Syafaat Musa untuk Israel
Ulangan 9:18
Kegagalan Israel dan Syafaat Musa
PerikopSapi Emas · Ulangan 9:15-21 →“Setelah itu, aku sujud di hadapan TUHAN selama 40 hari dan 40 malam, aku tidak makan dan minum, karena kamu telah melakukan hal-hal yang dianggap jahat oleh TUHAN sehingga membuat-Nya murka.”Ulangan 9:18 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Sesudah itu aku sujud di hadapan TUHAN, empat puluh hari empat puluh malam lamanya, seperti yang pertama kali--roti tidak kumakan dan air tidak kuminum--karena segala dosa yang telah kamu perbuat, yakni kamu melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, sehingga kamu menimbulkan sakit hati-Nya.”Ulangan 9:18 · TB
Terjemahan Baru
“Lalu sekali lagi saya bersujud di depan TUHAN di puncak gunung selama empat puluh hari dan empat puluh malam, tanpa makan atau minum. Itu saya lakukan karena kamu telah berdosa terhadap TUHAN dengan melakukan apa yang dianggap-Nya jahat, sehingga Ia marah.”Ulangan 9:18 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
““Lalu saya pergi menyendiri dan bersujud di hadapan TUHAN selama empat puluh hari empat puluh malam, seperti yang sudah saya lakukan sebelumnya. Saya tidak makan dan minum selama masa itu. Saya melakukannya karena kalian sudah berbuat kejahatan besar terhadap TUHAN sehingga Dia murka.”Ulangan 9:18 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And I fell down before the LORD, as at the first, forty days and forty nights: I did neither eat bread, nor drink water, because of all your sins which ye sinned, in doing wickedly in the sight of the LORD, to provoke him to anger.”Ulangan 9:18 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ulangan 9:18?
Musa berpuasa 40 hari 40 malam setelah dosa Israel, karena ia takut murka Tuhan yang hendak membinasakan mereka. Ini menunjukkan betapa dalamnya belas kasihan Musa untuk umatnya, dan betapa seriusnya murka Allah.
Latar belakang
Ketakutan akan murka Tuhan
Musa menjelaskan mengapa ia berpuasa dan berdoa: karena takut Tuhan akan membinasakan Israel akibat dosa mereka. Namun, Tuhan mendengarkan permohonannya dan tidak jadi memusnahkan umat-Nya.
Di mana
kaki Gunung Sinai
Di perkemahan dekat gunung, setelah turun dari Sinai
Kapan
~1440 SM
Pengembaraan di padang gurun
Yang berbicara
Musa
pemimpin Israel, bekas pangeran Mesir
Kepada
Orang Israel
umat pilihan Tuhan yang tegar tengkuk
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
יָרֵא
yârê' · takut
merasa takut, hormat, atau khawatir
אַף
'aph · murka
kemarahan, juga berarti 'hidung' (lubang hidung yang membara)
שָׁמַע
shâma' · mendengarkan
mendengar, memperhatikan, dan menaati
Musa 'takut' akan 'murka' Tuhan, namun ia 'mendengarkan' (shama') Tuhan. Ini menunjukkan bahwa syafaat sejati melibatkan ketakutan yang kudus dan ketaatan untuk mendengar firman Tuhan, bukan hanya memohon.
Tahukah kamu
Syafaat yang dijawab
Meskipun Musa takut murka Tuhan, Tuhan berkenan mendengar doanya. Ini menunjukkan bahwa doa syafaat yang tulus dapat mengubah keputusan Tuhan (dalam pengertian-Nya yang kekal).
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ulangan 9:18
Keluaran 32:10-14
Kisah paralel
“Sekarang biarkanlah Aku, supaya murka-Ku bangkit terhadap mereka dan Aku akan membinasakan mereka, tetapi engkau akan Kubuat menjadi bangsa yang besar. Lalu Musa mencoba melunakkan hati TUHAN, Allahnya, dengan berkata: 'Mengapakah, TUHAN, murka-Mu bangkit terhadap umat-Mu, yang telah Kaubawa keluar dari tanah Mesir dengan kekuatan yang besar dan dengan tangan yang kuat? Mengapakah orang Mesir akan berkata: Ia membawa mereka keluar dengan maksud menimpakan malapetaka kepada mereka dan membunuh mereka di gunung dan membinasakannya dari muka bumi? Berpalinglah dari murka-Mu yang bernyala itu dan menyesallah karena malapetaka yang hendak Kaudatangkan kepada umat-Mu. Ingatlah kepada Abraham, Ishak dan Israel, hamba-hamba-Mu itu, sebab kepada mereka Engkau telah bersumpah demi diri-Mu sendiri: Aku akan membuat keturunanmu sebanyak bintang di langit, dan seluruh negeri yang telah Kujanjikan itu akan Kuberikan kepada keturunanmu, supaya dimiliki mereka untuk selama-lamanya.' Dan menyesallah TUHAN karena malapetaka yang hendak didatangkan-Nya kepada umat-Nya.”
Ulangan 9:19
Pengulangan
“Maka aku takut kepada murka dan kegusaran yang ditimbulkan TUHAN terhadap kamu untuk membinasakan kamu, tetapi TUHAN mendengarkan aku pada kesempatan itu juga.”
Ibrani 7:25
Yesus pengantara
“Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh mereka Ia datang kepada Allah, sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ulangan 9:18
✕ Sering dikira
Mengira doa Musa adalah doa yang sia-sia karena Tuhan tidak berubah.
✓ Yang sebenarnya
Tuhan mengubah tindakan-Nya sebagai respons terhadap doa syafaat, menunjukkan bahwa doa itu penting dalam rencana-Nya.
✕ Sering dikira
Mengira Musa takut akan hilang nyawanya sendiri.
✓ Yang sebenarnya
Ketakutan Musa adalah untuk keselamatan umat Israel, bukan untuk dirinya sendiri.
Renungan
Renungan Singkat Ulangan 9:18
Berdoa dan berpuasa adalah cara untuk merendahkan diri di hadapan Tuhan. Saat kita atau orang lain berdosa, kita dipanggil untuk mendoakan mereka dengan sungguh-sungguh.
Tuhan, ajari aku untuk berdoa bagi orang lain yang jatuh dalam dosa, dengan kerendahan hati dan ketekunan seperti Musa. Amin.