Zedekia melarikan diri pada malam hari
Yeremia 39:4
Jatuhnya Yerusalem dan Nasib Zedekia
“Ketika Zedekia, raja Yehuda, dan semua tentara melihat orang-orang itu, mereka melarikan diri. Mereka meninggalkan kota itu pada malam hari melalui jalan taman raja dan pintu gerbang di antara dua tembok. Mereka pun lari menuju Araba.”Yeremia 39:4 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Melihat mereka semuanya maka Zedekia, raja Yehuda, dengan semua tentara melarikan diri, meninggalkan kota itu pada waktu malam dengan mengambil jalan taman raja, dengan melalui pintu gerbang antara kedua tembok; kemudian mereka berjalan menuju Araba-Yordan.”Yeremia 39:4 · TB
Terjemahan Baru
“Ketika Raja Zedekia dan seluruh tentaranya melihat semua kejadian itu, mereka berusaha melarikan diri menuju Lembah Yordan malam itu juga. Mereka mengambil jalan lewat taman istana, lalu keluar melalui pintu gerbang yang menghubungi kedua tembok di tempat itu.”Yeremia 39:4 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“And it came to pass, that when Zedekiah the king of Judah saw them, and all the men of war, then they fled, and went forth out of the city by night, by the way of the king’s garden, by the gate betwixt the two walls: and he went out the way of the plain.”Yeremia 39:4 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yeremia 39:4?
Ketika Zedekia dan tentaranya melihat musuh masuk, mereka melarikan diri pada malam hari melalui celah di tembok. Ini menunjukkan kepanikan dan ketakutan raja yang telah menolak nasihat Yeremia. Pelarian ini adalah upaya putus asa untuk menyelamatkan diri, tetapi tidak bisa menghindari kehancuran yang telah ditetapkan Tuhan. Perikop ini mengingatkan bahwa tidak ada jalan keluar dari konsekuensi dosa.
Latar belakang
Raja melarikan diri di kegelapan
Ketika tembok Yerusalem berhasil ditembus, Raja Zedekia dan para tentaranya panik. Mereka kabur lewat jalan taman raja dan pintu gerbang di antara dua tembok, meninggalkan kota yang sudah terkepung, dan lari menuju Araba, yaitu lembah Yordan.
Di mana
Yerusalem, Kerajaan Yehuda
Di dalam kota yang terkepung, malam hari, dekat taman raja
Kapan
~586 SM
Kerajaan Terpecah
Yang berbicara
Penulis kitab Yeremia
Nabi Yeremia atau juru tulisnya, mencatat peristiwa dramatis ini
Kepada
Pembaca Kitab Yeremia
Umat Yehuda yang dibuang dan generasi setelahnya
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
עָזַב
azav · meninggalkan
meninggalkan, membiarkan, melepaskan dengan sengaja
בָּרַח
barach · melarikan diri
melarikan diri dengan cepat, biasanya karena takut
עֲרָבָה
'Aravah · Araba
dataran gurun atau lembah yang kering, khususnya lembah Yordan
Kata-kata ini menekankan tindakan putus asa dan cepat. 'Azav' dan 'barach' menunjukkan bahwa Zedekia meninggalkan kota dan rakyatnya dengan tergesa-gesa, tanpa perlindungan, lari ke tempat yang gersang dan tidak aman ('Aravah), menggambarkan kekalahan total dan hilangnya harapan.
Tahukah kamu
Pintu gerbang rahasia
Arkeolog menemukan sistem terowongan air yang memungkinkan keluarnya orang dari kota, mungkin mirip dengan jalur yang dipakai Zedekia untuk kabur.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yeremia 39:4
2 Raja-raja 25:4
Narasi paralel
“Maka terbukalah tembok kota itu, dan pada malam itu juga semua tentara melarikan diri...”
Yohanes 10:12
Pemimpin yang lari
“Orang upahan itu lari karena ia seorang upahan dan tidak memperhatikan domba-domba itu.”
Amos 2:14
Kesia-siaan melarikan diri
“Orang cepat tidak akan dapat melarikan diri, orang kuat tidak akan dapat memakai kekuatannya...”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yeremia 39:4
✕ Sering dikira
Zedekia melarikan diri pada siang hari dengan terang-terangan.
✓ Yang sebenarnya
Ayat ini jelas mengatakan dia kabur pada malam hari, diam-diam, lewat jalan yang tidak biasa.
✕ Sering dikira
Zedekia berhasil melarikan diri dengan selamat.
✓ Yang sebenarnya
Justru dia segera tertangkap oleh tentara Kasdim di dataran Yerikho, seperti dicatat ayat berikutnya.
Renungan
Renungan Singkat Yeremia 39:4
Ketika menghadapi masalah, reaksi pertama kita mungkin lari atau menghindar. Tetapi jika kita tahu kita berada di pihak yang salah, melarikan diri tidak akan menyelesaikan masalah. Ayat ini mengajak kita untuk berani menghadapi kesalahan dan bertanggung jawab, serta kembali kepada Tuhan untuk pengampunan.
Tuhan, beri aku keberanian untuk menghadapi akibat dari dosaku, dan tolong aku untuk tidak lari dari tanggung jawab. Amin.