Pakaian Khusus Imam
Yehezkiel 42:14
Kekudusan Pelayanan
“Ketika para imam masuk, maka mereka tidak akan keluar dari tempat kudus ke pelataran bagian luar tanpa meletakkan pakaian-pakaian mereka yang mereka kenakan ketika mereka melayani di sana, karena mereka kudus. Mereka akan mengenakan pakaian yang lain, lalu mereka akan pergi mendekat ke tempat yang disediakan untuk orang-orang.””Yehezkiel 42:14 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Kalau para imam masuk ke tempat kudus, mereka tidak akan keluar ke pelataran luar, sebelum mereka menanggalkan pakaian mereka di sana, yang dipakainya waktu menyelenggarakan kebaktian, sebab pakaian-pakaian itu adalah kudus. Mereka harus memakai pakaian yang lain, barulah mereka boleh datang ke tempat umat TUHAN."”Yehezkiel 42:14 · TB
Terjemahan Baru
“Jika para imam selesai bertugas di Rumah TUHAN, dan mau pergi ke pelataran luar, maka pakaian khusus yang mereka pakai waktu melayani ibadat harus mereka tinggalkan di kamar-kamar itu. Mereka harus memakai pakaian lain, setelah itu barulah mereka boleh pergi ke tempat rakyat berkumpul."”Yehezkiel 42:14 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“When the priests enter therein, then shall they not go out of the holy place into the utter court, but there they shall lay their garments wherein they minister; for they are holy; and shall put on other garments, and shall approach to those things which are for the people.”Yehezkiel 42:14 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yehezkiel 42:14?
Ayat ini menekankan bahwa para imam harus berganti pakaian sebelum keluar dari tempat kudus ke pelataran luar, karena pakaian yang dipakai saat melayani dianggap kudus. Ini menunjukkan pentingnya menjaga kekudusan dalam ibadah dan pelayanan.
Latar belakang
Aturan Ganti Pakaian
Aturan ini menekankan bahwa para imam yang melayani di tempat kudus tidak boleh keluar ke pelataran luar dengan pakaian kudus mereka. Mereka harus mengganti pakaian terlebih dahulu sebelum bertemu orang banyak, untuk menjaga kekudusan pakaian tersebut.
Di mana
Yerusalem
Di pelataran dalam Bait Suci (dalam penglihatan)
Kapan
~573 SM
Pembuangan Babel
Yang berbicara
Malaikat Pembimbing
Utusan surgawi yang menuntun Yehezkiel
Kepada
Yehezkiel
Nabi buangan di Babel, ~50 tahun
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
בֶּגֶד
beged · pakaian
pakaian, jubah (khususnya pakaian imam)
שָׁרַת
sharat · melayani
melayani, melayani dalam ibadah
קֹדֶשׁ
qodesh · kudus
kekudusan, dipisahkan untuk Allah
Pakaian kudus adalah simbol pemisahan antara yang kudus dan yang biasa. Pelayanan kepada Allah membutuhkan pengudusan yang nyata, termasuk dalam hal berpakaian.
Tahukah kamu
Busana Liturgis
Di banyak tradisi Kristen, pendeta masih mengenakan jubah khusus saat melayani, dan melepasnya setelah ibadah. Ini mirip dengan aturan ganti pakaian imam di Perjanjian Lama.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yehezkiel 42:14
Keluaran 28:41
Pakaian imam
“Dan kenakanlah semuanya itu kepada Harun, abangmu, serta kepada anak-anaknya; lalu urapilah, tahbiskanlah dan sucikanlah mereka, supaya mereka dapat melayani Aku sebagai imam.”
Zakharia 3:4
Ganti pakaian
“Lihat, aku telah menjauhkan kesalahanmu dengan mengenakan pakaian pesta kepadamu.”
Wahyu 19:8
Pakaian kudus
“Dan kepadanya diberikan kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan putih bersih; kain lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan kudus orang-orang kudus.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yehezkiel 42:14
✕ Sering dikira
Menganggap aturan ini hanya tentang ganti baju, tidak ada makna rohani.
✓ Yang sebenarnya
Ini mengajarkan bahwa yang kudus harus dijaga dan tidak sembarangan dibawa ke tempat biasa.
✕ Sering dikira
Mengira kita harus memakai pakaian khusus hari ini untuk beribadah agar sah di mata Tuhan.
✓ Yang sebenarnya
Yang penting bukan pakaian fisik, tetapi kekudusan hati dan hidup kita.
Renungan
Renungan Singkat Yehezkiel 42:14
Kita perlu membedakan antara hal-hal yang kudus dan yang biasa dalam hidup kita. Jangan membawa hal-hal yang kudus ke dalam area yang tidak kudus, tetapi hormati dan pelihara kekudusan itu.
Tuhan, mampukan aku untuk menjaga kekudusan dalam setiap aspek hidupku dan tidak mencampuradukkan yang kudus dengan yang duniawi, Amin.