Bukan Seperti Dulu

Yeremia 31:32

Harapan dan Pemulihan Israel

tidak seperti perjanjian yang Aku buat dengan nenek moyang mereka pada hari Aku mengambil mereka dengan tangan untuk membawa mereka keluar dari negeri Mesir; perjanjian-Ku yang mereka langgar meskipun Aku adalah suami bagi mereka,” firman TUHAN.

Yeremia 31:32 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yeremia 31:32?

Perjanjian baru yang dijanjikan Allah berbeda dari perjanjian dengan nenek moyang Israel saat keluar dari Mesir. Meskipun Allah bertindak sebagai suami, mereka melanggar perjanjian itu. Perjanjian baru ini akan bersifat internal dan kekal, bukan sekadar hukum tertulis.

Latar belakang

Kontras dengan Perjanjian Sinai

Perjanjian baru ini berbeda dari yang dibuat saat keluar dari Mesir. Walaupun Tuhan setia sebagai suami, umat melanggar perjanjian itu.

Di mana

Yerusalem

Nubuat yang disampaikan melalui Yeremia, mungkin di kota

Kapan

~586 SM

Kerajaan Terpecah

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Kehancuran Yerusalem
Kembali dari pembuangan
Kamu di sini
T

Yang berbicara

TUHAN

Allah Israel, setia pada perjanjian-Nya

I

Kepada

Israel dan Yehuda

Dua kerajaan yang terpecah, sedang dalam pembuangan

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

יָד

yad · tangan

tangan; simbol kekuatan dan tindakan

בָּעַל

ba'al · suami

tuan, pemilik; juga berarti suami

פָּרַר

parar · langgar

memecahkan, membatalkan, melanggar

Tuhan memegang mereka dengan tangan kuat, tapi mereka memecahkan perjanjian—kontras antara kesetiaan Allah dan ketidaksetiaan umat.

Tahukah kamu

Metafora Suami

Tuhan menggambarkan diri-Nya sebagai suami Israel, menunjukkan kasih yang intim dan seringkali ditolak.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yeremia 31:32

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yeremia 31:32

✕  Sering dikira

Perjanjian lama gagal karena Allah tidak sanggup.

✓  Yang sebenarnya

Allah setia; umat yang melanggar, bukan Allah yang lemah.

✕  Sering dikira

Metafora suami hanya kiasan tanpa makna emosional.

✓  Yang sebenarnya

Ini menunjukkan kedekatan dan sakit hati Tuhan saat umat tidak setia.

Renungan

Renungan Singkat Yeremia 31:32

Tuhan menginginkan kesetiaan yang lahir dari hati, bukan sekadar ketaatan lahiriah. Kita dapat memeriksa hubungan kita dengan-Nya: apakah kita hanya menjalankan ritual atau benar-benar mengasihi-Nya?

Ya Allah, ampunilah aku yang sering melanggar perjanjian dengan-Mu; bentuklah hatiku agar setia dan mengasihi-Mu dengan tulus. Amin.