Pohon Anggur yang Tidak Setia
Yehezkiel 17:7
Perumpamaan Dua Elang dan Pohon Anggur
“Ada juga burung elang besar yang lain, dengan sayap yang sangat besar, dan bulu yang lebat. Lihatlah, pohon anggur ini membengkokkan akar-akarnya ke arah burung itu, dan mengarahkan cabang-cabangnya ke arahnya, dari bedeng tempat ia ditanam, supaya burung itu dapat mengairinya.”Yehezkiel 17:7 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Dalam pada itu ada juga burung rajawali besar yang lain dengan sayapnya yang besar dan bulu yang lebat. Dan sungguh, pohon anggur ini mengarahkan akar-akarnya ke burung itu dan cabang-cabangnya dijulurkannya kepadanya, supaya burung itu mengairi dia lebih baik dari bedeng di mana ia ditanam.”Yehezkiel 17:7 · TB
Terjemahan Baru
“Sementara itu ada burung rajawali raksasa yang lain; sayapnya lebar dan bulunya tebal. Lalu pohon anggur itu mengarahkan akar-akar dan dahan-dahannya kepada burung rajawali yang baru itu dengan harapan agar burung itu mau memberi kepadanya lebih banyak air daripada yang ada di ladang itu.”Yehezkiel 17:7 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“There was also another great eagle with great wings and many feathers: and, behold, this vine did bend her roots toward him, and shot forth her branches toward him, that he might water it by the furrows of her plantation.”Yehezkiel 17:7 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yehezkiel 17:7?
Ayat ini menggambarkan pohon anggur yang membengkokkan akar dan cabangnya ke arah burung elang lain, yaitu Mesir. Ini melambangkan Yehuda yang berpaling dari Babel kepada Mesir untuk mendapatkan bantuan, menunjukkan ketidaksetiaan dan ketergantungan pada kekuatan asing daripada kepada Allah.
Latar belakang
Pohon Anggur Mencari Air dari Elang Lain
Dalam perumpamaan, pohon anggur yang melambangkan Zedekia, raja Yehuda, membengkokkan akar dan cabangnya ke arah elang besar kedua, yang melambangkan Mesir. Ini menggambarkan upaya Zedekia mencari bantuan Mesir, meskipun ia telah bersumpah setia kepada Babel. Ayat ini menunjukkan ketidaksetiaan dan ketergantungan yang salah.
Di mana
Babel
Di tepi sungai Kebar, tempat para pembuangan
Kapan
~593 SM
Pembuangan Babel
Yang berbicara
Tuhan (melalui Yehezkiel)
Allah yang berfirman, disampaikan oleh nabi Yehezkiel
Kepada
Keturunan Israel
Bangsa Israel yang sedang dalam pembuangan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
נָטָה
natah · membengkokkan
memiringkan atau mengarahkan
שֹׁרֶשׁ
shoresh · akar
akar, dasar, atau sumber
דָּלִיּוֹת
daliyyot · cabang
ranting atau pucuk
Kata-kata ini menekankan tindakan aktif pohon anggur untuk mengarahkan dirinya ke sumber yang salah, yang menggambarkan keputusan politik yang tidak setia. Ini mengingatkan bahwa akar dan cabang kita menunjukkan ke mana hati kita tertuju.
Tahukah kamu
Elang dalam Alkitab
Dalam Alkitab, elang sering melambangkan kekuatan dan kecepatan, tetapi juga bisa melambangkan bangsa asing yang digunakan Allah untuk menghukum umat-Nya.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yehezkiel 17:7
Yesaya 30:1-2
Mencari bantuan Mesir
“Celakalah anak-anak yang memberontak... yang berjalan untuk pergi ke Mesir tanpa meminta keputusan-Ku”
Yeremia 17:5
Mengandalkan manusia
“Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri”
Mazmur 52:8
Akar pada Allah
“Tetapi aku ini seperti pohon zaitun yang menghijau di dalam rumah Allah”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yehezkiel 17:7
✕ Sering dikira
Pohon anggur dianggap baik karena mencari air.
✓ Yang sebenarnya
Mencari air dari elang kedua menunjukkan ketidaksetiaan kepada Allah dan perjanjian.
✕ Sering dikira
Elang kedua adalah sekutu yang dapat diandalkan.
✓ Yang sebenarnya
Elang kedua (Mesir) tidak akan menolong, seperti dinyatakan dalam ayat 17.
Renungan
Renungan Singkat Yehezkiel 17:7
Kita mungkin tergoda untuk mencari pertolongan dari orang-orang atau hal-hal yang tampaknya kuat, tetapi Firman Tuhan mengingatkan kita untuk tetap setia kepada-Nya. Jangan biarkan ketakutan membuat kita berpaling dari komitmen kita kepada Allah.
Tuhan, ajarlah kami untuk tetap setia kepada-Mu dan tidak mencari keamanan di tempat lain, Amin.