Penyembahan dua arah: naga dan binatang
Wahyu 13:4
Siapa yang Setara?
“Dan, mereka menyembah naga itu karena sudah memberikan kekuatannya kepada binatang buas itu; dan mereka menyembah binatang buas itu dengan berkata, “Siapakah yang seperti binatang buas ini dan siapakah yang dapat berperang melawan dia?””Wahyu 13:4 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Dan mereka menyembah naga itu, karena ia memberikan kekuasaan kepada binatang itu. Dan mereka menyembah binatang itu, sambil berkata: "Siapakah yang sama seperti binatang ini? Dan siapakah yang dapat berperang melawan dia?"”Wahyu 13:4 · TB
Terjemahan Baru
“Dan mereka memuja naga itu sebab ia telah memberikan kekuasaannya kepada binatang itu. Dan mereka memuja binatang itu juga. Mereka berkata, "Tidak ada yang sama dengan binatang ini! Tidak ada yang dapat berperang melawan dia!"”Wahyu 13:4 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Mereka menyembah naga itu, karena dialah yang memberikan kuasa kepada si binatang untuk memerintah. Mereka juga menyembah binatang itu dengan berkata, “Tidak mungkin ada makhluk yang lebih berkuasa daripadanya! Dan tidak mungkin ada makhluk yang sanggup berperang melawan dia!””Wahyu 13:4 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And they worshipped the dragon which gave power unto the beast: and they worshipped the beast, saying, Who is like unto the beast? who is able to make war with him?”Wahyu 13:4 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Wahyu 13:4?
Orang-orang menyembah naga (setan) dan binatang buas karena kuasa yang diberikan kepadanya. Mereka mengakui kehebatan binatang itu dengan bertanya, 'Siapa yang seperti dia?' Ini menunjukkan bagaimana dunia memberikan kemuliaan kepada yang seharusnya tidak disembah, yaitu kekuatan jahat.
Latar belakang
Kesetiaan terbagi kepada kekuatan gelap
Orang-orang di bumi menyembah naga atas pemberian kekuatannya kepada binatang, dan juga menyembah binatang sendiri. Pertanyaan retorika mereka—'Siapa yang seperti binatang ini dan siapa yang bisa melawannya?'—mengungkapkan pemikiran mereka yang sepenuhnya dikuasai oleh rasa takut dan penyembahan terhadap kekuatan fisik.
Di mana
Patmos
Pulau pengasingan di tengah Laut Egea
Kapan
~95 M
Penglihatan eskatologis
Yang berbicara
Yohanes
Rasul yang melihat penglihatan Tuhan di Pulau Patmos
Kepada
Tujuh jemaat di Asia
Jemaat Kristen yang menghadapi penganiayaan kekaisaran Romawi
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
προσκυνέω
proskyneo · worship
menyembah, sujud—menunjukkan penghormatan tertinggi dan ketundukan penuh
δράκων
drakon · dragon
naga—makhluk legendaris yang melambangkan Setan dalam Apokalips
ὅμοιος
homoios · like
serupa dengan, sama seperti—perbandingan atau kesetaraan
Penyembahan kepada naga dan binatang menunjukkan hierarki jahat yang tertib. Orang percaya kepada naga yang memberdayakan binatang, lalu menyembah keduanya.
Tahukah kamu
Pertanyaan yang mencerminkan pengalaman Romawi kuno
Pada zaman Yohanes, Romawi memang tampak tidak terkalahkan. Pertanyaan 'siapa yang bisa mengalahkan Romawi?' adalah pertanyaan nyata dari perspektif orang beriman di abad pertama.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Wahyu 13:4
Keluaran 20:3-5
Penyembahan kepada selain Allah adalah pelanggaran hukum terbesar
“Jangan memiliki Allah lain selain Aku dan jangan menyembah patung”
Matius 6:24
Penyembahan ganda mencerminkan perpisahan loyalitas
“Tidak seorang pun dapat melayani dua tuan”
1 Korintus 10:19-20
Penyembahan binatang adalah pada esensinya penyembahan Setan
“Mereka yang mempersembahkan kepada berhala mempersembahkan kepada setan”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Wahyu 13:4
✕ Sering dikira
Orang-orang menyembah binatang dan naga karena tidak tahu mereka jahat
✓ Yang sebenarnya
Orang-orang menyembah dengan penuh kesadaran karena takut akan kekuatannya
✕ Sering dikira
Penyembahan dilakukan secara diam-diam di tempat rahasia
✓ Yang sebenarnya
Penyembahan bersifat publik dan universal—semua orang melihat dan berpartisipasi
Renungan
Renungan Singkat Wahyu 13:4
Periksa dirimu: apa yang paling kamu kagumi dan sembah dalam hidupmu? Pastikan hanya Tuhan yang layak menerima penyembahan dan pengabdianmu.
Ya Allah, ampuni aku jika aku tanpa sadar menghormati hal-hal yang bukan dari-Mu. Pimpin aku untuk menyembah-Mu dengan segenap hati. Amin.