Mukjizat bagi musuh
Lukas 22:51
Malam Terakhir Sebelum Salib
“Akan tetapi Yesus berkata, “Sudah, cukup!” Lalu, Yesus menjamah telinga pelayan itu dan menyembuhkannya.”Lukas 22:51 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tetapi Yesus berkata: "Sudahlah itu." Lalu Ia menjamah telinga orang itu dan menyembuhkannya.”Lukas 22:51 · TB
Terjemahan Baru
“Tetapi Yesus berkata, "Sudahlah!" Lalu Ia menjamah telinga orang itu dan menyembuhkannya.”Lukas 22:51 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Tetapi Yesus berkata, “Hentikan!” Lalu Dia menyentuh telinga orang itu sehingga tersambung kembali.”Lukas 22:51 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And Jesus answered and said, Suffer ye thus far. And he touched his ear, and healed him.”Lukas 22:51 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Lukas 22:51?
Yesus menegur murid-murid-Nya dan menyembuhkan telinga pelayan yang terluka. Ini menunjukkan kasih dan kuasa Yesus bahkan di tengah pengkhianatan.
Latar belakang
Kasih di saat paling tidak masuk akal
Dalam momen Yesus ditangkap, murid-Nya menyerang, dan situasi kacau — Yesus berhenti, menyembuhkan musuh-Nya. Lukas adalah satu-satunya yang mencatat mukjizat ini. Ini bukan reaksi emosional tapi pilihan sadar untuk mengubah kekerasan menjadi kesempatan menyembuhkan bahkan di saat paling genting.
Di mana
Taman Getsemani, Bukit Zaitun
Momen tepat setelah kekerasan singkat
Kapan
~30 M
Larut malam Kamis
Yang berbicara
Yesus
Guru dari Nazaret, Anak Allah yang berinkarnasi
Kepada
Para murid dan rombongan penangkap
dua kelompok yang berlawanan di taman
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
Ἐᾶτε ἕως τούτου
Eate heōs toutou · Sudah, cukup!
Biarkan sampai di sini, hentikan sampai di sini — perintah tegas untuk mengakhiri konfrontasi fisik.
ἁψάμενος
hapsamenos · menjamah
Menyentuh, menjamah — tindakan fisik yang disengaja. Yesus secara aktif menyentuh pelayan yang baru saja diserang murid-Nya.
ἰάσατο αὐτόν
iasato auton · menyembuhkannya
Menyembuhkan dia — aorist yang menunjukkan penyembuhan yang lengkap dan segera.
Urutan 'eate' (hentikan), 'hapsamenos' (menyentuh), 'iasato' (menyembuhkan) dalam satu ayat menggambarkan respons Yesus terhadap kekerasan: hentikan, dekati, pulihkan.
Tahukah kamu
Mukjizat terakhir sebelum salib
Ini adalah mukjizat penyembuhan terakhir yang tercatat dalam pelayanan Yesus sebelum penyaliban. Dan ia dilakukan untuk anggota rombongan penangkap-Nya — musuh di saat itu. Pengajaran 'kasihilah musuhmu' (Luk 6:27) terwujud secara literal.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Lukas 22:51
Lukas 6:27-28
Yesus mengajar dan sekarang mencontohkan kasih kepada musuh
“Tetapi kepada kamu yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu.”
Roma 12:20
berbuat baik kepada musuh
“Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya.”
1 Petrus 2:23
respons Yesus terhadap penganiayaan
“Ketika Ia dicerca, Ia tidak membalas dengan cercaan; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Lukas 22:51
✕ Sering dikira
Yesus menyembuhkan musuh-Nya karena tidak ingin mereka memiliki alasan hukum untuk menuntut murid-Nya
✓ Yang sebenarnya
Motivasi yang dicatat adalah tindakan kasih yang konsisten dengan pengajaran-Nya sendiri — 'kasihilah musuhmu'. Tidak ada teks yang mendukung motivasi hukum-strategis.
✕ Sering dikira
'Sudah, cukup!' adalah persetujuan bahwa murid sudah melakukan cukup kerusakan
✓ Yang sebenarnya
'Eate heōs toutou' adalah perintah untuk berhenti — 'biarkan sampai di sini' berarti 'jangan lanjutkan kekerasan ini'.
Renungan
Renungan Singkat Lukas 22:51
Yesus mengajarkan kita untuk membalas kejahatan dengan kebaikan. Dalam konflik, kita dipanggil untuk menjadi agen pemulihan, bukan pembalasan.
Tuhan, berikan aku kasih-Mu untuk memulihkan orang yang menyakiti aku, seperti Engkau menyembuhkan pelayan itu. Amin.