Ulangan 9:18
“Setelah itu, aku sujud di hadapan TUHAN selama 40 hari dan 40 malam, aku tidak makan dan minum, karena kamu telah melakukan hal-hal yang dianggap jahat oleh TUHAN sehingga membuat-Nya murka.”Ulangan 9:18 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Sesudah itu aku sujud di hadapan TUHAN, empat puluh hari empat puluh malam lamanya, seperti yang pertama kali--roti tidak kumakan dan air tidak kuminum--karena segala dosa yang telah kamu perbuat, yakni kamu melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, sehingga kamu menimbulkan sakit hati-Nya.”Ulangan 9:18 · TB
Terjemahan Baru
“Lalu sekali lagi saya bersujud di depan TUHAN di puncak gunung selama empat puluh hari dan empat puluh malam, tanpa makan atau minum. Itu saya lakukan karena kamu telah berdosa terhadap TUHAN dengan melakukan apa yang dianggap-Nya jahat, sehingga Ia marah.”Ulangan 9:18 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
““Lalu saya pergi menyendiri dan bersujud di hadapan TUHAN selama empat puluh hari empat puluh malam, seperti yang sudah saya lakukan sebelumnya. Saya tidak makan dan minum selama masa itu. Saya melakukannya karena kalian sudah berbuat kejahatan besar terhadap TUHAN sehingga Dia murka.”Ulangan 9:18 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And I fell down before the LORD, as at the first, forty days and forty nights: I did neither eat bread, nor drink water, because of all your sins which ye sinned, in doing wickedly in the sight of the LORD, to provoke him to anger.”Ulangan 9:18 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ulangan 9:18?
Musa berpuasa 40 hari 40 malam setelah dosa Israel, karena ia takut murka Tuhan yang hendak membinasakan mereka. Ini menunjukkan betapa dalamnya belas kasihan Musa untuk umatnya, dan betapa seriusnya murka Allah.
Renungan
Renungan Singkat Ulangan 9:18
Berdoa dan berpuasa adalah cara untuk merendahkan diri di hadapan Tuhan. Saat kita atau orang lain berdosa, kita dipanggil untuk mendoakan mereka dengan sungguh-sungguh.
Tuhan, ajari aku untuk berdoa bagi orang lain yang jatuh dalam dosa, dengan kerendahan hati dan ketekunan seperti Musa. Amin.