Panggilan untuk Meninggalkan Jalan Jahat

Yesaya 55:7

Undangan untuk Hidup, Perjanjian Kekal, dan Firman yang Berhasil

Biarlah orang fasik meninggalkan jalannya dan orang jahat pemikiran-pemikirannya. Biarlah dia kembali kepada TUHAN, dan Dia akan berbelas kasihan kepadanya, dan kepada Allah kita karena Dia akan mengampuni dengan berlimpah.”

Yesaya 55:7 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yesaya 55:7?

Ayat ini mengajak kita untuk tidak menunda kembali kepada Tuhan. Selama masih ada kesempatan, kita harus mencari Tuhan dan berpaling dari jalan yang salah. Tuhan berjanji akan mengampuni dengan berlimpah bagi siapa saja yang mau kembali kepada-Nya.

Latar belakang

Ajakkan untuk Berbalik

Yesaya menyerukan agar orang fasik meninggalkan perilaku buruk dan pikiran jahat, lalu kembali kepada TUHAN. Ini bagian dari undangan Allah untuk mendapat belas kasihan dan pengampunan, ditulis saat umat menghadapi pembuangan.

Di mana

Yerusalem

Konteks nubuat, mungkin di bait suci

Kapan

~700 SM

Perjanjian Lama: Nabi-nabi

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Panggilan untuk hidup
Pengampunan berlimpah
Kamu di sini
Y

Yang berbicara

Yesaya

Nabi besar ~700 SM, berani, penuh kasih.

U

Kepada

Umat Israel

Umat pilihan Tuhan, sedang terpuruk.

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

עָזַב

azav · meninggalkan

Melepaskan, meninggalkan, membuang.

דֶּרֶךְ

derek · jalannya

Jalan, cara hidup, kebiasaan.

שׁוּב

shuv · kembali

Berbalik, bertobat, kembali.

Ketiga kata ini menunjukkan pertobatan sebagai tindakan nyata: meninggalkan cara hidup lama dan berbalik kepada Allah, bukan sekadar penyesalan.

Tahukah kamu

Perkataan Langsung

Ayat ini sering digunakan dalam liturgi pertobatan, dan kata 'kembali' (shub) adalah konsep pertobatan yang mendasar, artinya berbalik 180 derajat.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yesaya 55:7

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yesaya 55:7

✕  Sering dikira

Menganggap ayat ini hanya untuk orang yang sangat jahat.

✓  Yang sebenarnya

Semua orang butuh berbalik dari egoisme dan dosa setiap hari.

✕  Sering dikira

Mengira pertobatan adalah perbuatan manusia untuk mendapat pengampunan.

✓  Yang sebenarnya

Pertobatan adalah respons terhadap kasih Allah yang sudah menawarkan pengampunan.

Renungan

Renungan Singkat Yesaya 55:7

Jangan menunggu waktu yang 'tepat' untuk berubah. Mulailah dengan langkah kecil meninggalkan kebiasaan buruk dan cari Tuhan dalam doa dan firman. Ketika kita bertobat, Tuhan tidak pernah menolak, tetapi menerima dengan kasih yang besar.

Ya Tuhan, berikan aku keberanian untuk meninggalkan dosa dan kembali kepada-Mu, karena Engkau penuh belas kasihan dan siap mengampuni. Amin.