Penangkapan si Ular Tua
Wahyu 20:2
Setan Dirantai
“Ia menangkap naga itu, si Ular Tua, yang adalah Setan dan Iblis, dan mengikatnya selama seribu tahun,”Wahyu 20:2 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“ia menangkap naga, si ular tua itu, yaitu Iblis dan Satan. Dan ia mengikatnya seribu tahun lamanya,”Wahyu 20:2 · TB
Terjemahan Baru
“Lalu ia menangkap naga itu, si ular tua, --yaitu Iblis atau Roh Jahat itu--dan membelenggunya untuk seribu tahun lamanya.”Wahyu 20:2 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Malaikat itu menangkap dan mengikat si naga besar, yaitu ular yang kita kenal dalam peristiwa Taman Eden, yang disebut iblis dan bernama Satanas. Dialah yang menyesatkan semua orang di dunia. Kemudian malaikat itu melemparkan dia ke dalam jurang maut. Sesudah mengunci pintunya, dia memasang meterai pada pintu itu. Selama seribu tahun si iblis akan terikat dan dipenjarakan di situ. Dia tidak bisa menipu bangsa-bangsa sampai masa seribu tahun itu berakhir. Sesudah itu dia akan dilepaskan lagi, tetapi hanya sementara.”Wahyu 20:2 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And he laid hold on the dragon, that old serpent, which is the Devil, and Satan, and bound him a thousand years,”Wahyu 20:2 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Wahyu 20:2?
Naga, ular tua, Setan, dan Iblis adalah nama-nama yang menggambarkan musuh Allah yang licik dan jahat. Ia diikat selama seribu tahun, suatu periode di mana pengaruh jahatnya dibatasi sehingga tidak dapat menyesatkan bangsa-bangsa. Ini menunjukkan kemenangan Kristus yang definitif atas kuasa setan.
Latar belakang
Kekalahan Iblis yang Definitif
Naga—karakter Setan dalam simbol Wahyu—ditangkap oleh malaikat dan dirantai selama seribu tahun. Identitas Setan diungkap dengan tiga nama: Naga (kuasa jahat), Ular Tua (penipu sejak Taman Eden), dan Iblis/Setan (lawan Allah). Pengikatannya berarti dunia akan berhenti dari gangguan kejahatan sistemik selama masa ini.
Di mana
Surga (dalam visi)
Pusat operasi Allah untuk pemerintahan kosmik
Kapan
~95 M
Babak baru dalam pertempuran kosmik
Yang berbicara
Yohanes (pelihat)
Saksi visi akhir zaman dari perspektif surga
Kepada
Jemaat di Asia Kecil
Pengikut Kristus di era penganiayaan Domisianus
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
δράκων
drako · dragon
makhluk besar dengan kekuatan ganda; dalam Wahyu, simbol Setan dan kekuasaan jahatnya yang masif
ὄφις
ophis · serpent
ular; merujuk pada penipu di Taman Eden yang memulai dosa manusia
δέω
deo · bind
mengikat, mengurung; penolakan akses dan kehidupan operasional
Tiga sebutan Setan—drako, ophis, dan deceiver—mencerminkan tiga aspek warisannya: kekuatan kosmik, trik asli, dan strategi berkelanjutan menggerakkan kemanusiaan ke arah kesalahan.
Tahukah kamu
Tiga Nama, Satu Musuh
Wahyu mengidentifikasi Setan melalui tiga persona sejarah: Naga (kekuatan), Ular (awal permulaan dosa), dan si Penipu (metode operandus). Ini menunjukkan kontinuitas antagonis dari Kejadian hingga Wahyu—sama musuhnya, hanya manifestasi berbeda era.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Wahyu 20:2
Kejadian 3:1-5
Asal-muasal Setan sebagai penipu sejak awal sejarah kemanusiaan
“Ular adalah yang paling cerdik di antara semua binatang di padang. Ular berkata kepada perempuan itu, 'Benar-benarkah Allah mengatakan: Jangan makan dari pohon-pohon mana pun di kebun ini?'”
Ayub 1:12, 2:6
Batasan kekuasaan Setan bahkan sebelum pengikatannya
“Tuhan berfirman kepada Setan, 'Lihatlah, segala yang dimilikinya ada di tanganmu; hanya jiwa-Nya jangan kau sentuh.'”
Kolose 1:13
Pembebasan dari dominasi Setan dimulai dengan keselamatan Kristus
“Ia telah melepaskan kami dari kuasa kegelapan dan memindahkan kami ke dalam kerajaan Anak-Nya yang dikasihi.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Wahyu 20:2
✕ Sering dikira
"Pengikat Setan berarti kejahatan hilang selamanya di dunia," padahal
✓ Yang sebenarnya
selama masa 1000 tahun, Setan terkurung tetapi bukan dihancurkan; lingkup pengaruhnya disaring untuk mereka yang menerima tanda binatang
✕ Sering dikira
"'Ular Tua' mengacu pada Iblis sebagai entitas literal berbentuk ular," padahal
✓ Yang sebenarnya
ini adalah simbol dari akal licik dan taktik manipulasi historis Setan, bukan deskripsi morfologi harfiah
Renungan
Renungan Singkat Wahyu 20:2
Setan adalah musuh yang nyata, tetapi Allah telah membatasi kuasanya. Kita dapat hidup dengan penuh keyakinan dan berani melawan pencobaan karena kita tahu kuasa Allah lebih besar dan kita memiliki kemenangan di dalam Kristus.
Ya Bapa, mampukan kami untuk waspada terhadap tipu daya setan, dan penuhi kami dengan Roh-Mu agar kami dapat hidup dalam kebenaran dan mengalahkan segala kejahatan. Amin.