Jatuh ke Lubang Kubur

Yehezkiel 28:8

Kejatuhan Raja Tirus

Mereka akan mencampakkanmu ke lubang kubur, dan kamu akan mati terbunuh di tengah-tengah lautan.

Yehezkiel 28:8 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yehezkiel 28:8?

Yehezkiel 28:8 menegaskan bahwa raja Tirus akan dicampakkan ke lubang kubur dan mati terbunuh di tengah lautan. Ini melambangkan kejatuhan total dari posisi tinggi, menunjukkan bahwa tidak ada yang bisa menyelamatkan diri dari penghakiman Allah ketika berpikir dirinya ilahi.

Latar belakang

Kematian di Laut

Tuhan melanjutkan hukuman: raja akan dicampakkan ke lubang kubur dan mati terbunuh di tengah lautan. Ini membalikkan keyakinannya bahwa ia duduk di takhta Allah di tengah lautan.

Di mana

Tirus

Di istana raja, di tepi laut

Kapan

~586 SM

Pembuangan Babel

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Pengepungan Yerusalem
Kejatuhan Tirus
Kamu di sini
T

Yang berbicara

Tuhan ALLAH

Allah Israel, berdaulat atas segala bangsa

R

Kepada

Raja Tirus

Penguasa kota pelabuhan yang kaya, angkuh

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

שַׁחַת

shachat · lubang kubur

lubang, pit, tempat kebinasaan

מוֹת

mot · terbunuh

mati, dibunuh

לֵב

lev · tengah-tengah

hati, bagian dalam, di antara

Kata 'lev' (hati) menekankan bahwa kematian terjadi di bagian dalam laut, kebalikan dari klaimnya duduk di tengah lautan sebagai ilah.

Tahukah kamu

Laut sebagai Simbol

Dalam budaya Timur Dekat kuno, laut sering melambangkan kekacauan dan tempat kematian, jadi mati di laut adalah aib besar.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yehezkiel 28:8

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yehezkiel 28:8

✕  Sering dikira

Lubang kubur hanya berarti kematian fisik biasa.

✓  Yang sebenarnya

Ini menekankan kematian yang memalukan dan dihakimi, bukan sekadar kematian alami.

✕  Sering dikira

Ayat ini mengajarkan bahwa semua orang mati di laut.

✓  Yang sebenarnya

Ini khusus untuk raja Tirus sebagai hukuman atas kesombongannya.

Renungan

Renungan Singkat Yehezkiel 28:8

Hidup ini singkat dan tidak pasti; jangan menaruh kepercayaan pada kekuatan atau posisi sendiri. Bersyukurlah atas setiap hari dan gunakan untuk melayani Tuhan, bukan untuk memuliakan diri.

Bapa, ajar aku untuk tidak mengandalkan kekuatanku sendiri, tetapi mengandalkan Engkau yang memegang hidupku. Amin.