Petrus menghunus pedang dan memotong telinga
Yohanes 18:10
Malam Penangkapan di Taman
“Simon Petrus, yang membawa sebilah pedang, menghunus pedangnya dan menyabetkannya kepada pelayan Imam Besar sehingga memotong telinga kanan pelayan itu; nama pelayan Imam Besar itu adalah Malkhus.”Yohanes 18:10 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Lalu Simon Petrus, yang membawa pedang, menghunus pedang itu, menetakkannya kepada hamba Imam Besar dan memutuskan telinga kanannya. Nama hamba itu Malkhus.”Yohanes 18:10 · TB
Terjemahan Baru
“Simon Petrus yang membawa sebilah pedang, mencabutnya lalu memarang hamba imam agung sampai putus telinga kanannya. Nama hamba itu Malkus.”Yohanes 18:10 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Pada waktu itu, Petrus yang juga disebut Simon, membawa pedang. Dia langsung mengeluarkan pedang itu dari sarungnya dan menyerang seorang budak imam besar. Tetapi hanya telinga kanan budak itu yang terpotong. (Orang itu bernama Malkus.)”Yohanes 18:10 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Then Simon Peter having a sword drew it, and smote the high priest’s servant, and cut off his right ear. The servant’s name was Malchus.”Yohanes 18:10 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yohanes 18:10?
Petrus bereaksi dengan kekerasan dengan memotong telinga Malkhus, hamba Imam Besar. Ini menunjukkan bahwa murid Yesus pun bisa bertindak impulsif dan memahami maksud Yesus secara keliru.
Latar belakang
Petrus melindungi dengan cara yang salah
Hanya Yohanes yang menyebut nama Petrus sebagai pelaku dan Malkhus sebagai korban. Petrus tidak menyerang sembarangan — dia menargetkan kepala dan nyaris memotong leher, tapi yang kena adalah telinga kanan. Ini bisa impulsif tapi juga bisa aksi yang memang bertujuan melindungi Yesus. Sayangnya, itu bukan yang Yesus inginkan.
Di mana
Taman Getsemani
Kebun zaitun, momen kekacauan penangkapan
Kapan
~30 M
Perlawanan fisik yang gagal
Yang berbicara
Yohanes (narator)
Murid yang dikasihi Yesus, saksi mata langsung
Kepada
Pembaca Injil Yohanes
Komunitas Kristen akhir abad pertama
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
μάχαιραν
machairan · sword
Pedang pendek atau pisau besar — senjata individu, bukan pedang panjang prajurit
ἔπαισεν
epaisen · struck
Memukul/menyabetkan dengan keras — aksi yang agresif dan cepat
ὠτίον τὸ δεξιόν
otion to dexion · right ear
Telinga kanan — detail spesifik yang hanya Yohanes dan Lukas catat
Detail spesifik 'telinga kanan' dan nama 'Malkhus' menunjukkan Yohanes adalah saksi mata langsung yang mencatat apa yang benar-benar terjadi, bukan narasi yang diperhalus.
Tahukah kamu
Hanya Yohanes yang tahu nama korbannya: Malkhus
Tiga Injil lain mencatat insiden ini tapi tidak menyebut nama. Yohanes, yang punya akses ke halaman istana Imam Besar, mungkin mengenal lingkaran dalam itu dan tahu nama Malkhus. Ini salah satu detail yang menunjukkan Yohanes punya akses informasi yang unik.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yohanes 18:10
Lukas 22:51
Lukas mencatat Yesus menyembuhkan telinga Malkhus yang dipotong Petrus
“Tetapi Yesus berkata: 'Sudahlah itu.' Lalu Ia menjamah telinga orang itu dan menyembuhkannya.”
Matius 26:52
Respons Yesus terhadap kekerasan Petrus
“Maka kata Yesus kepadanya: 'Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya, sebab barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang.'”
Yohanes 21:15-17
Petrus yang sama kemudian dipulihkan oleh Yesus
“Yesus berkata kepada Simon Petrus: 'Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?'”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yohanes 18:10
✕ Sering dikira
Petrus memotong telinga secara tidak sengaja
✓ Yang sebenarnya
Petrus tampaknya menargetkan kepala — memotong telinga mungkin karena korban menghindar, bukan karena Petrus meleset
✕ Sering dikira
Pedang Petrus adalah pedang perang panjang
✓ Yang sebenarnya
Kata machairan menunjuk pedang pendek atau pisau — senjata yang biasa dibawa orang biasa, bukan prajurit
Renungan
Renungan Singkat Yohanes 18:10
Kita sering tergoda untuk menyelesaikan masalah dengan cara kekerasan atau emosi sesaat. Belajarlah untuk bertanya pada Tuhan sebelum bertindak, agar respons kita sesuai dengan kehendak-Nya.
Tuhan, ampuni aku jika sering bertindak impulsif. Ajari aku untuk mengendalikan emosi dan mencari kehendak-Mu dalam setiap situasi. Amin.