Syarat untuk kembali
Ulangan 3:20
Pembagian Tanah dan Perintah Tuhan
“Pergilah sampai mereka mengambil alih tanah yang telah TUHAN berikan kepada mereka di seberang Sungai Yordan, hingga TUHAN memberikan kedamaian kepada mereka di sana, seperti yang kamu peroleh di sini. Sesudah itu, kamu dapat pulang ke tanah yang telah kuberikan kepadamu itu.””Ulangan 3:20 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“sampai TUHAN mengaruniakan keamanan kepada saudara-saudaramu seperti kepadamu, dan merekapun memiliki negeri, yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepada mereka di seberang sungai Yordan. Sesudah itu bolehlah kamu pulang, masing-masing ke tanah miliknya yang telah kuberikan kepadamu.”Ulangan 3:20 · TB
Terjemahan Baru
“Bantulah orang-orang sebangsamu sampai mereka menduduki tanah yang akan diberikan TUHAN Allahmu kepada mereka di sebelah barat Sungai Yordan, dan sampai TUHAN memperkenankan mereka hidup dengan tentram di sana, seperti yang dilakukan-Nya bagimu di sini. Baru sesudah itu kamu boleh kembali ke tanah milikmu yang telah saya berikan kepadamu.”Ulangan 3:20 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Pasukan kalian harus berjuang sampai TUHAN memberikan kelegaan dari perang kepada saudara-saudaramu, seperti yang sudah Dia berikan kepada kalian. Setelah mereka menduduki negeri di seberang sungai Yordan yang sebentar lagi TUHAN serahkan kepada mereka, barulah kalian boleh kembali ke tanah kalian masing-masing yang sudah saya bagikan.’”Ulangan 3:20 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Until the LORD have given rest unto your brethren, as well as unto you, and until they also possess the land which the LORD your God hath given them beyond Jordan: and then shall ye return every man unto his possession, which I have given you.”Ulangan 3:20 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ulangan 3:20?
Prajurit diizinkan pulang setelah Tuhan memberikan ketenangan kepada saudara-saudara mereka di tanah baru. Ini menunjukkan bahwa bantuan mereka memiliki batas waktu dan tujuan yang jelas, bukan kewajiban tanpa akhir.
Latar belakang
Tujuan akhir: menikmati damai
Musa menjelaskan bahwa mereka harus pergi berperang hingga Tuhan memberikan ketenangan kepada saudara-saudara mereka di tanah yang baru. Setelah itu, mereka boleh pulang ke tanah yang sudah menjadi milik mereka. Ini adalah perjanjian dengan syarat.
Di mana
Dataran Moab
Di perkemahan, di seberang Sungai Yordan
Kapan
~1400 SM
Penggembaraan di padang gurun
Yang berbicara
Musa
Pemimpin Israel yang tua, mantan pangeran Mesir
Kepada
Puak Ruben dan Gad
Dua setengah suku yang akan menetap di timur
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
נוּחַ
nuakh · damai
berhenti, beristirahat, tenang
נָתַן
natan · memberikan
memberi, menyerahkan
שׁוּב
shuv · pulang
kembali, berbalik
Ketiga kata ini membentuk siklus: Tuhan memberi, manusia berjuang, lalu beristirahat. Damai sejati bukan sekadar absennya perang, tapi karunia Tuhan yang datang setelah kesetiaan.
Tahukah kamu
Kata 'damai' di sini
Kata yang dipakai untuk 'damai' dalam bahasa Ibrani adalah 'nuakh' yang berarti berhenti, tenang, atau istirahat. Ini bukan sekadar tidak ada perang, tapi keadaan yang memungkinkan hidup normal.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ulangan 3:20
Ulangan 12:10
Janji damai
“Tetapi apabila kamu menyeberangi Yordan dan diam di negeri yang diberikan TUHAN, ... dan memberi keamanan kepadamu.”
Yosua 22:4
Penggenapan
“Maka sekarang TUHAN, Allahmu, telah mengaruniakan keamanan kepada saudara-saudaramu, seperti yang difirmankan-Nya kepada mereka.”
Ibrani 4:8-9
Perhentian rohani
“Sebab jika Yosua telah membawa mereka masuk ke tempat perhentian, maka Allah tidak akan berbicara tentang hari yang lain.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ulangan 3:20
✕ Sering dikira
Mereka boleh pulang kapan saja setelah perang selesai.
✓ Yang sebenarnya
Mereka harus tinggal sampai saudara-saudara mereka juga mendapat damai, yaitu seluruh tanah dikuasai.
✕ Sering dikira
Perintah ini hanya untuk suku Ruben dan Gad.
✓ Yang sebenarnya
Ini melibatkan juga setengah suku Manasye, sebagaimana disebutkan di ayat sebelumnya.
Renungan
Renungan Singkat Ulangan 3:20
Bantuan yang kita berikan kepada orang lain perlu disertai batas yang sehat, sehingga kita juga bisa menikmati berkat yang Tuhan berikan. Jangan lupa untuk merayakan penyelesaian tugas, bukan hanya memulai.
Ya Tuhan, beri aku kebijaksanaan untuk menolong sesama tanpa melalaikan tanggung jawabku sendiri, dan beri aku sukacita saat tugasku selesai. Amin.