Allah meninggalkan rumah-Nya
Yeremia 12:7
Keluhan Yeremia dan Jawaban Tuhan
““Aku telah meninggalkan rumah-Ku. Aku telah membuang warisan-Ku. Aku telah menyerahkan kekasih jiwa-Ku ke tangan musuh-musuhnya.”Yeremia 12:7 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Aku telah meninggalkan kediaman-Ku, telah membuangkan negeri milik-Ku; Aku telah menyerahkan buah hati-Ku ke dalam tangan musuhnya. Yeremia 12.8–13 63”Yeremia 12:7 · TB
Terjemahan Baru
“TUHAN berkata, "Tempat tinggal-Ku tidak lagi Kupedulikan, negeri yang menjadi milik-Ku telah Kutinggalkan, dan umat-Ku yang Kukasihi telah Kuserahkan ke tangan musuh-musuhnya.”Yeremia 12:7 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“I have forsaken mine house, I have left mine heritage; I have given the dearly beloved of my soul into the hand of her enemies.”Yeremia 12:7 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yeremia 12:7?
TUHAN berbicara tentang umat-Nya, Israel, sebagai 'rumah', 'warisan', dan 'kekasih jiwa-Nya'. Namun, karena mereka berpaling dari-Nya, Dia harus meninggalkan dan menyerahkan mereka kepada musuh. Ini menunjukkan kesedihan Allah yang mendalam saat harus menghukum umat yang Dia kasihi.
Latar belakang
Allah mengungkapkan kesedihan-Nya
Setelah Yeremia mempertanyakan mengapa orang jahat berhasil, Allah menjawab dengan mengungkapkan bahwa Dia sendiri harus meninggalkan rumah-Nya karena umat-Nya yang tidak setia. Dia membuang warisan-Nya (Israel) dan menyerahkan mereka kepada musuh, menunjukkan kesedihan ilahi atas dosa umat.
Di mana
Yerusalem
Dalam konteks doa dan percakapan dengan Allah
Kapan
~600 SM
Periode kerajaan Yehuda, menjelang pembuangan
Yang berbicara
TUHAN
Allah Israel, berbicara melalui Yeremia
Kepada
Yeremia
Nabi yang setia, berkeluh kesah tentang keadilan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
עָזַב
azav · meninggalkan
meninggalkan, melepaskan, membiarkan
נָטַשׁ
natash · membuang
meninggalkan, menelantarkan
נָתַן
natan · menyerahkan
memberikan, menyerahkan ke dalam tangan
Kata-kata ini menunjukkan tindakan Allah yang kontras dengan kasih-Nya: Dia harus 'melepaskan' dan 'menelantarkan' umat-Nya karena dosa, tetapi ini bukan tanpa kesedihan—ini adalah tindakan yang menyakitkan bagi Allah sendiri.
Tahukah kamu
Warisan yang menyakitkan
Dalam Perjanjian Lama, Israel sering disebut sebagai 'warisan' Allah, tetapi di sini Allah harus melepaskannya karena ketidaksetiaan mereka. Ini adalah salah satu momen paling emosional dalam kitab nabi-nabi.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yeremia 12:7
Mazmur 78:60
Allah membuang tempat-Nya
“Ia membuang tempat kediaman-Nya di Silo, kemah yang didiami-Nya di antara manusia.”
Yesaya 2:6
Umat dibuang karena dosa
“Sungguh, Engkau telah membuang umat-Mu, kaum keturunan Yakub, sebab penuh dengan tenung di sebelah timur.”
Yehezkiel 10:18
Kemuliaan Allah meninggalkan
“Lalu kemuliaan TUHAN keluar dari ambang Bait Suci dan berhenti di atas kerub.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yeremia 12:7
✕ Sering dikira
Allah meninggalkan umat-Nya karena Dia tidak setia atau kejam.
✓ Yang sebenarnya
Allah terpaksa meninggalkan mereka karena ketidaksetiaan umat, bukan karena kurang kasih; ini adalah bagian dari penghakiman yang adil.
✕ Sering dikira
Ayat ini hanya tentang penghakiman untuk orang jahat di luar Israel.
✓ Yang sebenarnya
Sebenarnya ini adalah penghakiman terhadap umat Allah sendiri yang telah berlaku curang terhadap-Nya, bukan hanya musuh luar.
Renungan
Renungan Singkat Yeremia 12:7
Ketika kita menjauh dari Tuhan, kita bukan hanya kehilangan berkat, tetapi juga membuat hati Tuhan sedih. Mari kita periksa hidup kita: apakah kita masih menjadi 'kesayangan jiwa-Nya' yang setia, atau sudah mulai mengecewakan-Nya?
Tuhan, ampuni aku jika aku telah membuat-Mu sedih karena dosaku; pulihkan hubungan kami dan jadikan aku kembali kesayangan-Mu. Amin.