Jangan tertipu nabi palsu
Yeremia 29:8
Surat untuk para buangan
PerikopSurat kepada Orang Buangan di Babel · Yeremia 29:1-23 →“Sebab, beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel, ‘Jangan biarkan nabi-nabimu dan peramal-peramalmu, yang ada di antaramu, menipumu, dan jangan dengarkan mimpi-mimpi yang mereka mimpikan.”Yeremia 29:8 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Sungguh, beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Janganlah kamu diperdayakan oleh nabi-nabimu yang ada di tengah-tengahmu dan oleh juru-juru tenungmu, dan janganlah kamu dengarkan mimpi-mimpi yang mereka mimpikan!”Yeremia 29:8 · TB
Terjemahan Baru
“Aku TUHAN, Yang Mahakuasa, Allah Israel, memperingatkan kamu supaya jangan membiarkan dirimu ditipu oleh nabi-nabi yang tinggal di tengah-tengahmu atau oleh siapapun juga yang berkata bahwa mereka dapat meramalkan masa depan. Jangan memperhatikan mimpi-mimpi mereka.”Yeremia 29:8 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“For thus saith the LORD of hosts, the God of Israel; Let not your prophets and your diviners, that be in the midst of you, deceive you, neither hearken to your dreams which ye cause to be dreamed.”Yeremia 29:8 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yeremia 29:8?
Ayat ini memperingatkan orang buangan agar tidak tertipu oleh nabi-nabi palsu atau peramal yang mengaku membawa pesan Tuhan, dan jangan mempercayai mimpi-mimpi yang mereka karang. Tuhan menegaskan bahwa Dia tidak mengutus mereka, jadi pesan mereka palsu.
Latar belakang
Peringatan keras tentang nabi palsu
Tuhan memperingatkan agar orang buangan tidak tertipu oleh nabi-nabi dan peramal yang mengaku berbicara atas nama Tuhan tetapi tidak diutus. Mereka bahkan mendengarkan mimpi-mimpi yang dibuat-buat. Tuhan menegaskan bahwa Dia tidak mengutus mereka, jadi pesan mereka palsu.
Di mana
Babel
Di tengah komunitas buangan; surat dibacakan
Kapan
~597 SM
Pembuangan Babel
Yang berbicara
Tuhan
Allah Israel, berfirman melalui Yeremia dalam surat ini.
Kepada
Orang buangan di Babel
Mereka yang mendengar nabi-nabi palsu dan peramal di pembuangan.
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
נָשָׁא
nasha' · nipu
menipu, membujuk, menyebabkan tersesat
נָבִיא
navi · nabi
juru bicara Tuhan, tetapi bisa juga palsu
חֲלוֹם
chalom · mimpi
mimpi, sering dianggap sebagai medium wahyu
Kata 'nasha' berarti menipu dengan halus—sering pesan palsu tidak kelihatan salah. 'Navi' bisa palsu atau asli; ujiannya bukan karisma atau mimpi, melainkan kebenaran dan panggilan Tuhan, yang di sini absen.
Tahukah kamu
Mimpi sebagai 'lisensi' nabi palsu
Di zaman kuno, mimpi dianggap sebagai saluran wahyu. Nabi palsu sering memakai mimpi untuk melegitimasi pesan mereka. Yeremia menegaskan bahwa mimpi saja tidak cukup; yang penting adalah panggilan Tuhan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yeremia 29:8
Ulangan 13:1-3
ujian nabi palsu
“Jika seorang nabi atau pemimpi muncul... tetapi ia memberi tanda atau mujizat, dan tanda itu terjadi, namun ia berkata: Mari kita mengikuti allah lain... ”
Matius 24:24
penyesatan besar
“Sebab nabi-nabi palsu akan muncul... dan mereka akan menyesatkan banyak orang.”
1 Yohanes 4:1
uji segala sesuatu
“Ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yeremia 29:8
✕ Sering dikira
Menganggap semua nabi atau pengkhotbah yang menyebut nama Tuhan adalah benar.
✓ Yang sebenarnya
Ayat ini justru memperingatkan bahwa banyak yang mengaku atas nama Tuhan tetapi palsu. Kita harus menguji buah dan kesesuaian dengan firman.
✕ Sering dikira
Menggunakan ayat ini untuk menghakimi semua orang yang memiliki penglihatan atau mimpi rohani.
✓ Yang sebenarnya
Kontekasnya adalah nabi-nabi yang secara khusus membawa pesan palsu tentang pembuangan. Tidak semua orang dengan mimpi dianggap palsu; tetapi mimpi tidak pernah menjadi otoritas tertinggi.
Renungan
Renungan Singkat Yeremia 29:8
Jangan mudah percaya pada setiap pengajaran atau nubuatan yang tidak sesuai dengan firman Tuhan. Ujilah segala sesuatu dengan Alkitab dan minta hikmat Tuhan untuk membedakan yang benar.
Tuhan, berikan aku hikmat untuk mengenali kebenaran-Mu dan menjauhkan aku dari ajaran atau nubuatan palsu. Amin.