Prinsip pembalasan yang tak tergoyahkan
Wahyu 13:10
Yang Ditabur Akan Dituai
““Apabila seseorang ditentukan sebagai tawanan, ia akan menjadi tawanan; apabila seseorang membunuh dengan pedang, dengan pedang ia harus dibunuh.” Itulah ketekunan dan iman orang-orang kudus.”Wahyu 13:10 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Barangsiapa ditentukan untuk ditawan, ia akan ditawan; barangsiapa ditentukan untuk dibunuh dengan pedang, ia harus dibunuh dengan pedang. Yang penting di sini ialah ketabahan dan iman orang-orang kudus.”Wahyu 13:10 · TB
Terjemahan Baru
“"Orang yang harus ditawan, pasti akan ditawan. Dan orang yang harus dibunuh dengan pedang, pasti akan dibunuh dengan pedang. Itulah sebabnya umat Allah harus tabah dan setia."”Wahyu 13:10 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
““Setiap orang yang ditentukan Allah untuk dipenjara, pasti akan dipenjara. Dan setiap orang yang ditentukan untuk dibunuh dengan pedang, pasti akan dibunuh dengan pedang.” Dalam hal ini, Allah menghendaki agar kita umat-Nya tetap bertahan dan setia kepada Kristus dalam penganiayaan!”Wahyu 13:10 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“He that leadeth into captivity shall go into captivity: he that killeth with the sword must be killed with the sword. Here is the patience and the faith of the saints.”Wahyu 13:10 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Wahyu 13:10?
Ayat ini mengutip Yeremia 15:2 dan menegaskan bahwa mereka yang ditawan akan ditawan, dan yang membunuh dengan pedang akan dibunuh. Ini mengajarkan bahwa kejahatan akan mendapat balasannya. Umat Tuhan dipanggil untuk bertekun dan tetap beriman dalam penderitaan.
Latar belakang
Konsekuensi yang adil dan pasti
Dalam ayat ini, ada pengulangan dari hukum taurat: jika seseorang menjadi tawanan, mereka akan menjadi tawanan; jika seseorang membunuh dengan pedang, mereka akan terbunuh dengan pedang. Prinsip ini menunjukkan bahwa Tuhan menjamin keadilan yang setara. Ini adalah penghiburan bagi mereka yang menderita—penguasa dunia yang tampak tidak terhentikan pada akhirnya akan menghadapi konsekuensi mereka sendiri.
Di mana
Patmos
Pulau pengasingan di tengah Laut Egea
Kapan
~95 M
Penglihatan eskatologis
Yang berbicara
Suara dari surga (Tuhan)
Suara yang menyatakan hukum Tuhan tentang konsekuensi
Kepada
Orang-orang kudus Tuhan
Mereka yang telah mengalami penganiayaan karena kesetiaan mereka
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
αἰχμαλωσία
aichmalusia · captivity
tawanan—keadaan ditangkap, dipenjarakan, kehilangan kebebasan
μάχαιρα
machera · sword
pedang—alat perang dan lambang kekuatan mematikan
ὑπομονή
hypomone · endurance/patience
ketekunan, kesabaran—kemampuan untuk tetap bertahan dan setia dalam kesulitan
Kehidupan orang kudus ditandai oleh dua hal: pengalaman nyata dari penindasan dan respons rohani yang tepat (ketekunan, iman). Ketekunan bukan tentang kesuksesan duniawi, tetapi tentang tetap setia kepada Tuhan.
Tahukah kamu
Lex talionis dalam konteks eskatologis
Hukum balasan ini berasal dari Imamat 24:20. Dalam konteks Apokalips, ini diterapkan secara universal—bukan hanya untuk satu bangsa, tetapi untuk semua orang yang berada di lawan pihak Tuhan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Wahyu 13:10
Imamat 24:20
Hukum pembalasan yang adil dan setara
“Tulang untuk tulang, mata untuk mata, gigi untuk gigi”
Matius 26:52
Mereka yang hidup dengan kekerasan akan mati oleh kekerasan
“Semua yang memakai pedang akan binasa oleh pedang”
Wahyu 2:26-27
Mereka yang tetap setia akan mendapatkan kemenangan sejati
“Kepada orang yang menang, Aku akan memberikan kuasa atas bangsa-bangsa”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Wahyu 13:10
✕ Sering dikira
Ayat ini adalah seruan untuk orang-orang kudus untuk melawan dengan kekerasan
✓ Yang sebenarnya
Ayat ini adalah jaminan bahwa Tuhan akan memberikan pembalasan yang adil
✕ Sering dikira
Ketekunan dan iman mengarah pada kesuksesan duniawi
✓ Yang sebenarnya
Ketekunan dan iman mengarah pada kemenangan rohani, bahkan jika diikuti dengan penderitaan fisik
Renungan
Renungan Singkat Wahyu 13:10
Hidup ini bisa tidak adil, tetapi Tuhan melihat semuanya. Jangan membalas kejahatan dengan kejahatan, melainkan tekunlah dalam iman dan percaya bahwa Tuhan akan membela kebenaran.
Ya Tuhan, ajari aku untuk tekun dan setia dalam penderitaan, dan berikan aku kebijaksanaan untuk tidak membalas kejahatan. Amin.