Pasrah pada Pemegang Jalan

Yeremia 10:23

Kedaulatan Allah dalam Hidup

Aku tahu, ya TUHAN, bahwa jalan manusia tidak ada di dalam dirinya sendiri, bukanlah di dalam diri manusia yang berjalan yang menuntun langkah-langkahnya.

Yeremia 10:23 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yeremia 10:23?

Yeremia mengakui bahwa manusia tidak mampu mengarahkan langkahnya sendiri. Ini adalah pengakuan akan keterbatasan manusia dan kebutuhan akan bimbingan Tuhan. Manusia tidak berkuasa penuh atas hidupnya; Tuhan yang memegang kendali.

Latar belakang

Doa Pasrah di Tengah Ancaman

Yeremia mengakui bahwa manusia tidak bisa mengatur langkahnya sendiri; hidup sepenuhnya bergantung pada Allah. Ini adalah doa rendah hati yang meminta Tuhan campur tangan, bukan andalkan kekuatan sendiri.

Di mana

Yerusalem

Dalam doa pribadi, mungkin di suatu tempat yang sunyi

Kapan

~605 SM

Akhir Kerajaan Yehuda

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Kabar tentang invasi
Penghukuman atas Yehuda
Kamu di sini
Y

Yang berbicara

Yeremia

Nabi yang sedang bergumul, sering disebut 'nabi yang menangis' karena panggilannya yang berat.

T

Kepada

TUHAN

Allah Israel, yang kepadanya Yeremia berdoa dengan jujur.

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

דֶּרֶךְ

derek · jalan

Cara hidup, perjalanan, atau kebiasaan.

כּוּן

kun · menuntun

Menetapkan, mengarahkan, atau mempersiapkan.

צַעַד

tsa'ad · langkah

Langkah kaki atau perjalanan.

Ketiganya membentuk gambaran: manusia punya 'jalan' (gaya hidup) dan 'langkah' (tindakan konkret), tapi yang menentukan arahnya adalah Tuhan—bukan diri sendiri.

Tahukah kamu

Bahasa Ibrani: 'Jalan'

Kata 'derek' dalam bahasa Ibrani (derek) sering dipakai untuk 'kebiasaan' atau 'cara hidup'—bukan hanya jalan fisik, tapi gaya hidup manusia.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yeremia 10:23

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yeremia 10:23

✕  Sering dikira

Ayat ini sering dipakai untuk 'pasrah' tanpa usaha, seolah-olah manusia tidak punya tanggung jawab.

✓  Yang sebenarnya

Teks ini justru mengajarkan keseimbangan: manusia bertanggung jawab berjalan, tetapi Tuhan yang menetapkan arah. Kita tetap harus bertindak, tapi rendah hati.

✕  Sering dikira

Ada yang membaca 'jalan manusia tidak ada di dalam dirinya sendiri' sebagai fatalisme, bahwa segala sesuatu sudah ditentukan tanpa peran manusia.

✓  Yang sebenarnya

Ini tentang pengakuan akan kedaulatan Allah yang bijaksana, bukan peniadaan kehendak bebas manusia.

Renungan

Renungan Singkat Yeremia 10:23

Jangan terlalu percaya diri pada rencanamu sendiri. Serahkan setiap langkah kepada Tuhan dan minta hikmat-Nya, karena Dia yang tahu jalan terbaik.

Ya Tuhan, aku percaya bahwa Engkau menuntun langkahku; bimbinglah aku dalam setiap keputusan. Amin.