Suara yang Berseru

Yesaya 40:6

Manusia Fana, Firman Kekal

Sebuah suara berkata, “Berserulah!” Maka, dia bertanya, “Apa yang harus kuserukan?” “Semua manusia seperti rumput dan semua keindahannya seperti bunga di padang.

Yesaya 40:6 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yesaya 40:6?

Manusia ibarat rumput yang layu dan bunga yang gugur, sementara firman Allah tetap selama-lamanya. Ini adalah gambaran tentang kefanaan manusia dan keabadian firman Allah. Tidak ada yang abadi di dunia ini kecuali janji-janji Allah, sehingga kita dapat berpegang pada firman-Nya sebagai dasar hidup yang kokoh.

Latar belakang

Kefanaan Manusia, Kekekalan Firman

Suara memerintahkan Yesaya untuk berseru, dan Yesaya bertanya apa yang harus diserukan. Jawabannya: manusia seperti rumput yang layu dan bunga yang gugur, menekankan kefanaan manusia di hadapan firman Allah yang kekal.

Di mana

Yerusalem

Dalam penglihatan nubuat

Kapan

~700 SM

Kerajaan Yehuda

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Pembuangan Babel
Kedatangan Mesias
Kamu di sini
S

Yang berbicara

Suara dari tengah

mungkin malaikat atau Tuhan, ~700 SM

Y

Kepada

Yesaya

nabi yang dipanggil untuk berseru

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

חָצִיר

chatsir · rumput

rumput, hijauan, jerami

חֶסֶד

chesed · keindahan

kasih setia, kebaikan, keindahan

דָּבָר

davar · firman

perkataan, perintah, firman

Chesed yang sering berarti kasih setia di sini dipakai untuk keindahan manusia yang sementara, kontras dengan davar Allah yang tegak selama-lamanya.

Tahukah kamu

Rumput di Timur Tengah

Rumput di Israel cepat kering dan layu setelah musim hujan, jadi gambaran ini sangat nyata bagi pendengar asli.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yesaya 40:6

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yesaya 40:6

✕  Sering dikira

Ini berarti manusia sepenuhnya tidak berharga.

✓  Yang sebenarnya

Ini menekankan kefanaan, bukan ketidakberhargaan; manusia tetap berharga di mata Tuhan.

✕  Sering dikira

Firman Allah hanya berlaku untuk zaman dulu.

✓  Yang sebenarnya

Firman Allah kekal dan relevan sepanjang masa.

Renungan

Renungan Singkat Yesaya 40:6

Janganlah kita mengandalkan hal-hal yang fana, seperti kecantikan, kekayaan, atau popularitas, karena semuanya akan sirna. Sebaliknya, peganglah Firman Tuhan yang kekal dan berikan prioritas untuk membaca serta merenungkannya.

Ya Tuhan, ajarlah kami untuk mengandalkan firman-Mu yang kekal, bukan pada hal-hal yang sementara. Amin.