Petrus menyangkal untuk kedua kali di samping perapian
Yohanes 18:25
Petrus Kembali Tidak Mengakui Yesus
“Sementara itu, Simon Petrus masih berdiri dan berdiang. Lalu, mereka bertanya kepadanya, “Bukankah kamu juga salah satu murid Orang itu?” Petrus menyangkalnya dan menjawab, “Bukan.””Yohanes 18:25 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Simon Petrus masih berdiri berdiang. Kata orang-orang di situ kepadanya: "Bukankah engkau juga seorang murid-Nya?"”Yohanes 18:25 · TB
Terjemahan Baru
“Simon Petrus masih juga berdiri berdiang di situ. Orang-orang berkata kepadanya, "Bukankah engkau juga pengikut orang itu?" Tetapi Petrus menyangkal, katanya, "Bukan!"”Yohanes 18:25 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Sementara itu, Petrus masih berdiri menghangatkan badannya di dekat api tadi. Lalu orang-orang di dekatnya berkata kepadanya, “Bukankah kamu salah satu murid orang itu?” Tetapi dia menyangkal dan berkata, “Bukan.””Yohanes 18:25 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And Simon Peter stood and warmed himself. They said therefore unto him, Art not thou also one of his disciples? He denied it, and said, I am not.”Yohanes 18:25 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yohanes 18:25?
Petrus kembali disangka sebagai murid Yesus saat berdiang di halaman imam besar. Lagi-lagi ia menyangkal, meski sebelumnya sudah menyangkal di hadapan seorang pelayan wanita. Ini menunjukkan betapa kuatnya tekanan sosial dan ketakutan yang dialami Petrus.
Latar belakang
Pertanyaan yang sama, jawaban yang sama
Yohanes memotong antara kisah Yesus dan kisah Petrus dengan terampil. Sementara Yesus diinterogasi dan mengatakan kebenaran tanpa takut, Petrus di pelataran luar ditanya hal yang sama dan lagi-lagi menyangkal. Kali ini pertanyaan datang dari kelompok orang, bukan satu orang. Semakin banyak yang bertanya, semakin Petrus terpojok.
Di mana
Halaman istana Imam Besar, Yerusalem
Di sekitar perapian, malam hari
Kapan
~30 M
Penyangkalan kedua dari tiga
Yang berbicara
Simon Petrus
Murid utama Yesus yang terjebak dalam ketakutan
Kepada
Para penjaga di sekitar perapian
Petugas kuil dan pelayan yang berdiang bersama Petrus
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
θερμαινόμενος
thermainomenos · warming himself
Masih berdiang (participle berkelanjutan) — menunjukkan Petrus masih di tempat yang sama
εἶπον
eipon · they said
Mereka berkata (jamak) — kali ini lebih dari satu orang yang bertanya
ἠρνήσατο
ernisato · denied
Menyangkal; kata yang sama persis dengan penyangkalan pertama — pengulangan yang disengaja
Kata 'ernisato' yang identik di kedua penyangkalan menunjukkan pola yang semakin dalam — bukan slip lidah sekali tapi keputusan yang diulang.
Tahukah kamu
Yohanes menyusun narasi ini sebagai kontras yang disengaja
Struktur Yoh 18 mempersilangkan dua cerita: Yesus yang berbicara kebenaran di dalam, dan Petrus yang menyangkal di luar. Setiap kali Yesus mengatakan 'ya, Akulah Dia,' Petrus mengatakan 'bukan.' Yohanes tampaknya menyusun ini sebagai kontras iman vs ketakutan yang disengaja.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yohanes 18:25
Lukas 22:58
Versi Lukas dari penyangkalan kedua Petrus
“Tidak lama kemudian seorang lain melihat dia dan berkata: 'Engkau juga seorang dari antara mereka!' Jawab Petrus: 'Bukan, aku tidak!'”
Yohanes 13:38
Prediksi Yesus yang sedang digenapi langkah demi langkah
“Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.”
Amsal 29:25
Ketakutan kepada manusia sebagai jebakan — persis yang dialami Petrus
“Takut kepada manusia adalah perangkap, tetapi orang yang percaya kepada Tuhan dilindungi.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yohanes 18:25
✕ Sering dikira
Penyangkalan kedua ini lebih ringan karena Petrus sudah panik
✓ Yang sebenarnya
Yohanes memakai kata yang sama persis dengan penyangkalan pertama — tidak ada gradasi 'lebih ringan'
✕ Sering dikira
Petrus menyangkal karena dia tidak benar-benar murid Yesus
✓ Yang sebenarnya
Petrus menyangkal karena takut — terbukti dari tangisannya yang keras setelah ayam berkokok (dalam versi Sinoptik)
Renungan
Renungan Singkat Yohanes 18:25
Kita mungkin tergoda menyangkal iman saat berada dalam situasi yang tidak nyaman atau berisiko. Mari berdoa memohon keberanian untuk tetap setia, bahkan ketika tidak ada yang mendukung kita.
Tuhan, berilah aku keberanian untuk mengakui Engkau dalam segala situasi, meskipun aku takut. Amin.