Jamuan Besar Allah
Wahyu 19:17
Perjamuan Kawin Anak Domba & Kemenangan
PerikopPenunggang Kuda Putih · Wahyu 19:11-21 →“Kemudian, aku melihat seorang malaikat berdiri di dalam matahari. Ia berseru dengan suara keras kepada semua burung yang terbang di langit, “Mari, berkumpullah untuk ikut dalam jamuan makan besar Allah,”Wahyu 19:17 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Lalu aku melihat seorang malaikat berdiri di dalam matahari dan ia berseru dengan suara nyaring kepada Wahyu 19.18–20 66 semua burung yang terbang di tengah langit, katanya: "Marilah ke sini dan berkumpullah untuk turut dalam perjamuan Allah, perjamuan yang besar,”Wahyu 19:17 · TB
Terjemahan Baru
“Lalu saya melihat seorang malaikat berdiri di atas matahari. Dengan suara yang keras ia berseru kepada semua burung yang terbang di udara, "Marilah berkumpul untuk menghadiri pesta besar yang dirayakan oleh Allah!”Wahyu 19:17 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Di langit, saya melihat malaikat berdiri menginjak matahari sambil berseru-seru, “Hai semua burung yang terbang di langit, marilah ke sini! Datanglah dan makanlah dalam pesta kemenangan besar yang disediakan Allah bagi kalian!”Wahyu 19:17 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And I saw an angel standing in the sun; and he cried with a loud voice, saying to all the fowls that fly in the midst of heaven, Come and gather yourselves together unto the supper of the great God;”Wahyu 19:17 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Wahyu 19:17?
Malaikat berdiri di bawah matahari memanggil burung-burung untuk datang ke 'jamuan makan besar Allah', yang menggambarkan penghakiman yang akan menimpa orang-orang jahat. Ini adalah gambaran yang kontras dengan jamuan perkawinan Anak Domba, menekankan akibat dari menolak Allah.
Latar belakang
Undangan untuk Burung-burung
Seorang malaikat berdiri di bawah sinar matahari dan berseru kepada semua burung pemakan bangkai untuk berkumpul pada jamuan makan besar Allah. Ini adalah kontras yang mengerikan dengan perjamuan kawin Anak Domba—yakni perjamuan kemenangan bagi burung-burung yang memakan daging musuh-musuh Allah.
Di mana
Pulau Patmos
Dalam penglihatan, seorang malaikat berdiri di matahari
Kapan
~95 M
Akhir zaman
Yang berbicara
Yohanes
Rasul tua, diasingkan di Patmos
Kepada
Pembaca Kitab Wahyu
Jemaat Kristen awal yang menghadapi penganiayaan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἄγγελος
ángelos · malaikat
Utusan Allah, sering menyampaikan pesan penting.
ἥλιος
hḗlios · matahari
Benda langit yang memberikan terang, melambangkan kehadiran Allah yang menyinari segala sesuatu.
δεῖπνον
deîpnon · jamuan makan
Makanan utama, bisa merujuk pada perjamuan besar atau perayaan.
Malaikat di matahari mengingatkan bahwa penghakiman Allah tidak tersembunyi, tetapi terang benderang. Jamuan makan di sini adalah ironi—bukan perayaan, tetapi kehancuran musuh.
Tahukah kamu
Matahari sebagai panggung
Berdiri di matahari adalah gambaran yang sangat dramatis. Malaikat ini tampaknya memiliki kedudukan khusus, mungkin karena pesan yang disampaikannya adalah kepastian penghakiman yang datang dari terang Allah.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Wahyu 19:17
Yehezkiel 39:17-20
Panggilan burung
“Beginilah firman Tuhan ALLAH: Katakanlah kepada setiap burung yang terbang dan segala binatang di padang: Berkumpullah, datanglah dari segala penjuru untuk mempersembahkan korban sembelihan-Ku.”
Matius 24:28
Bangkai dan burung
“Di mana ada bangkai, di situ burung nazar berkumpul.”
Wahyu 19:9
Kontras perjamuan
“Diberkatilah orang yang diundang ke jamuan perkawinan Anak Domba.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Wahyu 19:17
✕ Sering dikira
Mengira ini jamuan makan untuk orang percaya.
✓ Yang sebenarnya
Ini jamuan bagi burung pemakan bangkai untuk menghabiskan musuh Allah.
✕ Sering dikira
Mengira malaikat ini adalah matahari atau dewa matahari.
✓ Yang sebenarnya
Berdiri di matahari hanyalah gambaran posisi yang mulia, bukan penyembahan pada matahari.
Renungan
Renungan Singkat Wahyu 19:17
Ada dua undangan dalam hidup ini: jamuan keselamatan dan jamuan penghakiman. Undangan keselamatan masih terbuka bagi kita. Marilah kita merespons dengan iman, bukan menunda-nunda.
Tuhan, terima kasih untuk undangan keselamatan-Mu; mampukan kami untuk hidup layak di hadapan-Mu. Amin.