Kemuliaan TUHAN di Sion
Yesaya 24:23
Tuhan Raja yang Tersembunyi
PerikopAllah Menghancurkan Bumi · Yesaya 24:1-23 →“Bulan akan tersipu-sipu dan matahari menjadi malu karena TUHAN semesta alam akan memerintah di Gunung Sion dan di Yerusalem, dan menunjukkan kemuliaan-Nya di hadapan para tua-tua-Nya.”Yesaya 24:23 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Bulan purnama akan tersipu-sipu, dan matahari terik akan mendapat malu, sebab TUHAN semesta alam akan memerintah di gunung Sion dan di Yerusalem, dan Ia akan menunjukkan kemuliaan-Nya di depan tua-tua umat-Nya.”Yesaya 24:23 · TB
Terjemahan Baru
“Bulan akan menjadi gelap dan matahari tak lagi bersinar, sebab TUHAN Yang Mahakuasa akan memerintah sebagai raja. Ia akan memerintah di Yerusalem, di atas Bukit Sion, dan menunjukkan keagungan-Nya kepada para pemimpin umat-Nya.”Yesaya 24:23 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Then the moon shall be confounded, and the sun ashamed, when the LORD of hosts shall reign in mount Zion, and in Jerusalem, and before his ancients gloriously.”Yesaya 24:23 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yesaya 24:23?
Pada akhirnya, Allah akan memerintah di Sion dan Yerusalem, dan kemuliaan-Nya akan bersinar. Bahkan bulan dan matahari menjadi malu karena kemuliaan-Nya yang tak tertandingi. Ini menunjuk pada kerajaan Allah yang kekal.
Latar belakang
Sang Raja yang Semalu-malu
Ayat ini menggambarkan bagaimana bulan dan matahari menjadi 'malu' dari keagungan TUHAN, ketika Ia memerintah secara nyata di Sion. Ini adalah puncak kejayaan setelah penghakiman, di mana para tua-tua menyaksikan kemuliaan-Nya.
Di mana
Gunung Sion, Yerusalem
Puncak bukit Bait Allah
Kapan
~700 SM
Kerajaan Yehuda
Yang berbicara
Yesaya
Nabi abad ke-8 SM, berapi-api, menunjuk pada masa depan
Kepada
Orang-orang yang masih setia
Sisa Yehuda yang berharap
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
חפר
chaphar · tersipu-sipu
Menjadi malu, merasa malu, atau letih karena dipermalukan.
מלך
malak · memerintah
Bertindak sebagai raja, memegang kekuasaan pemerintahan.
כבוד
kavod · kemuliaan
Berat, signifikansi, atau kemegahan yang layak dihormati (kemuliaan).
Ketiga kata ini saling menguatkan: saat TUHAN memerintah, kemuliaan-Nya yang agung membuat bahkan benda langit paling terang menjadi malu—menunjukkan keagungan yang tidak tertandingi.
Tahukah kamu
Malu Sang Mentari
Bulan dan matahari sering dipuja sebagai dewa dalam budaya kuno; gambaran ini menyatakan bahwa mereka malu karena kalah gemilang, menegaskan bahwa TUHAN jauh lebih besar.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yesaya 24:23
Wahyu 21:23
kemuliaan melebihi matahari
“Dan kota itu tidak memerlukan matahari maupun bulan untuk bercahaya, sebab kemuliaan Allah meneranginya...”
Yesaya 60:19
penggantian matahari
“Bagimu matahari tidak lagi menjadi penerang pada siang hari... TUHAN akan menjadi terang abadi bagimu.”
Mazmur 24:7
Raja yang mulia
“Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang... supaya masuk Raja Kemuliaan.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yesaya 24:23
✕ Sering dikira
Menganggap ini hanya kiasan puitis tanpa realita di masa depan.
✓ Yang sebenarnya
Meskipun puitis, ini menunjuk pada pemerintahan nyata TUHAN yang digenapi secara penuh di akhir zaman.
✕ Sering dikira
Memahami 'para tua-tua' secara harfiah hanya orang-orang tua di zaman Yesaya.
✓ Yang sebenarnya
Ini bisa merujuk pada tua-tua umat yang dianggap mewakili seluruh bangsa yang selamat, atau malaikat/penatua surgawi.
Renungan
Renungan Singkat Yesaya 24:23
Harapan kita sebagai orang percaya adalah pemerintahan Allah yang penuh kemuliaan. Marilah kita hidup dengan memuliakan Allah sekarang, sambil menantikan kemuliaan-Nya yang sempurna.
Tuhan, biarlah kerajaan-Mu datang dan kehendak-Mu terjadi, baik di bumi seperti di sorga, sampai kami melihat kemuliaan-Mu. Amin.