Semua Jiwa Milik Allah

Yehezkiel 18:4

Setiap Orang Bertanggung Jawab

Ketahuilah, semua jiwa adalah milik-Ku, jiwa ayah dan juga jiwa anak adalah milik-Ku. Jiwa yang berdosalah yang akan mati.

Yehezkiel 18:4 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yehezkiel 18:4?

Tuhan menegaskan bahwa semua jiwa adalah milik-Nya, baik orang tua maupun anak. Yang mati adalah jiwa yang berdosa, bukan karena dosa orang lain. Ini menekankan tanggung jawab pribadi di hadapan Tuhan.

Latar belakang

Perumpamaan Berbalik

Allah menanggapi perumpamaan populer yang menyalahkan orang tua atas dosa anak-anak. Dia menegaskan bahwa setiap jiwa adalah milik-Nya, dan setiap orang bertanggung jawab atas dosanya sendiri.

Di mana

Babilonia

Di tepi sungai Kebar, tempat para buangan

Kapan

~593 SM

Pembuangan Babilonia

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Yerusalem jatuh
Kembali dari pembuangan
Kamu di sini
T

Yang berbicara

Tuhan ALLAH

Allah Israel, sumber kebenaran dan hidup

K

Kepada

Keturunan Israel

Umat pilihan Allah yang sedang berada dalam pembuangan

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

נֶפֶשׁ

nefesh · jiwa

kehidupan, diri, atau pribadi yang utuh

לִי

li · milik-Ku

kepunyaan-Ku, menunjukkan hak mutlak

חָטָא

khata · berdosa

meleset dari sasaran atau melanggar hukum Allah

Kata 'jiwa' (nefesh) menunjukkan bahwa Allah memperhatikan seluruh pribadi, bukan hanya roh. Kepemilikan-Nya atas setiap jiwa menegaskan bahwa setiap orang bertanggung jawab langsung kepada-Nya.

Tahukah kamu

Pikul-Ku

Frasa 'semua jiwa adalah milik-Ku' menekankan kepemilikan Allah atas setiap manusia, bukan hanya secara umum, tetapi secara personal.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yehezkiel 18:4

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yehezkiel 18:4

✕  Sering dikira

Ayat ini mengajarkan bahwa tidak ada hukuman yang diturunkan dari orang tua ke anak.

✓  Yang sebenarnya

Allah memang menegaskan tanggung jawab pribadi, tetapi akibat dosa bisa mempengaruhi generasi berikutnya.

✕  Sering dikira

Semua jiwa adalah milik Allah, jadi tidak ada yang perlu takut.

✓  Yang sebenarnya

Kepemilikan Allah berarti kita harus hidup sesuai kehendak-Nya, bukan berarti bebas dari penghakiman.

Renungan

Renungan Singkat Yehezkiel 18:4

Kamu tidak bisa bersembunyi di balik dosa orang lain—setiap orang akan berdiri sendiri di hadapan Tuhan. Jadikan hidupmu berharga di mata-Nya.

Ya Tuhan, aku tahu hidupku adalah milik-Mu; ajarilah aku hidup benar agar tidak binasa dalam dosa. Amin.