Gambar Orang Kasdim
Yehezkiel 23:14
Dua Saudari yang Tidak Setia
PerikopOhola dan Oholiba · Yehezkiel 23:1-49 →““Namun, ia menambah persundalannya. Ia melihat orang-orang dilukis di tembok, lukisan orang-orang Kasdim yang dilukis dengan merah terang,”Yehezkiel 23:14 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Bahkan, ia menambah persundalannya lagi: ia melihat laki-laki yang terukir pada dinding, gambar orang-orang Kasdim, diukir dalam warna linggam,”Yehezkiel 23:14 · TB
Terjemahan Baru
“Makin lama makin bejatlah Oholiba. Ia sangat tertarik kepada gambar-gambar yang terukir pada dinding, dan yang diwarnai dengan cat semerah darah. Gambar-gambar itu melambangkan perwira-perwira Babel dengan ikat pinggang yang indah dan serban yang berjuntai.”Yehezkiel 23:14 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“And that she increased her whoredoms: for when she saw men pourtrayed upon the wall, the images of the Chaldeans pourtrayed with vermilion,”Yehezkiel 23:14 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yehezkiel 23:14?
Yehezkiel 23:14 menggambarkan bagaimana Oholiba (Yerusalem) menambah persundalannya dengan melihat gambar-gambar tentara Kasdim yang dilukis di tembok. Gambar-gambar itu menarik nafsunya, sehingga ia semakin terjerumus dalam persundalan rohani, yaitu bersekutu dengan Babel.
Latar belakang
Mengagumi yang Asing
Tuhan melanjutkan kecaman terhadap Oholiba yang tidak berhenti pada persundalan kepada Asyur, tetapi malah melihat gambar-gambar orang Kasdim (Babel) yang dilukis di dinding. Ia menjadi bernafsu dan terpesona oleh kemewahan serta kekuatan mereka, sehingga menjadikan mereka objek hasratnya.
Di mana
Tel Aviv, Babel
Di rumah Yehezkiel, di tepi Sungai Kebar
Kapan
~593 SM
Pembuangan Babel
Yang berbicara
Tuhan
Allah Israel, yang setia namun dikhianati
Kepada
Yehezkiel
Imam dan nabi di pembuangan Babel
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
צֶלֶם
tselem · gambar
Patung atau lukisan, sering kali dikaitkan dengan representasi dewa atau raja.
כַּשְׂדִּים
Kasdim · Kasdim
Suku yang menjadi kelompok dominan di Babel, identik dengan kekaisaran Babel.
שָׁשַׁר
shashar · merah
Pigmen merah cerah, mungkin berasal dari cinnabar, digunakan sebagai pewarna.
Penggambaran 'gambar' dan 'merah' menunjukkan hasrat visual yang membara. Yerusalem tidak hanya mengagumi kekuatan Babel secara abstrak, tetapi juga terpesona oleh simbol-simbol kemewahan dan kekuasaan yang terlihat.
Tahukah kamu
Lukisan Dinding
Di Timur Dekat kuno, relief dan lukisan dinding sering menggambarkan prajurit atau raja dengan warna merah terang, yang melambangkan kekuatan dan kemuliaan. Penggunaan warna merah ini menekankan ketertarikan yang sensual pada kekuasaan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yehezkiel 23:14
Yeh 8:10
Gambar di dinding
“Lalu aku masuk dan kulihat segala macam binatang melata dan binatang yang menjijikkan, dan segala berhala kaum Israel, terukir di sekeliling dinding.”
Yesaya 2:6
Perjanjian dengan asing
“Sebab Engkau telah membuang umat-Mu, kaum Yakub, karena mereka penuh dengan ramalan dari Timur dan dengan peramal seperti orang Filistin; mereka membuat perjanjian dengan orang asing.”
Yeh 16:29
Perzinahan dengan Babel
“Engkau memperbanyak perzinahanmu dengan negeri perdagangan, yaitu Babel, dan dengan itu pun engkau belum merasa puas.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yehezkiel 23:14
✕ Sering dikira
Ayat ini mengizinkan penggunaan gambar dalam ibadah.
✓ Yang sebenarnya
Ayat ini tidak berbicara tentang ibadah, melainkan tentang keinginan berdosa yang dipicu oleh lukisan. Penggambaran ini justru menjadi alat untuk menggambarkan ketidaksetiaan, bukan untuk disembah.
✕ Sering dikira
Yerusalem bersalah karena terlibat diplomasi dengan Babel, yang sebenarnya adalah langkah politik yang bijak.
✓ Yang sebenarnya
Masalahnya bukan pada diplomasi itu sendiri, tetapi pada motivasi dan cara yang didasari oleh nafsu serta penyembahan berhala, bukan kepercayaan kepada Tuhan.
Renungan
Renungan Singkat Yehezkiel 23:14
Apa yang kita lihat dapat mempengaruhi hati dan tindakan kita. Saat ini, kita perlu berhati-hati dengan konten yang kita konsumsi—baik media sosial, film, maupun hal lain—agar tidak membangkitkan keinginan yang salah dan menjauhkan kita dari Tuhan.
Tuhan, kendalikan mataku, agar aku tidak tertarik pada hal-hal yang dapat menjeratku dalam dosa. Amin.