Perilaku Anak yang Benar
Yehezkiel 18:15
Tanggung Jawab Pribadi di Hadapan Allah
PerikopKeadilan yang Murni · Yehezkiel 18:1-32 →“ia tidak makan di gunung-gunung, atau mengarahkan matanya kepada berhala-berhala keturunan Israel, tidak menajiskan istri sesamanya,”Yehezkiel 18:15 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“ia tidak makan daging persembahan di atas gunung dan tidak melihat kepada berhala-berhala kaum Israel, tidak mencemari isteri sesamanya, Yehezkiel 18.16–20 82”Yehezkiel 18:15 · TB
Terjemahan Baru
“Anak itu tak mau menyembah berhala orang Israel, atau memakan kurban persembahan di tempat-tempat pemujaan dewa-dewa. Ia tak pernah menggoda istri orang lain,”Yehezkiel 18:15 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“That hath not eaten upon the mountains, neither hath lifted up his eyes to the idols of the house of Israel, hath not defiled his neighbour’s wife,”Yehezkiel 18:15 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yehezkiel 18:15?
Ayat ini menggambarkan perilaku anak yang tidak mengikuti jejak ayahnya yang jahat: ia tidak menyembah berhala, tidak berzinah, dan tidak menajiskan diri. Ini menunjukkan bahwa kesalehan pribadi diukur dari tindakan nyata dalam ketaatan kepada Tuhan.
Latar belakang
Daftar Perbuatan Benar
Ayat ini merinci perilaku anak yang benar: tidak makan di gunung-gunung (persembahan kepada berhala), tidak memandang berhala, tidak menajiskan istri sesamanya, dan tidak menindas orang. Ini adalah tindakan konkret yang menunjukkan ketaatan kepada Allah.
Di mana
Babilonia
Tepi Sungai Kebar, di kamp pengungsian
Kapan
~590 SM
Pembuangan Babel
Yang berbicara
Tuhan ALLAH
Allah Israel, yang berfirman melalui nabi Yehezkiel
Kepada
Keturunan Israel
Orang-orang buangan di Babel, generasi yang sinis
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
אָכַל
akal · makan
makan, juga berarti mengambil bagian dalam jamuan korban
גִּלּוּלִים
gillulim · berhala
berhala, patung dewa; kata ini sering dipakai Yehezkiel untuk mengejek berhala sebagai 'kotoran'
טָמֵא
tame · menajiskan
menajiskan, mencemarkan, membuat tidak suci
Kata 'berhala' yang dipakai Yehezkiel (gillulim) sebenarnya berarti 'kotoran' atau 'tahi', menunjukkan betapa menjijikkannya penyembahan berhala di mata Allah. 'Menajiskan' juga menunjukkan bahwa dosa seksual mencemarkan kekudusan, membuat orang tidak layak di hadapan Allah.
Tahukah kamu
Gunung-Gunung sebagai Tempat Ibadah
Pada zaman Perjanjian Lama, orang sering menyembah berhala di bukit-bukit dan gunung-gunung, yang dianggap lebih dekat dengan dewa-dewa. Karena itu, 'makan di gunung-gunung' adalah metafora untuk ikut serta dalam penyembahan berhala, bukan sekadar piknik.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yehezkiel 18:15
Keluaran 20:3-4
larangan berhala
“Jangan ada allah lain di hadapan-Ku. Jangan membuat bagimu patung.”
Imamat 18:19-20
larangan zinah
“Janganlah engkau menghampiri seorang perempuan pada waktu ia cemar kain untuk menajiskannya.”
Mazmur 15:2-3
perilaku benar
“Yang berlaku tidak bercela, yang melakukan keadilan, dan yang mengatakan kebenaran dengan segenap hatinya.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yehezkiel 18:15
✕ Sering dikira
Mengira bahwa ayat ini hanya fokus pada masalah ritual, bukan moralitas.
✓ Yang sebenarnya
Ayat ini mencakup aspek ritual (makan di gunung, berhala) dan moral (perzinahan, penindasan), menunjukkan bahwa ibadah dan etika tidak terpisah.
✕ Sering dikira
Menganggap bahwa 'tidak menajiskan istri sesamanya' hanya berlaku bagi orang yang sudah menikah.
✓ Yang sebenarnya
Istilah ini berlaku untuk semua orang, karena perzinahan adalah dosa yang dilarang bagi siapa pun, dan kata 'sesamanya' menekankan hak orang lain.
Renungan
Renungan Singkat Yehezkiel 18:15
Ketaatan kita kepada Tuhan harus tampak dalam keputusan sehari-hari. Jauhkan diri dari godaan untuk menyembah hal-hal lain selain Tuhan, dan jagalah kesucian hidup kita dalam hubungan dengan sesama.
Ya Tuhan, tolong saya untuk tetap setia kepada-Mu dan menjauhi segala bentuk penyembahan berhala dan percabulan. Amin.