Pilatus pamer kuasa kepada Yesus
Yohanes 19:10
Jalan Salib: Dari Ruang Sidang ke Golgota
“Pilatus berkata kepada-Nya, “Engkau tidak mau berbicara denganku? Apakah Engkau tidak tahu bahwa aku memiliki kuasa untuk membebaskan-Mu dan memiliki kuasa untuk menyalibkan-Mu?””Yohanes 19:10 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Maka kata Pilatus kepada-Nya: "Tidakkah Engkau mau bicara dengan aku? Tidakkah Engkau tahu, bahwa aku berkuasa untuk membebaskan Engkau, dan berkuasa juga untuk menyalibkan Engkau?"”Yohanes 19:10 · TB
Terjemahan Baru
“Jadi Pilatus berkata lagi, "Engkau tak mau bicara dengan saya? Ketahuilah, saya mempunyai kuasa membebaskan Engkau, dan kuasa menyalibkan Engkau!"”Yohanes 19:10 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Lalu Pilatus berkata, “Kenapa kamu diam?! Apakah kamu tidak tahu bahwa saya mempunyai kuasa untuk membebaskanmu dan juga untuk menyalibkan kamu?””Yohanes 19:10 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Then saith Pilate unto him, Speakest thou not unto me? knowest thou not that I have power to crucify thee, and have power to release thee?”Yohanes 19:10 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yohanes 19:10?
Pilatus merasa memiliki kuasa atas Yesus, tetapi Yesus menegaskan bahwa kuasa Pilatus berasal dari atas. Pilatus tidak memiliki kuasa mutlak; ada otoritas yang lebih tinggi yang memegang kendali.
Latar belakang
Klaim besar dari orang yang tidak tahu siapa di hadapannya
Pilatus frustrasi karena Yesus tidak mau bicara, jadi ia menggertak: 'Aku punya kuasa untuk membebaskan atau menyalibkan-Mu!' Pernyataan ini terdengar kuat, tapi Yesus akan segera membalikkannya dengan satu kalimat yang lebih dalam.
Di mana
Pretoria (Istana Gubernur), Yerusalem
Di dalam ruang pengadilan, pertemuan privat yang semakin tegang
Kapan
~30 M
Sengsara Yesus — Pilatus mencoba menekan Yesus dengan klaim otoritas
Yang berbicara
Pilatus
Gubernur yang frustrasi dengan diam Yesus, mencoba menegaskan otoritasnya
Kepada
Yesus
Berdiri diam di hadapan klaim kuasa manusiawi yang sebenarnya terbatas
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἐξουσίαν
kuasa · authority / power
Otoritas yang diberikan, bukan kekuatan inheren; kata yang sama Yesus pakai untuk menjawab
ἀπολῦσαί
membebaskan · release / set free
Membebaskan dari tahanan; hak prerogratif gubernur
σταυρῶσαί
menyalibkan · crucify
Hukuman terberat; Pilatus menyebut kedua ekstrem kekuasaannya sekaligus
Pilatus mengklaim exousia (kuasa/otoritas) atas Yesus — tapi Yesus akan segera menjelaskan bahwa exousia itu sendiri hanya ada karena diberikan dari atas, dan Pilatus sebenarnya tidak lebih dari instrumen yang diizinkan.
Tahukah kamu
Kuasa hidup-mati adalah hak istimewa gubernur Romawi
Ius gladii — 'hak pedang' — adalah kekuasaan eksklusif gubernur Romawi untuk menjatuhkan hukuman mati. Pilatus memang secara teknis benar. Tapi ia tidak menyadari bahwa 'kuasa' yang ia bangga-banggakan itu sendiri adalah pemberian dari Yang Di Atas.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yohanes 19:10
Daniel 2:21
Kekuasaan manusiawi selalu berasal dari dan tunduk pada Allah
“Dia mengubah waktu dan musim; Dia memindahkan raja-raja dan mengangkat raja-raja.”
Roma 13:1
Otoritas Pilatus sendiri berasal dari Allah — persis seperti yang Yesus akan katakan
“Setiap orang harus tunduk kepada pemerintah yang berkuasa, sebab tidak ada pemerintah yang tidak berasal dari Allah.”
Yohanes 10:18
Yesus sebenarnya memiliki kuasa atas nyawa-Nya sendiri — bukan Pilatus
“Tidak seorang pun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yohanes 19:10
✕ Sering dikira
'Pilatus benar bahwa ia punya kuasa penuh atas Yesus'
✓ Yang sebenarnya
Yesus segera mengoreksi: kuasa Pilatus hanya ada karena diberikan dari atas — kuasanya terbatas dan bersumber dari Allah
✕ Sering dikira
'Diam Yesus sebelumnya berarti Ia menyerah pada sistem'
✓ Yang sebenarnya
Yesus diam sampai Pilatus salah paham tentang kuasa; barulah Ia berbicara untuk meluruskan
Renungan
Renungan Singkat Yohanes 19:10
Jangan mengandalkan jabatan, status, atau kekuasaan duniawi sebagai sumber kebenaran. Semua kuasa adalah pinjaman dari Allah dan akan dimintai pertanggungjawaban.
Bapa, sadarkan aku bahwa semua yang kumiliki berasal dari-Mu, dan ajari aku menggunakan kuasa untuk kebenaran. Amin.