Yehezkiel 46:12
““Ketika pemimpin memberikan persembahan sukarela baik persembahan bakaran atau persembahan perdamaian sebagai persembahan sukarela kepada TUHAN, pintu gerbang yang menghadap ke timur akan dibuka baginya. Dan, dia akan memberikan persembahan bakarannya dan persembahan perdamaiannya seperti yang dia lakukan pada hari Sabat. Lalu, dia akan keluar, dan setelah dia keluar, pintu gerbang akan ditutup.””Yehezkiel 46:12 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Kalau raja mengolah korban bakaran sukarela atau korban keselamatan sukarela bagi TUHAN, maka orang harus membukakan pintu gerbang sebelah timur untuk dia dan ia akan mempersembahkan korban bakarannya dan korban keselamatannya itu seperti ia perbuat pada hari Sabat. Kemudian ia keluar, dan sesudah ia keluar pintu gerbang harus ditutup.”Yehezkiel 46:12 · TB
Terjemahan Baru
“Jika penguasa ingin memberi persembahan sukarela kepada TUHAN, baik berupa kurban bakaran maupun kurban perdamaian, maka gerbang timur yang menuju ke halaman dalam harus dibuka untuk dia. Dia harus mempersembahkan kurban itu dengan cara yang sama seperti yang dilakukannya pada hari Sabat, tetapi segera setelah ia pulang, gerbang itu harus ditutup lagi."”Yehezkiel 46:12 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Now when the prince shall prepare a voluntary burnt offering or peace offerings voluntarily unto the LORD, one shall then open him the gate that looketh toward the east, and he shall prepare his burnt offering and his peace offerings, as he did on the sabbath day: then he shall go forth; and after his going forth one shall shut the gate.”Yehezkiel 46:12 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yehezkiel 46:12?
Jika pemimpin ingin memberikan persembahan sukarela (bakaran atau perdamaian) kepada Tuhan, pintu gerbang timur akan dibuka baginya, dan ia mempersembahkan seperti pada hari Sabat. Setelah keluar, pintu itu ditutup kembali. Ini menunjukkan bahwa Tuhan menghargai persembahan yang lahir dari kerelaan hati, bukan karena kewajiban.
Renungan
Renungan Singkat Yehezkiel 46:12
Saat kamu memberi dengan sukarela, Tuhan akan membuka pintu-pintu berkat bagimu. Jangan menahan kebaikan atau pemberian yang kamu ingin lakukan, sebab Tuhan suka kepada pemberi yang ceria.
Tuhan, berikan aku hati yang rela untuk memberi dan melayani tanpa pamrih. Amin.