Perkenalan Nabi Yeremia

Yeremia 1:1

Panggilan Yeremia: Firman yang Datang di Masa Sulit

Inilah perkataan Yeremia, anak Hilkia, salah satu imam di Anatot, di tanah Benyamin,

Yeremia 1:1 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yeremia 1:1?

Ayat ini memperkenalkan Yeremia, seorang imam dari Anatot di tanah Benyamin. Ia adalah penerima firman TUHAN. Ini menunjukkan bahwa Allah memanggil orang biasa dari latar belakang tertentu untuk menyampaikan pesan-Nya.

Latar belakang

Awal Kitab: Identitas Nabi

Ayat ini memperkenalkan Yeremia sebagai anak Hilkia, seorang imam dari Anatot. Ini menandai awal dari kitab yang berisi perkataan-perkataan yang Tuhan sampaikan kepada Yeremia.

Di mana

Yerusalem

Dalam konteks pengantar kitab, mungkin di rumah atau sedang menulis

Kapan

~600 SM

Kerajaan Yehuda

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Awal pelayanan Yeremia
Jatuhnya Yerusalem
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis kitab Yeremia

Sekretaris atau murid Yeremia, mungkin Barukh

P

Kepada

Pembaca kitab

Umat Yehuda dan semua pembaca Alkitab

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

דִּבְרֵי

divrei · perkataan

kata-kata, perkataan

יִרְמְיָהוּ

Yirmeyahu · Yeremia

TUHAN meninggikan

כֹּהֵן

kohen · imam

imam, orang yang melayani di bait

Kitab ini adalah 'kata-kata' yang berasal dari TUHAN, disampaikan melalui Yeremia, seorang imam yang dipanggil menjadi nabi.

Tahukah kamu

Anatot, Kota Imam

Anatot adalah kota yang diberikan kepada keturunan Harun, jadi Yeremia memang dari garis imam, tapi ia dipanggil menjadi nabi.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yeremia 1:1

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yeremia 1:1

✕  Sering dikira

Yeremia bukan dari keluarga imam, hanya orang biasa

✓  Yang sebenarnya

Ayat ini jelas mengatakan ia anak imam, jadi ia punya latar belakang imam.

✕  Sering dikira

Anatot adalah kota di Yehuda selatan

✓  Yang sebenarnya

Anatot sebenarnya di wilayah Benyamin, dekat Yerusalem.

Renungan

Renungan Singkat Yeremia 1:1

Seperti Yeremia, kita dipanggil untuk menjadi pembawa firman Allah dalam kehidupan sehari-hari. Tidak perlu menjadi orang hebat; cukup setia pada panggilan kita dan siap mendengarkan suara Allah.

Ya Tuhan, bukalah telingaku untuk mendengar firman-Mu dan jadikan aku alat-Mu untuk menyampaikannya, Amin.