Negeri menjadi tandus
Yehezkiel 6:14
Murka TUHAN atas penyembahan berhala
PerikopNubuat terhadap Israel · Yehezkiel 6:1-14 →“Demikianlah Aku akan merentangkan tangan-Ku terhadap mereka, di mana pun mereka tinggal, dan menjadikan negeri itu runtuh dan hancur lebih daripada padang belantara menuju Ribla. Dan, mereka akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN.””Yehezkiel 6:14 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Aku akan mengacungkan tangan-Ku melawan mereka dan tanahnya, di mana saja mereka diam, akan Kubuat menjadi musnah dan sunyi sepi mulai dari padang gurun sampai ke Ribla dan mereka akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN."”Yehezkiel 6:14 · TB
Terjemahan Baru
“Ya, Aku akan mengacungkan tangan-Ku dan menghancurkan negeri mereka, sehingga menjadi sunyi sepi, mulai dari Gurun Selatan sampai kepada kota Ribla di utara. Dari tempat-tempat yang didiami orang Israel, tak satu pun akan diselamatkan. Maka tahulah semua orang bahwa Akulah TUHAN."”Yehezkiel 6:14 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“So will I stretch out my hand upon them, and make the land desolate, yea, more desolate than the wilderness toward Diblath, in all their habitations: and they shall know that I am the LORD.”Yehezkiel 6:14 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yehezkiel 6:14?
Ayat ini menegaskan bahwa Tuhan akan menghukum Israel dengan membuat negeri mereka menjadi sunyi sepi, bahkan lebih parah dari padang gurun menuju Ribla. Ini adalah konsekuensi dari ketidaksetiaan mereka. Namun, di balik hukuman ini, Tuhan ingin mereka dan kita mengakui bahwa Dialah TUHAN, Allah yang kudus dan berdaulat.
Latar belakang
Tangan TUHAN yang terentang melawan
TUHAN menyatakan akan mengacungkan tangan-Nya melawan Israel, membuat negeri mereka menjadi sunyi sepi, bahkan lebih hancur daripada padang gurun menuju Ribla. Ini menunjukkan murka-Nya yang total dan kepastian penghakiman.
Di mana
Babel
Di tepi sungai Kebar, tempat orang buangan
Kapan
~593 SM
Pembuangan Babel
Yang berbicara
TUHAN
Allah Israel, berfirman melalui nabi
Kepada
Nabi Yehezkiel
Imam dan nabi di pembuangan Babel
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
יָד
yad · tangan
tangan, kekuatan, kuasa
שָׁמֵם
shamem · runtuh
tertegun, tandus, sunyi
מִדְבָּר
midbar · padang belantara
padang gurun, tempat yang tidak berpenghuni
Ketiga kata ini menggambarkan murka TUHAN: tangan-Nya aktif mendatangkan kehancuran, negeri menjadi 'shamem' (sunyi, tandus), dan dibandingkan dengan 'midbar' (gurun). Ini menekankan bahwa penghakiman-Nya menyebabkan kehancuran total dan kesunyian.
Tahukah kamu
Ribla: kota perbatasan
Ribla di utara Israel adalah tempat Firaun dan kemudian raja Babel menetapkan kekuasaan, menjadi simbol perbatasan dan kehancuran bagi Israel.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yehezkiel 6:14
Yesaya 5:25
tangan teracung
“Sebab itu murka TUHAN bangkit terhadap umat-Nya, dan Ia mengacungkan tangan-Nya terhadap mereka serta memukul mereka; gunung-gunung gemetar, dan mayat-mayat mereka seperti sampah di tengah jalan.”
Yehezkiel 20:33
tangan kuat
“Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH, Aku akan memerintah kamu dengan tangan yang kuat dan dengan lengan yang teracung dan dengan murka yang tercurah.”
Yeremia 4:27
negeri sunyi
“Sebab beginilah firman TUHAN: Seluruh negeri akan menjadi sunyi, tetapi Aku tidak akan membuatnya habis sama sekali.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yehezkiel 6:14
✕ Sering dikira
'Padang belantara menuju Ribla' berarti tempat geografis tertentu yang dihancurkan.
✓ Yang sebenarnya
Frasa ini adalah perbandingan: negeri akan lebih tandus daripada gurun di dekat Ribla, menekankan tingkat kehancuran.
✕ Sering dikira
Ayat ini menunjukkan TUHAN tidak setia pada perjanjian.
✓ Yang sebenarnya
Justru TUHAN setia pada perjanjian dengan menghukum pelanggaran, dan tujuan akhirnya adalah agar bangsa itu mengenal Dia, bukan untuk memusnahkan total.
Renungan
Renungan Singkat Yehezkiel 6:14
Hukuman Tuhan sering kali adalah cara untuk menarik kita kembali kepada-Nya. Ketika kita mengalami konsekuensi dari dosa, janganlah mengeraskan hati, tetapi lihatlah itu sebagai panggilan untuk bertobat. Tuhan ingin kita mengenal Dia lebih dalam melalui setiap peristiwa hidup kita.
Ya Tuhan, sadarkanlah aku setiap kali aku menyimpang dari jalan-Mu, dan bawalah aku kembali kepada pengenalan akan diri-Mu. Amin.