Tujuh perempuan memegang satu laki-laki
Yesaya 4:1
Sion Disucikan dan Dilindungi
“Pada waktu itu, tujuh perempuan akan memegang satu orang laki-laki dan berkata, “Kami akan makan roti kami sendiri dan memakai pakaian kami sendiri, tetapi izinkanlah kami disebut dengan namamu, ambillah cela kami.””Yesaya 4:1 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Pada waktu itu tujuh orang perempuan akan memegang seorang laki-laki, serta berkata: "Kami akan menanggung makanan dan pakaian kami sendiri; hanya biarlah namamu dilekatkan kepada nama kami; ambillah aib yang ada pada kami!"”Yesaya 4:1 · TB
Terjemahan Baru
“Pada waktu itu tujuh orang wanita akan memegang seorang laki-laki dan berkata, "Izinkan kami mengaku engkau sebagai suami, supaya kami tidak menanggung malu karena tidak menikah. Makanan dan pakaian dapat kami tanggung sendiri."”Yesaya 4:1 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“And in that day seven women shall take hold of one man, saying, We will eat our own bread, and wear our own apparel: only let us be called by thy name, to take away our reproach.”Yesaya 4:1 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yesaya 4:1?
Pada masa krisis, bangsa Israel kehilangan banyak pria, sehingga tujuh perempuan rela berbagi satu pria demi menanggung cela karena tidak menikah. Mereka bahkan bersedia menanggung kebutuhan sendiri, hanya ingin disebut sebagai istri. Ini menggambarkan kehancuran sosial ketika banyak pria tewas dalam perang atau hukuman Tuhan.
Latar belakang
Akibat perang: kekurangan laki-laki
Yesaya menggambarkan masa depan yang suram: begitu banyak pria tewas dalam perang sehingga tujuh perempuan berebut satu pria. Mereka rela menghidupi diri sendiri asal bisa menikah dan mendapatkan nama, karena status sosial perempuan saat itu bergantung pada suami dan anak.
Di mana
Yerusalem
Dalam penglihatan nubuat, sekitar 735-730 SM
Kapan
~735 SM
Kerajaan Terbagi, akhir zaman pemerintahan Ahab
Yang berbicara
Yesaya
Nabi besar, aktif ~740-680 SM di Yehuda
Kepada
Umat Yehuda dan Yerusalem
Penduduk Kerajaan Yehuda, terutama yang selamat dari penghakiman
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
חָזַק
ḥazaq · memegang
berpegang erat, menggenggam dengan kuat
קָרָא
qara' · dipanggil
menyebut nama, memanggil
אָסַף
asaf · menanggung
mengambil atau menghapus, menyingkirkan
Kata 'memegang' menunjukkan keputusan nekat dan putus asa, 'dipanggil' berkaitan dengan status dan nama, 'menanggung' berarti menghapus aib. Ketiganya menekankan betapa hancurnya kondisi sosial: perempuan rela melakukan apa saja demi martabat.
Tahukah kamu
Perempuan tanpa anak dianggap cela
Dalam budaya Israel kuno, mandul atau tidak menikah dianggap aib dan memalukan. Permohonan ini menunjukkan betapa putus asanya mereka untuk menghindari cela itu.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yesaya 4:1
Yesaya 3:25
Akibat perang
“Orang-orangmu akan tewas oleh pedang, dan pahlawan-pahlawanmu dalam perang.”
Yeremia 15:8
Kehilangan pria
“Aku membuat ibu-ibu mereka menjadi janda lebih banyak daripada pasir di laut.”
Ulangan 28:56-57
Kehancuran sosial
“Perempuan yang lembut dan manja akan menjadi iri kepada suaminya sendiri.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yesaya 4:1
✕ Sering dikira
Bagian ini sering diartikan sebagai nubuat tentang zaman akhir yang literal, padahal itu adalah gambaran simbolis.
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah hiperbola untuk menggambarkan kehancuran akibat perang, konteks sejarah langsung Yesaya.
✕ Sering dikira
Beberapa mengira kata 'namamu' merujuk pada nama Allah, tetapi konteksnya jelas nama manusia (suami).
✓ Yang sebenarnya
Mereka memohon agar disebut dengan nama laki-laki itu, yaitu menjadi istrinya.
Renungan
Renungan Singkat Yesaya 4:1
Krisis bisa membuat orang rela melakukan apa saja demi keamanan sosial, bahkan mengorbankan harga diri. Sebagai orang percaya, kita harus mencari identitas dan rasa aman kita di dalam Tuhan, bukan pada status sosial atau relasi.
Tuhan, jangan biarkan aku mencari harga diriku pada hal-hal duniawi, tetapi dalam kasih dan pengakuan-Mu. Amin.