Yehezkiel 48:21
““Sisanya akan menjadi milik pemimpin, pada satu sisi dan sisi yang lain dari bagian kudus, dan harta milik kota, memanjang 25 ribu hasta bagian kudus sampai ke perbatasan timur dan ke arah barat 25 ribu hasta sampai ke perbatasan barat. Sepanjang bagian-bagian itu, akan diberikan kepada pemimpin. Bagian kudus dan Ruang Kudus Bait Suci akan ada di tengah-tengahnya.”Yehezkiel 48:21 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Selebihnya adalah milik raja, yaitu di sebelah timur dan barat dari persembahan khusus yang kudus dan milik kota itu, dan berbatasan dengan yang dua puluh lima ribu hasta itu, ke timur sampai di perbatasan timur dan ke barat sampai di perbatasan barat dan Yehezkiel 48.22–27 254 sejajar dengan bagian suku-suku lain, adalah untuk raja. Di tengah-tengah bagian itu adalah persembahan khusus yang kudus dan Bait Suci.”Yehezkiel 48:21 · TB
Terjemahan Baru
“Tanah di sebelah barat dan timur dari daerah khusus yang disediakan untuk Rumah TUHAN, para imam, orang Lewi dan kota itu, adalah untuk penguasa yang memerintah. Di sebelah timur tanah itu meluas sampai ke perbatasan timur, dan di sebelah barat sampai ke Laut Tengah, dan terletak di antara tanah Yehuda dan tanah Benyamin.”Yehezkiel 48:21 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“And the residue shall be for the prince, on the one side and on the other of the holy oblation, and of the possession of the city, over against the five and twenty thousand of the oblation toward the east border, and westward over against the five and twenty thousand toward the west border, over against the portions for the prince: and it shall be the holy oblation; and the sanctuary of the house shall be in the midst thereof.”Yehezkiel 48:21 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yehezkiel 48:21?
Ayat ini menjelaskan bahwa sisa tanah di sekitar bagian kudus dan kota menjadi milik pemimpin (raja). Bagian ini memanjang dari timur ke barat, dengan Bait Suci di tengah, menunjukkan bahwa kepemimpinan ditempatkan di bawah otoritas Allah.
Renungan
Renungan Singkat Yehezkiel 48:21
Pemimpin pun berada di bawah kedaulatan Tuhan. Kita yang diberi otoritas, baik di rumah, gereja, atau pekerjaan, harus mengarahkan kepemimpinan kita untuk memuliakan Tuhan, bukan kepentingan sendiri. Sentralitas Tuhan harus terlihat dalam cara kita memimpin.
Bapa, jadikanlah aku pemimpin yang rendah hati, selalu menempatkan-Mu sebagai pusat dari setiap tanggung jawabku. Amin.