Takhta Allah di Bait Suci
Yehezkiel 43:7
Kemuliaan Tuhan Memenuhi Bait Suci
PerikopKemuliaan TUHAN di Dalam Bait Suci · Yehezkiel 43:1-12 →“Dia berkata kepadaku, “Anak manusia, inilah tempat takhta-Ku dan tempat tumpuan kaki-Ku, di tempat Aku akan tinggal, di tengah-tengah bangsa Israel selama-lamanya. Dan, keturunan Israel tidak akan lagi menajiskan nama-Ku yang kudus, baik mereka maupun raja-raja mereka, dengan persundalan mereka maupun dengan mayat-mayat raja-raja mereka di tempat-tempat tinggi mereka,”Yehezkiel 43:7 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“dan Ia berfirman kepadaku: "Hai anak manusia, inilah tempat takhta-Ku dan inilah tempat tapak kaki-Ku; di sinilah Aku akan diam di tengah-tengah orang Israel untuk selama-lamanya dan kaum Israel tidak lagi akan menajiskan nama-Ku yang kudus, baik mereka maupun raja-raja mereka, dengan persundalan mereka atau dengan mayat raja-raja mereka yang sudah mati;”Yehezkiel 43:7 · TB
Terjemahan Baru
“"Hai manusia fana, inilah takhta-Ku. Di sinilah Aku akan tinggal di tengah-tengah umat Israel dan memerintah atas mereka selama-lamanya. Baik mereka, maupun raja-raja mereka, tidak lagi akan mencemarkan nama-Ku yang suci dengan menyembah berhala atau dengan menguburkan jenazah raja-raja mereka di tempat ini.”Yehezkiel 43:7 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“And he said unto me, Son of man, the place of my throne, and the place of the soles of my feet, where I will dwell in the midst of the children of Israel for ever, and my holy name, shall the house of Israel no more defile, neither they, nor their kings, by their whoredom, nor by the carcases of their kings in their high places.”Yehezkiel 43:7 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yehezkiel 43:7?
Tuhan berjanji untuk tinggal di tengah-tengah bangsa Israel selama-lamanya di Bait Suci yang baru. Ini adalah tempat takhta-Nya dan tumpuan kaki-Nya, dan Dia akan hadir di sana. Bangsa Israel dan raja-raja mereka tidak akan lagi menajiskan nama-Nya yang kudus dengan persundalan dan penyembahan berhala di tempat-tempat tinggi.
Latar belakang
Allah Berjanji Tinggal di Tengah Umat
Yehezkiel melihat kemuliaan Tuhan memenuhi Bait Suci, lalu mendengar suara dari dalam Bait Suci. Suara itu menyatakan bahwa Bait Suci adalah tempat takhta dan tumpuan kaki Allah, di mana Ia akan tinggal di tengah bangsa Israel selama-lamanya, asalkan mereka berhenti menajiskan nama-Nya.
Di mana
Bait Suci (penglihatan), Yerusalem
Di pelataran dalam Bait Suci, dalam penglihatan
Kapan
~573 SM
Pembuangan Babel (nubuat Yehezkiel)
Yang berbicara
Suara dari Bait Suci
Firman Allah yang didengar Yehezkiel, kemungkinan malaikat atau Tuhan sendiri.
Kepada
Yehezkiel
Imam dan nabi Yahudi, berusia sekitar 50 tahun, di pengasingan Babel.
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
כִּסֵּא
kisse · takhta
tempat duduk resmi seorang raja, simbol otoritas dan pemerintahan
הֲדֹם
hadom · tumpuan kaki
alas kaki, tempat meletakkan kaki, menunjukkan kehadiran dan kekuasaan
שָׁכַן
shakan · tinggal
diam, menetap, tinggal dalam keintiman dan hubungan yang berkelanjutan
Kata-kata ini mengingatkan bahwa Allah bukan hanya penguasa yang jauh, tetapi secara pribadi hadir dan tinggal di tengah umat-Nya, utamanya melalui Yesus yang menjadi manusia.
Tahukah kamu
Takhta yang Turun
Dalam penglihatan Yehezkiel, takhta Allah tidak di surga, melainkan di Bait Suci di bumi, menunjukkan kehadiran-Nya yang nyata di antara umat.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yehezkiel 43:7
Keluaran 25:8
Allah tinggal di tengah umat
“Dan mereka harus membuat tempat kudus bagi-Ku, supaya Aku diam di tengah-tengah mereka.”
Yesaya 66:1
Takhta dan tumpuan kaki
“Langit adalah takhta-Ku, dan bumi adalah tumpuan kaki-Ku.”
Wahyu 21:3
Allah tinggal selama-lamanya
“Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia, dan Ia akan diam bersama-sama mereka.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yehezkiel 43:7
✕ Sering dikira
Berpikir Allah hanya tinggal di Bait Suci, bukan di tempat lain.
✓ Yang sebenarnya
Bait Suci adalah simbol kehadiran Allah, tetapi Allah tidak terbatas oleh tempat; Dia hadir di mana-mana.
✕ Sering dikira
Menganggap janji ini berlaku tanpa syarat, padahal ada syarat berupa kesetiaan bangsa Israel.
✓ Yang sebenarnya
Allah akan tinggal jika umat berhenti menajiskan nama-Nya; janji ini berkaitan dengan perjanjian yang menuntut kekudusan.
Renungan
Renungan Singkat Yehezkiel 43:7
Tuhan ingin hadir di tengah kita, tetapi kekudusan-Nya menuntut kita menjauhkan diri dari hal-hal yang menajiskan. Mari kita periksa hidup kita: adakah 'berhala' atau dosa yang menghalangi kehadiran-Nya? Biarlah kita menyediakan 'tempat' yang kudus bagi-Nya dalam hati dan rumah kita.
Tuhan, mampukan kami untuk hidup kudus di hadapan-Mu, agar Engkau berkenan tinggal di tengah-tengah kami selalu. Amin.