Menjaga Kemurnian
Ulangan 26:14
Persembahan Sulung dan Pengakuan Iman
PerikopPanen Pertama · Ulangan 26:1-15 →“Aku tidak memakan makanan ini pada waktu aku berkabung, tidak sesuatu pun kukeluarkan ketika aku dalam keadaan najis, dan tidak sesuatu pun kupersembahkan kepada orang mati. Sebaliknya, aku mematuhi TUHAN, Allahku, dan aku melakukan segala yang Engkau perintahkan kepadaku.”Ulangan 26:14 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Pada waktu aku berkabung sesuatu tidak kumakan dari persembahan kudus itu, pada waktu aku najis sesuatu tidak kujauhkan dari padanya, juga sesuatu tidak kupersembahkan dari padanya kepada orang mati, tetapi aku mendengarkan suara TUHAN, Allahku, aku berbuat sesuai dengan segala yang Kauperintahkan kepadaku. Ulangan 26.15–19 134”Ulangan 26:14 · TB
Terjemahan Baru
“Dari persembahan itu tidak sedikit pun yang saya makan waktu saya sedang berkabung, atau saya bawa ke luar rumah waktu saya sedang najis, atau saya berikan sebagai sajian kepada orang mati. Saya telah taat kepada-Mu, ya TUHAN; segala yang Kauperintahkan sudah saya lakukan.”Ulangan 26:14 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Aku tidak memakan dari perpuluhan itu saat berkabung. Aku tidak menyentuhnya saat dalam keadaan najis. Dan aku tidak mempersembahkan sebagiannya kepada arwah orang mati. Aku sudah mematuhi Engkau, ya TUHAN, dan melakukan semua itu sesuai dengan perintah-Mu kepadaku.”Ulangan 26:14 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“I have not eaten thereof in my mourning, neither have I taken away ought thereof for any unclean use, nor given ought thereof for the dead: but I have hearkened to the voice of the LORD my God, and have done according to all that thou hast commanded me.”Ulangan 26:14 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ulangan 26:14?
Ayat ini menegaskan bahwa persembahan yang diberikan haruslah dalam keadaan yang murni dan benar, tidak dicemari oleh hal-hal najis atau berkaitan dengan perkabungan atau pemujaan orang mati. Ini menunjukkan bahwa ibadah dan pemberian harus dilakukan dengan hati yang bersih dan sesuai aturan Tuhan.
Latar belakang
Kemurnian dalam Persembahan
Orang Israel menegaskan bahwa mereka makan persembahan kudus dalam keadaan tahir, bukan saat berkabung atau najis, dan tidak mempersembahkannya kepada orang mati. Ini menekankan kesungguhan dan kekudusan dalam beribadah.
Di mana
Yerusalem
Di depan mazbah Bait Suci
Kapan
~1400 SM
Akhir pengembaraan di padang gurun
Yang berbicara
Orang Israel
Orang yang membawa persembahan tahun ketiga
Kepada
TUHAN Allah
Allah yang melihat hati
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
אוֹן
on · berkabung
Duka cita, masa berkabung, atau kesedihan mendalam.
טָמֵא
tame · najis
Keadaan tidak tahir, ritual atau moral, yang menghalangi ibadah.
מוּת
mut · mati
Mati, berakhirnya kehidupan jasmani.
Kata-kata ini menunjukkan bahwa persembahan kudus tidak boleh dicampur dengan duka, ketidaktaatan, atau kepercayaan animistik. Semua harus dilakukan dalam kemurnian.
Tahukah kamu
Larangan Persembahan kepada Orang Mati
Praktik memberikan makanan kepada orang mati adalah umum di budaya sekitar, tetapi Allah melarangnya untuk menjaga umat-Nya dari penyembahan berhala.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ulangan 26:14
Imamat 11:44
Menjadi kudus
“Sebab Akulah TUHAN, Allahmu, maka haruslah kamu menguduskan dirimu dan haruslah kamu kudus, sebab Aku ini kudus.”
Ulangan 26:13
Persembahan kudus
“Aku sudah mengeluarkan persembahan kudus dari rumahku dan telah memberikannya kepada orang Lewi, orang asing, anak yatim, dan para janda sesuai dengan perintah-Mu yang telah Kau berikan kepadaku.”
Hosea 9:4
Roti berkabung
“Mereka tidak akan mempersembahkan anggur kepada TUHAN dan korban sembelihan mereka tidak akan menyenangkan hati-Nya; itu akan seperti roti perkabungan bagi mereka: semua yang memakannya menjadi najis.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ulangan 26:14
✕ Sering dikira
Menganggap bahwa makan persembahan dalam keadaan berkabung adalah dosa besar secara mutlak.
✓ Yang sebenarnya
Ini konteks khusus: persembahan kudus harus dimakan dalam suasana sukacita, bukan duka, karena mewakili berkat Allah.
✕ Sering dikira
Mengira larangan ini berarti tidak boleh berduka sama sekali.
✓ Yang sebenarnya
Larangan ini hanya tentang persembahan, bukan soal berduka secara umum.
Renungan
Renungan Singkat Ulangan 26:14
Kita diajak untuk memeriksa motivasi di balik pemberian atau ibadah kita. Apakah kita melakukannya dengan tulus dan sesuai firman, atau ada campuran kepentingan lain? Hidup kudus di hadapan Tuhan adalah fondasi yang benar.
Bapa, sucikan hatiku dan motivasiku dalam beribadah dan memberi, agar semuanya kudus di hadapan-Mu. Amin.