Yesus memerintahkan pedang dimasukkan ke sarungnya
Yohanes 18:11
Malam Penangkapan di Taman
“Kemudian, Yesus berkata kepada Petrus, “Masukkan pedang itu ke dalam sarungnya! Cawan yang telah Bapa berikan kepada-Ku, bukankah Aku harus meminumnya?””Yohanes 18:11 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Kata Yesus kepada Petrus: "Sarungkan pedangmu itu; bukankah Yohanes Aku harus minum cawan yang diberikan Bapa kepada-Ku?"”Yohanes 18:11 · TB
Terjemahan Baru
“Maka Yesus berkata kepada Petrus, "Masukkan kembali pedangmu ke dalam tempatnya! Apakah engkau pikir Aku tak akan minum piala penderitaan yang diberikan Bapa kepada-Ku?"”Yohanes 18:11 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Lalu Yesus berkata kepada Petrus, “Masukkan kembali pedangmu ke dalam sarungnya. Janganlah kamu menghalangi Aku menjalani penderitaan yang sesuai dengan ketetapan Bapa bagi-Ku.””Yohanes 18:11 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Then said Jesus unto Peter, Put up thy sword into the sheath: the cup which my Father hath given me, shall I not drink it?”Yohanes 18:11 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yohanes 18:11?
Yesus menegur Petrus dan menekankan bahwa Dia harus minum 'cawan' dari Bapa, yaitu penderitaan dan kematian yang sudah ditentukan. Ini menunjukkan ketaatan Yesus pada rencana Allah, meskipun harus menderita.
Latar belakang
Cawan itu harus diminum, bukan dihindari
Yesus menghentikan Petrus bukan karena tidak bisa melawan — tapi karena Dia tidak mau. Metafora 'cawan' dari Bapa adalah gambaran dari Perjanjian Lama untuk penderitaan dan penghakiman yang harus ditanggung. Yesus sudah berdoa tentang cawan ini sebelumnya (dalam versi Sinoptik); di sini Dia menegaskan keputusan-Nya: Aku harus meminumnya.
Di mana
Taman Getsemani
Kebun zaitun, sesaat setelah insiden telinga Malkhus
Kapan
~30 M
Penyerahan diri yang disengaja
Yang berbicara
Yesus
Anak Allah yang memilih jalan penderitaan dengan sadar
Kepada
Simon Petrus
Murid yang impulsif dan baru saja menyerang dengan pedang
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
θήκην
theken · sheath
Sarung pedang; tempat pedang disimpan — perintah untuk menghentikan kekerasan
ποτήριον
poterion · cup
Cawan; dalam konteks PL berarti pengalaman penderitaan atau penghakiman yang harus dijalani
πίω
pio · drink
Meminum; kata kerja yang menggambarkan menerima dan menanggung sepenuhnya
Perintah 'masukkan pedang' dan pertanyaan 'bukankah Aku harus minum cawan?' menegaskan bahwa Yesus bukan hanya pasif menerima nasib — Dia aktif memilih menanggungnya.
Tahukah kamu
Yohanes tidak mencatat doa Getsemani
Injil Sinoptik (Matius, Markus, Lukas) mencatat doa Yesus 'jika mungkin, jauhkanlah cawan ini' di taman yang sama. Yohanes tidak mencatatnya — sebaliknya Yohanes mencatat momen di mana Yesus sendiri mengonfirmasi bahwa cawan itu memang harus diminum. Yohanes memilih sudut pandang yang berbeda: Yesus yang sudah memutuskan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yohanes 18:11
Markus 14:36
Doa Yesus tentang cawan yang sama, versi Markus
“Ia berkata: 'Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki.'”
Mazmur 75:8
Cawan sebagai gambaran penghakiman ilahi dalam Perjanjian Lama
“Sebab di tangan Tuhan ada suatu piala dan anggurnya berbuih, yang penuh dengan campuran.”
Matius 26:52
Yesus menolak kekerasan sebagai jalan
“Barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yohanes 18:11
✕ Sering dikira
Yesus menyuruh Petrus berhenti karena tahu mereka kalah jumlah
✓ Yang sebenarnya
Yesus berhenti bukan karena kalkulasi kekuatan — Dia memilih untuk minum cawan penderitaan, bukan menghindarinya
✕ Sering dikira
Cawan ini hanya berarti penderitaan fisik di kayu salib
✓ Yang sebenarnya
Dalam tradisi Perjanjian Lama, cawan Tuhan mencakup menanggung penghakiman atas dosa — ini lebih dari sekadar rasa sakit fisik
Renungan
Renungan Singkat Yohanes 18:11
Menjalani kehendak Tuhan tidak selalu mudah, kadang butuh pengorbanan dan penderitaan. Kita dipanggil untuk taat dan percaya bahwa rencana-Nya selalu baik, meski tidak selalu enak.
Bapa, berikan aku keberanian untuk menerima dan menjalani kehendak-Mu, apa pun risikonya, karena aku percaya rencana-Mu adalah yang terbaik. Amin.