Anak Manusia dengan Sabit

Wahyu 14:14-20

Bumi Dipanen

Latar belakang

Persiapan untuk Panen Akhir

Yohanes melihat suatu awan putih, dan duduk di atasnya adalah sosok seperti Anak Manusia, mengenakan mahkota emas di kepala dan memegang sabit yang tajam di tangan-Nya. Ini adalah penglihatan tentang Yesus yang bersiap untuk memisahkan orang-orang baik dan buruk pada akhir zaman.

Di mana

Langit surya

Persiapan penghakiman akhir di dimensi surgawi

Kapan

~95 M

Momen sebelum pemanenan bumi

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Berkatan bagi yang mati dalam Tuhan
Malaikat menyeru agar Anak Manusia menuai
Kamu di sini
Y

Yang berbicara

Yohanes (penyaksi penglihatan)

Melihat dan mendeskripsikan sosok Anak Manusia yang siap untuk manen bumi

M

Kepada

Mereka yang perlu memahami puncak penghakiman

Umat yang akan menyaksikan atau mengalami pemanenan akhir

Arti tiap ayat

Penjelasan Wahyu 14:14-20 Ayat per Ayat

Wahyu 14:14

Yohanes melihat pemandangan langit yang terbuka: awan putih, dan di atasnya duduk seorang 'seperti Anak Manusia'—yaitu Yesus Kristus. Ia memakai mahkota emas, tanda kuasa-Nya sebagai Raja, dan memegang sabit tajam,…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Wahyu 14:15

Malaikat keluar dari Bait Suci dan menyuruh Dia yang duduk di awan untuk mengayunkan sabit-Nya, karena waktu panen sudah tiba. Ini melambangkan saat penghakiman yang telah ditentukan Allah. Panen di bumi sudah matang,…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Wahyu 14:16

Dia yang duduk di awan mengayunkan sabit-Nya ke bumi, dan bumi dipanen. Ini adalah gambaran penghakiman yang dilaksanakan oleh Yesus Kristus. Sama seperti petani menuai gandum, Yesus akan memisahkan orang benar dari…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Wahyu 14:17

Malaikat lain keluar dari Bait Allah di surga, juga membawa sabit tajam. Ini menunjukkan bahwa penghakiman bukan hanya untuk orang percaya, tetapi juga untuk segala sesuatu yang jahat di bumi. Sabit ini siap untuk…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Wahyu 14:18

Malaikat yang berkuasa atas api keluar dari altar dan menyuruh malaikat dengan sabit tajam untuk mengumpulkan buah anggur di bumi. Ini menggambarkan penghakiman atas kejahatan seperti anggur yang dituai dan dilemparkan…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Wahyu 14:19

Ayat ini menggambarkan penghakiman Allah yang terakhir. Malaikat mengayunkan sabitnya dan mengumpulkan buah anggur dari bumi, yang melambangkan orang-orang jahat. Buah anggur itu dilemparkan ke dalam 'batu kilangan…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Wahyu 14:20

Ayat ini menggambarkan hukuman Allah atas orang jahat dengan gambaran yang sangat kuat: darah mengalir setinggi kekang kuda sejauh 1.600 stadia (sekitar 300 km). Ini adalah simbol dari murka Allah yang dahsyat dan…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Baca Wahyu 14 selengkapnya