Hukuman bagi Penculik
Ulangan 24:7
Hak Sesama dan Belas Kasihan
“Jika seorang laki-laki tertangkap menculik salah satu saudaranya dari antara orang Israel, dan memperlakukannya seperti budak dan menjualnya maka penculik itu harus mati. Kamu harus menjauhkan kejahatan ini dari tengah-tengahmu.”Ulangan 24:7 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Apabila seseorang kedapatan sedang menculik orang, salah seorang saudaranya, dari antara orang Israel, lalu memperlakukan dia sebagai budak dan menjual dia, maka haruslah penculik itu mati. Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari tengah-tengahmu.”Ulangan 24:7 · TB
Terjemahan Baru
“Orang yang menculik orang sebangsanya lalu memperlakukan dia sebagai budak atau menjualnya, harus dihukum mati. Dengan demikian kamu memberantas kejahatan itu.”Ulangan 24:7 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
““Jika seseorang menculik sesama orang Israel dan menjadikan dia budak atau menjualnya, penculik itu harus dihukum mati. Dengan begitu, kalian memberantas kejahatan seperti itu dari antara umat Israel.”Ulangan 24:7 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“If a man be found stealing any of his brethren of the children of Israel, and maketh merchandise of him, or selleth him; then that thief shall die; and thou shalt put evil away from among you.”Ulangan 24:7 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ulangan 24:7?
Ayat ini melarang penculikan sesama orang Israel untuk dijadikan budak atau dijual. Pelakunya harus dihukum mati. Ini menegaskan bahwa setiap orang berharga di mata Tuhan dan tidak boleh diperlakukan sebagai barang dagangan.
Latar belakang
Larangan Menculik dan Menjual Sesama Israel
Musa menyampaikan hukum-hukum Tuhan kepada generasi baru Israel di dataran Moab. Ia menegaskan bahwa menculik sesama orang Israel untuk dijadikan budak adalah kejahatan berat yang harus dihukum mati.
Di mana
Dataran Moab
Di seberang sungai Yordan, sebelum masuk Kanaan
Kapan
~1406 SM
Di padang gurun, menjelang masuk tanah perjanjian
Yang berbicara
Musa
Nabi Israel, pemimpin keluaran dari Mesir
Kepada
Umat Israel
Bangsa pilihan Allah yang baru keluar dari Mesir
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
גָּנַב
ganav · menculik
mencuri atau mengambil seseorang secara diam-diam
אָח
akh · saudara
saudara laki-laki, tetapi dipakai untuk sesama orang Israel
עֶבֶד
eved · budak
budak, pelayan, atau pekerja yang ditindas
Ketiga kata ini menggambarkan pelanggaran ganda: mencuri seseorang yang adalah saudara, lalu memperlakukannya seperti barang. Ini bukan hanya pelanggaran hukum sipil, tetapi juga pelanggaran terhadap martabat yang diberikan Allah.
Tahukah kamu
Hukuman Mati bagi Penculik
Dalam hukum kuno Timur Tengah, penculikan untuk diperjualbelikan sebagai budak sering dihukum berat, tetapi tidak selalu dengan kematian. Di Israel, hukuman ini menekankan nilai setiap orang yang diciptakan segambar dengan Allah.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ulangan 24:7
Keluaran 21:16
Hukum serupa
“Siapa pun yang menculik seseorang dan menjualnya, atau jika orang itu masih di tangannya, ia harus dihukum mati.”
Ulangan 24:7
Pengulangan
“Jika seorang laki-laki tertangkap menculik salah satu saudaranya...”
Kejadian 37:28
Contoh penculikan
“Ketika saudara-saudara Yusuf menjualnya kepada orang Ismael.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ulangan 24:7
✕ Sering dikira
Ayat ini membolehkan perbudakan secara umum.
✓ Yang sebenarnya
Ayat ini justru melarang penculikan untuk dijadikan budak, menunjukkan bahwa perbudakan yang tidak adil dilarang. Namun, sistem perbudakan sebagai bentuk hukuman atau hutang masih diatur dalam hukum lain.
✕ Sering dikira
Hukuman mati terlalu kejam untuk pencurian biasa.
✓ Yang sebenarnya
Penculikan di sini bukan pencurian biasa, tetapi pencurian manusia untuk diperjualbelikan. Ini adalah kejahatan serius terhadap kebebasan dan martabat seseorang.
Renungan
Renungan Singkat Ulangan 24:7
Di zaman modern, penculikan mungkin jarang terjadi, tetapi kita bisa 'menculik' martabat orang lain melalui perkataan atau tindakan kita. Mari kita perlakukan setiap orang dengan hormat, mengingat mereka diciptakan segambar dengan Allah.
Tuhan, mampukan aku untuk selalu menghargai dan melindungi martabat setiap orang, sebagaimana Engkau menghargai kami. Amin.