Bintang jatuh membuka abys
Wahyu 9:1-12
Trompet Kelima Memulai Kengerian yang Pertama
Alkitab Yang Terbuka (AYT) · ketuk nomor ayat untuk arti & konteksnya
Latar belakang
Malaikat kelima membuka kunci jurang
Setelah empat malaikat meniup trompet dan membawa kesengsaraan, malaikat kelima meniup trompetnya. Sebuah bintang jatuh dari langit dan menerima kunci untuk membuka jurang maut—tempat penahan makhluk-makhluk gelap. Ini dimulai dari rangkaian ketiga dari tujuh malapetaka.
Di mana
Pulau Patmos
Pengasingan, dalam penglihatan spiritual
Kapan
~90 M
Masa penganiayaan Kristen Mula, Kekaisaran Domisianus
Yang berbicara
Yohanes
Nabi Kristen yang menerima penglihatan Wahyu di Patmos
Kepada
Tujuh jemaat Asia
Jemaat Kristen di provinsi Asia (sekarang Turki)
Arti tiap ayat
Penjelasan Wahyu 9:1-12 Ayat per Ayat
Wahyu 9:1
Ayat ini menggambarkan malaikat kelima meniup sangkakala, dan Yohanes melihat sebuah bintang jatuh dari langit ke bumi. Bintang ini diberi kunci untuk membuka lubang jurang maut, yang melambangkan kuasa Allah yang…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Wahyu 9:2
Ayat ini menggambarkan sang bintang membuka lubang jurang maut, dan asap besar naik seperti dari tungku yang menyala. Asap ini menggelapkan matahari dan angkasa, melambangkan pencemaran dan kekacauan yang disebabkan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Wahyu 9:3
Ayat ini menceritakan bahwa dari asap itu keluarlah belalang-belalang ke atas bumi, dan mereka diberi kuasa seperti kalajengking. Belalang ini bukan belalang biasa, melainkan makhluk rohani yang menyiksa. Mereka…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Wahyu 9:4
Ayat ini menjelaskan bahwa belalang-belalang diperintahkan untuk tidak merusak tumbuhan atau pepohonan, tetapi hanya manusia yang tidak memiliki segel Allah di dahi mereka. Segel ini menandakan kepemilikan dan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Wahyu 9:5
Ayat ini menjelaskan bahwa belalang-belalang tidak diizinkan membunuh manusia, tetapi hanya menyiksa mereka selama lima bulan, seperti siksaan kalajengking. Ini menunjukkan bahwa penghakiman Allah memiliki batasan dan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Wahyu 9:6
Ayat ini menggambarkan penderitaan yang begitu hebat sehingga manusia mencari kematian tetapi tidak menemukannya; mereka ingin mati tetapi kematian menghindari mereka. Ini menunjukkan betapa hebatnya siksaan itu,…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Wahyu 9:7
Belalang-belalang dalam penglihatan Yohanes digambarkan seperti kuda perang yang siap berperang, dengan mahkota emas di kepala, wajah seperti manusia, dan rambut seperti perempuan. Ini melambangkan kekuatan,…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Wahyu 9:8
Rambut belalang seperti rambut perempuan dan gigi seperti gigi singa melambangkan kombinasi yang aneh: daya tarik dan keganasan. Ini menunjukkan bahwa siksaan yang mereka bawa memiliki dimensi yang memikat namun…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Wahyu 9:9
Dada belalang seperti baju besi dan bunyi sayapnya seperti kereta perang menunjukkan kekuatan dan keganasan yang luar biasa. Ini menggambarkan betapa dahsyatnya siksaan yang akan menimpa manusia yang tidak memiliki…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Wahyu 9:10
Ekor belalang seperti kalajengking dengan sengat menunjukkan bahwa kuasa mereka untuk menyakiti terletak pada ekor, yang melambangkan kebohongan dan tipu daya. Mereka menyiksa manusia selama lima bulan, sebuah periode…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Wahyu 9:11
Raja atas belalang-belalang adalah malaikat jurang maut, yang disebut Abadon (Ibrani) atau Apolion (Yunani), yang berarti 'penghancur'. Ini menunjukkan bahwa kuasa jahat memiliki pemimpin yang terorganisir, tetapi…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Wahyu 9:12
Bencana pertama telah lewat, tetapi masih ada dua lagi yang akan datang. Ini menunjukkan bahwa penghakiman Allah berlangsung secara bertahap, memberi kesempatan untuk bertobat.
Arti lengkap, studi kata & renungan →