Musa menghancurkan loh batu
Ulangan 9:16
Kegagalan Israel dan Syafaat Musa
“Aku melihat bahwa kamu sudah berbuat dosa terhadap TUHAN, Allahmu. Kamu telah membuat sebuah patung anak sapi tuangan. Kamu begitu cepat menyimpang dari jalan yang TUHAN perintahkan.”Ulangan 9:16 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Lalu aku menyaksikan, bahwa sesungguhnya kamu telah berbuat dosa terhadap TUHAN, Allahmu: kamu telah membuat suatu anak lembu tuangan, Ulangan 9.17–21 54 kamu telah segera menyimpang dari jalan yang diperintahkan TUHAN kepadamu.”Ulangan 9:16 · TB
Terjemahan Baru
“Saya lihat bahwa kamu sudah melanggar perintah TUHAN Allahmu. Kamu sudah berdosa terhadap TUHAN karena membuat bagi dirimu sebuah patung sapi dari logam.”Ulangan 9:16 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Saya segera tahu bahwa kalian berbuat dosa besar terhadap TUHAN Allah kita. Kalian sudah membuat patung untuk disembah. Kalian begitu cepat menyimpang dari jalan yang TUHAN perintahkan!”Ulangan 9:16 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And I looked, and, behold, ye had sinned against the LORD your God, and had made you a molten calf: ye had turned aside quickly out of the way which the LORD had commanded you.”Ulangan 9:16 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ulangan 9:16?
Musa melihat langsung patung anak sapi yang dibuat Israel, bukti bahwa mereka telah menyimpang dari perintah Tuhan. Ini menunjukkan bahwa dosa seringkali kelihatan jelas, dan kita harus mengakuinya.
Latar belakang
Melihat dosa, memecahkan loh
Musa baru saja turun dari Gunung Sinai membawa dua loh batu berisi Sepuluh Perintah Allah. Saat melihat patung anak sapi emas dan orang-orang menari-nari, murkanya meluap, dan ia melemparkan loh batu itu hingga pecah di depan mata mereka.
Di mana
kaki Gunung Sinai
Di perkemahan dekat gunung, setelah turun dari Sinai
Kapan
~1440 SM
Pengembaraan di padang gurun
Yang berbicara
Musa
pemimpin Israel, bekas pangeran Mesir
Kepada
Orang Israel
umat pilihan Tuhan yang tegar tengkuk
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
תָּפַשׂ
tâphas · memegang
menggenggam atau menangkap dengan kuat
שָׁלַךְ
shâlak · melempar
melemparkan atau membuang dengan kekuatan
שָׁבַר
shâbar · memecahkan
menghancurkan atau memutuskan, sering untuk tulang atau bejana
Ketiga kata kerja ini menggambarkan tindakan yang keras dan disengaja: Musa 'menggenggam' loh itu, 'melemparkannya', dan 'menghancurkannya'. Ini menunjukkan bahwa pemecahan loh bukan kecelakaan, melainkan ekspresi simbolis dari pelanggaran perjanjian yang serius.
Tahukah kamu
Loh batu yang sama
Meskipun loh pertama pecah, Tuhan kemudian menyuruh Musa memotong dua loh baru, dan Dia menuliskan kembali Sepuluh Perintah di atasnya (Keluaran 34:1).
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ulangan 9:16
Keluaran 32:19
Kisah paralel
“Ketika ia dekat ke perkemahan dan melihat anak lembu dan tari-tarian, maka bangkitlah amarah Musa; dilemparkannyalah kedua loh itu dari tangannya dan dipecahkannya pada kaki gunung itu.”
Ulangan 9:9
Konteks loh
“Ketika aku naik ke gunung untuk menerima loh batu, loh perjanjian yang TUHAN buat dengan kamu, aku tinggal di atas gunung empat puluh hari empat puluh malam lamanya, tidak makan roti dan tidak minum air.”
Yeremia 31:32
Perjanjian dilanggar
“Bukan seperti perjanjian yang Kuadakan dengan nenek moyang mereka pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir; tetapi mereka telah melanggar perjanjian-Ku, walaupun Aku menjadi tuan yang berkuasa atas mereka, demikianlah firman TUHAN.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ulangan 9:16
✕ Sering dikira
Mengira loh yang dipecahkan adalah salinan biasa, bukan asli dari Tuhan.
✓ Yang sebenarnya
Loh itu adalah loh batu yang ditulis oleh jari Tuhan sendiri (Ulangan 9:10), jadi pemecahannya sangat serius.
✕ Sering dikira
Mengira Musa marah karena kehilangan otoritasnya sebagai pemimpin.
✓ Yang sebenarnya
Kemarahan Musa adalah kemarahan yang kudus terhadap dosa dan pelanggaran perjanjian dengan Tuhan, bukan sekadar emosi pribadi.
Renungan
Renungan Singkat Ulangan 9:16
Dosa tidak bisa disembunyikan dari Tuhan. Jangan menutup-nutupi kesalahan; akui dengan jujur dan minta pengampunan.
Tuhan, buka mataku untuk melihat dosa-dosaku dengan jujur. Jangan biarkan aku menyembunyikannya. Amin.