak Allah
ἤγαγεν
membawa keluar · brought out
Membawa keluar seperti menampilkan barang bukti di sidang
Pilatus menyebut Yesus sekadar 'manusia' (anthropon) untuk mengundang belas kasihan, padahal justru pengakuan kemanusiaan Yesus inilah yang membuat pengorbanan-Nya bermakna bagi seluruh umat manusia.
Tahukah kamu
Ecce Homo menginspirasi ribuan karya seni
Frasa Latin 'Ecce Homo' yang lahir dari ayat ini menjadi judul ratusan lukisan, patung, dan karya sastra selama 2000 tahun — dari Titian hingga Nietzsche yang memakainya sebagai judul otobiografinya.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yohanes 19:5
Yesaya 52:14
Nubuat tentang Mesias yang tampilannya begitu rusak hingga tak lagi tampak manusiawi
“Seperti banyak orang yang tadinya terkejut melihat dia — mukanya sangat rusak, tidak seperti manusia lagi — begitu pun ia akan membuat banyak bangsa tercengang.”
Yohanes 1:14
Yesus memang adalah manusia sejati — 'orang' yang ditunjukkan Pilatus adalah Firman yang berinkarnasi
“Firman itu telah menjadi daging dan tinggal di antara kita.”
Filipi 2:7-8
Yesus memilih menjadi manusia dan merendah sampai titik ini
“Ia telah mengosongkan diri-Nya sendiri dan mengambil rupa seorang hamba, menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia merendahkan diri-Nya.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yohanes 19:5
✕ Sering dikira
'Pilatus sangat peduli pada Yesus sehingga membela-Nya dengan berani'
✓ Yang sebenarnya
Pilatus menampilkan Yesus sebagai strategi untuk meredakan amarah massa, bukan sebagai pembelaan tulus
✕ Sering dikira
'Ecce Homo berarti Yesus hanya manusia biasa'
✓ Yang sebenarnya
Pilatus menyebutnya manusia biasa, tapi Injil Yohanes sejak awal menyatakan Dia adalah Firman yang menjadi daging
Renungan
Renungan Singkat Yohanes 19:5
Yesus menunjukkan keagungan-Nya di tengah penghinaan. Ketika kita merasa hina atau gagal, ingatlah bahwa identitas kita dalam Kristus jauh lebih besar daripada pandangan orang lain.
Tuhan Yesus, tolong aku untuk melihat nilai diriku dalam Engkau, bukan dalam penilaian manusia. Amin.