Kitab Suci tidak bisa dibatalkan — fondasi argumen
Yohanes 10:35
Yesus dan Bapa adalah Satu
“Jika Allah menyebut mereka yang menerima firman itu ‘allah’, padahal Kitab Suci tidak bisa dibatalkan,”Yohanes 10:35 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut allah--sedang Kitab Suci tidak dapat dibatalkan--,”Yohanes 10:35 · TB
Terjemahan Baru
“Kita tahu bahwa apa yang tertulis dalam Alkitab berlaku untuk selamanya. Jadi, kalau Allah memberi sebutan 'ilah' kepada orang-orang yang menerima perkataan-Nya,”Yohanes 10:35 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Tentu Firman TUHAN selalu benar. Jadi kalau Allah sendiri menyebut orang-orang itu anak-anak-Nya, yaitu mereka yang sudah menerima Firman Allah,”Yohanes 10:35 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“If he called them gods, unto whom the word of God came, and the scripture cannot be broken;”Yohanes 10:35 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yohanes 10:35?
Yesus menegaskan bahwa Kitab Suci tidak mungkin salah. Jika Allah menyebut manusia sebagai 'allah' dalam konteks tertentu, maka tentu tidak salah jika Yesus, yang dikuduskan dan diutus Bapa, menyebut diri-Nya Anak Allah.
Latar belakang
Prinsip: Kitab Suci tidak bisa dibatalkan
Sebelum menerapkan argumen ke diri-Nya, Yesus meletakkan fondasi: Kitab Suci tidak bisa dibatalkan (ou dynatai lythēnai). Ini adalah prinsip yang diakui semua pendengar-Nya. Dengan prinsip ini, argumen dari Mazmur 82 harus diterima — dan konsekuensi logisnya harus dihadapi.
Di mana
Serambi Salomo, Bait Allah, Yerusalem
Yesus memperkuat argumen tentang Mazmur 82 dengan prinsip hermeneutis
Kapan
~29-30 M
Hari Raya Hanukkah, Yerusalem
Yang berbicara
Yesus
Memperkuat argumennya dengan prinsip otoritas Kitab Suci
Kepada
Orang-orang Yahudi yang menuduh hujat
Mereka yang percaya pada otoritas Kitab Suci — argumen ini mengikat mereka
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
οὐ δύναται λυθῆναι
tidak bisa dibatalkan · cannot be broken
Ou dynatai lythēnai — secara harfiah 'tidak mungkin dilepas/dibatalkan'; kekuatan mutlak dari Kitab Suci
γραφή
Kitab Suci · scripture
Graphē — tulisan ilahi; kata yang dipakai untuk seluruh Kitab Suci sebagai korpus yang berotoritas
ἐγένετο
datang/menerima · received
Egeneto — 'menjadi/terjadi kepada'; mereka yang menerima firman Allah menjadi objek dari perkataan ilahi itu
Graphē (Kitab Suci) yang ou dynatai lythēnai (tidak bisa dibatalkan) adalah fondasi argumen Yesus — Dia menggunakan prinsip otoritas mereka sendiri melawan tuduhan mereka.
Tahukah kamu
Prinsip 'Kitab Suci tidak bisa dibatalkan' adalah prinsip hermeneutis rabbi
Para rabbi Yahudi memiliki prinsip bahwa setiap kata dalam Taurat memiliki makna dan otoritas permanen. Yesus tidak sedang memperkenalkan konsep baru — Dia menggunakan prinsip yang pendengar-Nya sendiri sudah pegang untuk mendorong argumennya.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yohanes 10:35
Matius 5:18
Yesus sendiri menegaskan keabadian Kitab Suci
“Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat...”
2 Timotius 3:16
Otoritas Kitab Suci sebagai inspirasi ilahi yang tidak bisa digugat
“Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar...”
1 Petrus 1:25
Keabadian firman sebagai prinsip yang berlaku umum dalam PB
“Tetapi firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya...”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yohanes 10:35
✕ Sering dikira
'Kitab Suci tidak bisa dibatalkan berarti setiap kata harus ditafsirkan secara literal'
✓ Yang sebenarnya
Yesus di sini menggunakan prinsip otoritas Kitab Suci dalam konteks argumen — bukan mendefinisikan metode penafsiran
✕ Sering dikira
'Yesus hanya percaya pada Taurat, bukan seluruh Kitab Suci'
✓ Yang sebenarnya
Yesus memakai Mazmur sebagai bagian dari 'hukum Taurat' dalam arti luas — 'Taurat' dalam penggunaan Yahudi sering mencakup seluruh Kitab Suci
Renungan
Renungan Singkat Yohanes 10:35
Alkitab adalah otoritas tertinggi. Ketika kita ragu tentang siapa Yesus, kembalilah pada Firman Tuhan. Jangan biarkan tradisi atau pendapat manusia mengalahkan kebenaran Kitab Suci.
Bapa, mampukan kami untuk semakin mengasihi dan mempercayai Alkitab sebagai firman-Mu yang hidup. Amin.